
Hana merasa senang ,tempat yang dia mau singgahi sekarang adalah supermarket untuk membeli susu khusus ibu hamil .
Dua puluh menit kemudian. Mobil berhenti ditempat yang nona muda mau. Mobil dikemudikan oleh Tika serta Robi di sebelahnya.
Dua mobil pengawal menghimpit mobil yang di duduki Hana , tapi itu sudah menjadi hal biasa dan Hana sudah mulai menerimanya.
" Apa perlu kursi roda " Tanya Cakra menatap luar supermarket yang sangat ramai tersebut. Hana tidak mau tempat itu di netralisir ,dia ingin berbelanja sebagai pengunjung normal seperti manusia lain.
" Tidak perlu sayang ,aku janji akan berjaga-jaga dengan langkah ku ! " Tolak Hana tidak menginginkan berdiam dikursi roda seperti orang sakit.
" Baiklah,pegang janji mu itu " Ucap Cakra dengan mengancam.
Membuat Hana mentautkan kedua alisnya ,jika kau melanggar kau harus dihukum berjalan dengan kursi roda ,sampai aku ijinkan kau berjalan dengan dua kakimu kembali. Begitulah makna dari ancaman tidak dijabarkan dengan jelas oleh Cakra.
Hana memgangguk lemas merasa salah dengan kata-kata yang dipilih nya tadi.
" Kenapa juga harus berjanji seperti itu sih " . gumam Hana dalam hati.
Keduanya berjalan dengan dikawal dari dekat oleh Tika dan Robi. Kedunya saling menyikut keras, saling mengingatkan jangan sampai melakukan kesalahan.
Sementara pengawal lain berjaga-jaga disetiap sisi , mengawal dari jarak lima meter.
Hana melihat-lihat semua rak yang dia lewati ,Cakra diam mengikuti langkahnya dan memperhatikan.
__ADS_1
Semua pengunjung lain menatap keduanya dengan penuh takjub ,saat Robi memberikan info kepada manager supermarket tuan muda dan istrinya berada disana.
Dan untuk membuat semua pegawai dan pengunjung juga agar tidak membuat risih orang berkuasa tersebut,jika tidak habiskau.
" Nona muda terlihat biasa , tapi tuan muda sangat menjaganya. Lihatlah tangan mereka bergandengan tidak terlepas " bisik bisik pengunjung lain.
" Kau benar, ayo kita abadikan untuk pertama kalinya melihat orang berpengaruh beserta istirnya secara langsung" Heboh.
Semua orang memotret kedunya, apalagi saat Hana sengaja merangkul suaminya erat.
" Kapan lagi aku bisa pamer hahaha " tawa kebanggaan dalam hatinya. Tapi tidak dengan Cakra yang jelas-jelas tidak menyukai hal itu.
" Tuan muda sangat tampan ,aku penggemar mu tuan." Teriak beberapa gadis yang sedang mengabadikan momen langka dengan ponsel mereka masing-masing.
" Kau juga dulu sering di kelilingi gadis² centil seperti mereka itu" ketus Hana dengan ekpresi wajah yang di sukai Cakra. Hana Cemberut karena cemburu.
Cakra tersenyum lebar menatap wajah begitu menggemaskan, gadis-gadis yang memperhatikannya semakin teriak menggila.
" Biarkan aku akan sekalian menggoda nya " Ide tengil cakra.
" Hana sayang, aku rasa yang memakai bando itu sangat cantik bukan ? " Tunjuk cakra dengan ekor matanya.
Tika dan Robi yang mendengar saling menatap keheranan. Ada apa dengan sepasang suami istri ini..
__ADS_1
Hana melirik gadis yang dimaksud oleh suaminya. Hana langsung mengenyit. " Aaaaa ,,,,gadis itu benar-benar cantik . Sedangkan aku ini apa ?".
" Bagaimana ?" Tanya Cakra lagi semakin bahagia saat melihat ekspresi kesal binti cemburu.
" Ya !" Singkat Hana dengan nada malasnya
" Tuan apa aku bisa Selfi dengan mu ?" enam orang gadis mendekati keberadaan Hana dan Cakra. Cakra yang hanya berniat mengerjai Hana malah termakan senjata sendiri.
Robi yang sadar sudah melakukan kesalahan langsung menepis langkah para gadis ABG tersebut.
" Minggir ,tuan tidak bisa berdekatan dengan kalian " teriak Robi dibantu oleh Tika. Pengawal lain yang tadinya berada jauh berlari mendekati permasalahan.
Cakra langsung menarik Hana agar segera keluar dari supermarket, keadaan sudah menjadi genting sekarang.
" Yah tuan pergi " Ucap para gadis dengan raut wajah kecewa .
" Kalian mungkin tidak tahu ,tuan muda memang tampan. Tapi dia juga bisa membuat hidup kalian hancur karena perbuatan lancang kalian ini " Teriak pemilik supermarket yang langsung datang saat mendengar kabar kalau orang terpandang masuk ke dalam supermarket miliknya.Sebuah kehormatan berharap bisa bertemu malah terjadi masalah, sekarang dengan rasa takut berkecamuk.
Di sisi lain ,Hana masih mengikuti langkah besar suaminya.
" Kenapa pergi,kau tertarik bukan dengan pata gadis itu " Ketus Hana menepis tangan Cakra yang mencengkram pergelangan tangannya.
" Diam " Bentak Cakra membuat Hana kaget dan berkaca-kaca. Mungkin istri nya tidak tahu keadaan seperti ini sangat bahaya ,bisa saja musuh² dalam dunia bisnisnya kemari untuk melakukan hal yang diluar kendali..
__ADS_1
Cakra menggendong Hana erat ,Hana diam matanya berair dan mulai menderas tidak tertahan. Merasa tersakiti dengan bentakan Cakra yang seperti tadi.