
Diluar ruangan Kiran dan Cakra bersitegang.Kiran tidak terima dengan pemecatan dokter tersebut.
" Katakan padaku kenapa dia tidak sadar, kalau jawaban mu tidak diterima otakku aku menolak " Mendesah kesal
Kenapa kau ini sedikit gila kakak bertingkah semaunya sendiri.kiran
" Kak Hana berteriak terus kakak, tidak tahan dengan perihnya" Aghh menyesali alasan yang baru saja diucapkan nya.Dia lupa kalau Cakra sedang khawatir dengan wanita separuh hidupnya.
Cakra langsung mendesah berkali kali.Menatap Kiran yang hanya menunduk mengaku kalah beradu mulut dengannya.
" Dia kesakitan aku tidak salah memecatnya"
Cakra pergi dikuti Rey.Pengawal dan kiran berjaga diluar ruangan Hana.
" Bodoh Bodoh Bodoh " Kiran mengacak acak rambutnya
Pengawal yang berdiri dihadapannya hanya diam menatap Kiran tidak tersenyum ataupun tertawa.
" Kenapa melihat ku" Kiran kesal dan pergi dari sana.Dia memilih pulang ke rumah untuk mengganti pakaian dan membawa Pakaian Hana juga.
__ADS_1
* * *
Hana siuman.
Hana sadar dan membuka matanya.Menyapu sekitar tidak ada siapa siapa disana.Hana duduk memegang tangannya terasa berdenyut dan meraih gelas.Hana sangat haus meneguknya sampai habis.
" Kemana Kiran? Tadi disini apa aku tidur terlalu lama ya?" berjalan kearah pintu.Hana berhasil membukanya.Tapi pengawal menahannya.
" Nona sudah sadar, kembali lah tidur saya akan memanggil tuan muda" menggerakan matanya satu pengawal berlari meninggalkan mereka.
Tuan muda? apa dia sini masalah apalagi sekarang?
" Baiklah saya akan masuk " Hana kembali duduk dipinggir melihat tas yang bergetar baru berjalan Cakra sudah masuk terengah engah mengatur nafas.
" Jangan berjalan ataupun duduk berbaring kau belum sembuh" Cup cup mencium Hana dan ikut berbaring di ranjang.Tidak sadar diri kalau badannya besar dan tinggi.
" Sayang apa ranjangnya tidak apa apa?" Hana tergelak sendiri melihat Cakra ikut berbaring dan memeluknya. " Timbang sana berat badanmu dan ukur tinggi mu,turun akan rubuh nanti "
" Diam jangan bergerak" Tersenyum ,dengan apa yang dikatakan Hana memang benar " Kau tahu aku bisa gila jika kau tidak sadar juga,dan akan memecat semua yang tidak becus merawat mu"
__ADS_1
Apa dia? kenapa ini bersikap seperti ini lagi bahkan dia mengirimkan Fatur ke daerah terpencil itu karena salahku.Aku akan merasa bersalah kembali jika itu terjadi lagi.
" Sayang,tanganku sakit jangan kencang kencang" .Cakra turun karena Hana meringis.
memeriksa semua tubuh istrinya.
" Katakan padaku apa yang terjadi"
Aku ingin mendengar pengakuan jujurmu.Jangan terus membela laki laki sialan itu lagi Hana.
" tidak ada sayang,aku lapar! memegang perut datarnya dan merengek.Hana tahu jika dia mengadukan sedikit saja keluhan tentang orang lain.Orang itu akan hancur dengan mudahnya oleh suaminya sang penguasa.
" Kenapa kau membela terus laki laki itu apa kau memang selingkuh dengannya?" . Melapaskan pelukannya dan duduk disofa.Memperhatikan Hana yang juga memperhatikan nya.
" Kau berapa kali menuduhku seperti itu,kau tidak percaya padaku?" Merasa jengah kata sayang pun tak ingin dia ucapkan, dengan tuduhan yang tidak masuk akal suaminya.Hana berjalan setengah berlari meraih pintu tapi seketika wajahnya tenggelam di Dada suaminya.
" Aku percaya padamu,aku percaya " memeluk Hana erat .Tapi gadis itu menolak dan mendorong Cakra tidak seperti biasa.
" Kenapa kau terus curiga padaku,kau sendiri sering dengan wanita lain bertemu dan satu ruangan. Kau pikir aku tidak tahu" setengah berteriak dan berkaca kaca.
__ADS_1
" Panggil aku sayang,jangan seperti itu " Tangan yang meraih dagu istrinya ditepis kasar.Cakra terpaksa ******* habis bibir istrinya agar diam.
" Lepas,aku ingin pulang aku lelah" Entah kenapa Hana begitu emosional ?.