Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Hari pertama khursus memasak


__ADS_3

#Pulang


Tika berkendara sambil terus melirik Hana di kursi belakang,dia merasa tidak enak hati menutupi kalau tuan muda ada ditaman sedang memperhatikan mereka tadi.


" Atika kau tidak apa-apa? sangat aneh setelah kau kembali dari toilet itu pun setelah satu jam .Kau tidur di toilet?" Hana penasaran dia harus menunggu lama untuk Tika kembali, otomatis Candra sangat lama mengobrol dengannya tadi .


" Iya nona saya ketiduran saya minta maaf " Tika mending mengiyakan dari pada nona muda semakin penasaran.


" Kau ini ! " Hana gemas sendiri " Ayo fokus pada kemudi mu kita harus sampai di rumah sebelum suamiku tiba "


Hana melihat jam tangannya.


tuan bahkan memperhatikan mu tadi


bersama pria lain,


ada apa dengan hubungan kalian?


apa gara-gara nona


belum hamil juga membuat tuan muda


seperti ayahnya? " Gumam Atika dalam hati.


Kendaraan melaju diatas kecepatan rata-rata,Hana hanya memejamkan mata dia sedikit mual tapi dia tahan yang jelas dia sedang memikirkan bagaimana caranya untuk bertanya keadaan di kantor tadi


# Rumah besar


Mobil sampai Hana keluar tanpa menunggu Tika membukakan pintu untuknya.


Tika hanya menatap kepergian Hana tanpa pamit seperti biasa,dia memperhatikan sampai punggung Hana hilang.


Dibalik pintu masuk rumah,dan dia juga pergi menuju rumah belakang untuk beristirahat.


Hana berpapasan dengan Reynan saat masuk ke dalam rumah.


" Sekertaris tunggu" Hana menghentikan langkah Rey yang tadi membungkuk mengapa nya


" Iya nona " Kembali Membungkuk hormat menunggu apa yang mau di bicarakan nona muda.

__ADS_1


" Kenapa kalian secepat ini pulang? dimana suamiku" Hana cemas


" Kami sudah pulang dari jam satu siang nona ,tuan sedang dalam keadaan hati yang buruk kau langsung saja ke kamar menemuinya " Rey tersenyum tipis melihat Hana yang panik karena perkataan nya


" Kenapa secepat itu apa ada masalah ?" Hana kembali bertanya saat mengingat suasana di luar gedung alaska group tadi siang.


" Tidak ada nona , sebaiknya kau pergi menemui tuan dari pada terus bertanya padaku.Aku permisi " Reynan membungkuk dan pergi meninggalkan Hana yang masih terlihat ingin bertanya.


" Dasar !" umpat Hana kesal menaiki tangga setengah berlari,tidak perduli dengan rasa penasaran ingin bertanya nya ,itu bisa dia lakukan setelah melihat keadaan suaminya


Hana masuk ke dalam kamar, tapi sosok Cakra tidak ada disana.


" Tuan !" Hana memanggil beberapa kali seluruh sudut kamarnya dia periksa tapi tidak ada sosok Cakra disana " Kemana dia ? aku benar-benar khawatir "


Hana kembali keluar dari kamar dan mencari Cakra kembali.Hana berpapasan dengan susui dan juga Robi yang baru turun dari lantai tiga.


" Susi apa kau melihat suamiku" Hana bertanya tanpa menyapa dia benar-benar khawatir pada Cakra


" Tuan di atas " Tunjuk Susi dengan jarinya ke lantai tiga " Dia menunggu mu nona "


Hana langsung lari terbirit-birit Susi dan Robi saling menatap heran.


" Kenapa nona muda ?"


" Hufff " hembusan nafas kasarnya ke udara " Aku sering berlari kenapa rasanya lelah baru juga setengah tangga" .


Hana mengatur nafasnya pelan dan berjalan bergontai berpegang pada tangga.


Setelah sampai Hana masih tidak melihat sosok suaminya.


" Tuan " panggil nya lagi menyapu sekeliling tempat nya berdiri.


" Tuan maafkan aku datang terlambat" Hana ngomong sendiri jelas-jelas Cakra tidak ada dalam pandangan nya.


" Kemana dia ? kenapa tidak menyahut sih apa aku bersalah?" Hana berbisik keheranan dan berpikir sejenak.


Dia tahu harus bagaimana menanggil Cakra agar menyahut.


" Sayang ku ! cinta ku " Hana setengah berteriak.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama tangan besar itu sudah melingkar memeluknya dari belakang . Hana tersenyum tipis merasakan tangan Cakra dan hembusan nafa menerpa lehernya.


Hana terlonjak saat tangan Cakra berdarah membekas noda di bajunya.Dan dia langsung berbalik untuk melihat Cakra


" Tangan mu kenapa ?" Hana memeriksa tangan suaminya yang bengkak dan lebam.


Apa dia mulai memukul orang kembali??


" Kenapa kau terlambat?" Tanya Cakra memeluk istrinya,kening Hana dia kecup berulang.


Gadis itu senyum melihat tingkah laku suaminya.


" Aku ke rumah Lina , lalu bermain di taman " Haha jujur membuat Cakra merasa lega Istrinya tidak berbohong.


" Kau bertemu seseorang tidak disana?" Cakra bertanya lagi dan duduk di kursi,tangan Hana dia tarik agar duduk dipangkuanya.


" Aku bersama Tika !" Jawaban Hana membuat Cakra tersulut emosi kenapa dia berbohong?


dia cengkram pinggang istrinya kasar sampai Hana merintih.


" Aku telat karena menunggu Tika lama kembali dari toilet, aku menunggunya sambil mengobrol dengan teman ku " Lirih Hana mulai merasa ngilu di area pinggangnya.


Cakra melepaskan pelukannya setelah Hana jujur


" Laki-laki apa perempuan?" dia gigit telinga istrinya gemas sampai membuat Hana geli.


" Itu geli diamlah" Hana tertawa kecil


" Jawab saja pertanyaan ku !" Ketus Cakra


Hana diam menatap lekat wajah suaminya tanpa ekspresi kenapa begitu banyak pertanyaan yang harus dia jawab hari ini " Laki-laki , tapi sungguh aku tidak sengaja bertemu dengannya ".


Hana mengenggam satu tangan suaminya dia cium berkali-kali agar suami pencemburu itu tidak menyangka aneh-aneh padanya.


" Aku percaya " Cakra tersenyum itu malah membuat Hana semakin kaget dan takut


Dia tidak seperti biasanya


kenapa dia tidak marah?

__ADS_1


senyumnya malah membuat


ku takut ihhhh


__ADS_2