Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Kata suci! Membuat Hana kaget


__ADS_3

Suci mulai memeriksa instensif istri dari tuan muda .


Hana tersenyum malas membalas rangkulan suaminya, tidak mungkin Hana bisa menolak didepan Susi dan suci yang jelas orang asing.


ponsel berdering


" Ada apa ?" Tanya Cakra pada Rey yang menelfon nya.


" Kau harus datang tuan ,klien tidak mau dengan rapat yang di pimpin tuan Reno " Kata Rey nerbisik takut-takut jika Reno bisa saja mendengar nya.


" Memang kenapa dia ?' tanya Cakra melirik Hana yang tidak melihatnya, dia enggan meninggalkan Hana hari ini.


" Tuan Reno kasar dan terus berteriak memaki klien, itu tidak akan menjadikan hal positif untuk perusahaan " Cakra tersenyum aneh dengan perkataan Rey .


Jelas Reno yang disiplin dan sangat tegas tidak mau membuat kesepakatan yang akan menjadikan Alaska group anjlok nanti.


Cakra tahu Reno pasti membuat mereka takut.


" Aku harus bekerja, apa kau tidak apa-apa ?" Cakra mencium kening Hana.


membuat gadis itu mengernyit.Satu Minggu Cakra tidak mendapatkan jatah dari Hana, Menyentuh Hana pun tidak boleh sebelum Hana benar-benar melihat Cakra berubah menjadi pribadi yang Lebih bisa menghargai orang lain, apalagi istrinya .


Siapa juga yang menyuruh mu tidak bekerja.


" Tidak apa-apa" ketus Hana


Cakra yang sudah mendapatkan ijin walaupun dengan tingkah Hana yang jelas terlihat senang dia akan pergi

__ADS_1


Cakra pergi setelah mewanti-wanti Susi agar menjaga istrinya.


Suci memeriksa Hana dengan teliti,dia ingin mengatakan sesuatu pada nona muda.


" Susi tolong ambilkan aku potongan buah potong dadu ya,dan jus kurma.Sekalian pudding yang aku berikan resep nya semalam padamu ". Hana tahu suci ingin berbicara padanya, tapi tidak mungkin dengan kehadiran Susi diantara mereka.


" Aku akan menyiapkan semuanya dengan cepat" Susi akan berusaha walaupun puding belum dia buat sama sekali.


" Tidak usah buru-buru kalau bisa lebih lama ya " Hana saling melirik dengan suci kenapa kata-katanya membuat Susi menatap curiga padanya.


" Baik nona " Susi membungkuk dan keluar dari kamar.


" Kunci pintu nya " Pinta Hana membuat suci setengah berlari mengunci pintu.


Suci kembali mendekati Hana diatas tempat tidur.


" Nona aku ingin memberi tahu soal Kim " Suci membuat Hana kaget


" Kenapa dengan dia?" Hana penasaran.


" Status advokat yang dia sandang hilang nona " Lirih suci langsung terlihat sedih.


Apa karena suamiku?


kenapa dia membicarakan Kim padaku .Hana menerka-nerka siapa yang membuat masa depan Kim hancur,menebak suaminya tapi tetap Hana ingin bertanya untuk meyakinkan.


" Kenapa seperti itu,siapa yang berbuat?"

__ADS_1


" siapa lagi kalau bukan suamimu nona" suci sedikit tersenyum walaupun dia sedih tapi berusaha menutupi itu didepan Hana.


" Benarkan tebakanku" Sorak Hana merasa iba pada kim


" Apa yang bisa kubantu dengan penjelasan mu ini dok " Tanya Hana yang sudah mengerti kemana arah pembicaraan suci.


" Apa nona bisa setidaknya tuan membersihkan nama baik Kim ?" Suci membuat Hana tergelak


"Nama baik seperti apa? dia bahkan berulang kali memganggukku.Walaupun aku bisa tapi tidak akan aku lakukan " Hana langsung terbayang kisah pertemuan pertama kali dan saat dia berteman dengan kim


Tapi sekarang Kim sudah berubah,Hana merasa itu bukan Kim sahabatnya.Tapi pria yang terobsesi dengan dirinya.


" Aku mohon nona bantu aku " Suci bahkan akan mencium kaki Hana jika Hana tidak menahan nya.


" Tolong nona kasihan Kim " Suci terisak.


" Maaf dokter, itu sudah langkah suamiku yang tidak terima karena istrinya diganggu terus menerus " Hana mengusap tangan Suci yang berdiri menatap nya " Itu hukuman atas apa yang di lakukan nya ".


suci termenung dan berpikir.Tidak lama dia mengerti apa yang dikatakan Hana memanglah sangat benar.


" Kalau begitu aku permisi nona ,maafkan aku merepotkan mu dengan kata-kataku tadi" suci membereskan semua alat dokternya.


stateskop dia kalungkan ke leher ,Hana hanya menatap wajah suci.yang kecewa dengan penolakan nya tadi


" Hati-hati" Hana melambai pada suci yang beranjak keluar dari kamarnya.


Setelah itu Hana mendesah kasar.

__ADS_1


__ADS_2