Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Bersiap


__ADS_3

Nenek menghampiri Hana yang sedang duduk sendirian di ruang tengah.Semua pelayan terlihat sibuk mondar-mandir naik dan menuruni tangga.


" Kau besok berangkat kan" Nenek membuat Hana kaget .


" Nenek bikin kaget saja." Hana berdiri memegang dadanya.


" Kau besok berangkat kan?". Nenek Menyuapi Hana dengan tangannya.Hana tertawa dia mengingat bagaimana dulu nenek memanjakan nya.


" Iya nek.Nenek akan pulang?". Tanya Hana mengambil alih piring dan menyuapi diri sendiri.


" Aku ingin lebih lama di sini ." Nenek tertawa dia seperti ratu .Mandi air hangat sudah siap ,makan pelayan menyiapkan.


" Jangan membuatku malu nek ." Ketus Hana


Rey masuk diikuti Cakra .Hana melirik tidak berdiri menyambut suaminya.Matanya tertuju pada gadis dibelakang suaminya.


Siapa dia?


" Sayang " Hana berdiri sangat tangan cakra ingin dia sambut, kecupan hangat di pipi suaminya.


" Kenapa lemas seperti ini ? kau sakit?" Tanya Cakra mengajak Hana agar duduk.


Hana masih menatap gadis yang tersenyum padanya.


" Tidak sayang,aku tidak apa-apa"


" Susi ambilkan potongan buah , potong dadu jangan memasukan nanas istriku tidak suka" memerintah tapi mata dan tangannya tidak beralih dari istrinya.


" Baik tuan" Jawab cepat Susi diikuti nenek pergi ke dapur.Setelah keduanya hilang dibalik tembok,Rey memulai pembicaraan

__ADS_1


" Perkenalkan dirimu " Rey melirik gadis di sampingnya.Gadis itu sigap membungkuk dan tersenyum.


" Selamat sore Nona muda ,saya pengawal baru Nona muda.Nona bisa memanggil saya Tika ." Tersenyum ramah dia baru pertama kalinya melihat nona muda secara wajahnya berbinar merasa bahagia bertemu Hana .


" Kau suka?" Cakra bertanya saat Hana diam tidak menjawab sapaan Tika padanya.


" Iya !" Hana tersenyum malas ,dia tidak mau bodyguard baru yang dia inginkan hanya Lina.


Tapi waktu sangat singkat untuk nya bisa memilih bodyguard secara rinci.


" Ikut aku " Rey menarik tubuh Tika dengan sorot matanya.Tika berpamitan kepada kedua majikannya itu dan mengikuti Rey.


Susi kembali dengan nampan di tangannya.Meletakannya di hadapan Hana,Hana diam tidak langsung menyantap seperti biasanya.


Kepalanya terasa pusing berdenyut.Lidahnya pahit .Dia merasakan kesakitan sudah berhari-hari,tapi hari itu sangat membuatnya tidak mampu untuk menahan.


" Kau kenapa ?" Cakra menatap lekat wajah Hana yang pucat.


" Ayo tuan bawa Nona ke kamar ." Susi ikut panik.


Cakra langsung menggendong Hana .Hana berontak dan turun dia tidak tahan Ingin muntah.


" Hana !" Teriak Cakra menahan tubuh istrinya


" Aku mual " Hana menutup mulutnya.Susi memapah Hana masuk ke kamar mandi terdekat.


Keduanya masuk ke toilet.Nenek datang setengah berlari mendengar keributan.


" Kenapa dia ?" Tanya nenek seperti munuding Cakra dengan tatapannya.

__ADS_1


" Aku tidak tahu ,dia langsung seperti itu" .Cakra mengendurkan dasi,jas dia lempar dia lempar ke sembarang arah.


" Tuan ada apa?" Rey datang bersama Tika.Saat mendengar suara teriakan nenek,Rey langsung kembali dan berlari masuk ke dalam rumah.


" Istriku muntah seperti waktu itu,wajahnya pucat sekali " Cakra duduk dan menunduk.Tangannya terkepal " Rey periksa semua yang dia makan " .


Kembali Cakra menunggu Susi keluar bersama Hana.


Rey menyiapkan mobil.Tangannya memainkan ponsel tergesa-gesa.


" Siapkan ruangan khusus nona muda akan segera sampai disana ." Rey setengah berteriak kepada suci yang dia telfon.


Tika ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Cakra berdiri ,dia semakin khawatir.


" Tuan Nona muda pingsan." Teriak tika yang baru membuka pintu hanya kepala yang baru keluar.


Cakra terlonjak dan menubruk memaksa masuk.


" Hana " .Teriak Cakra menepuk nepuk pipi istrinya.Hana sudah basah dengan keringat disekujur tubuhnya.


" Nona harus segera dibawa tuan " Susi menepuk bahu Cakra.Cakra langsung menggendong Hana keluar dari toilet.


Susi mengikuti keluar . Saat Cakra menggendong istrinya keluar.


" Pusing !" Lirih Hana memegang kepalanya.


' Diam ! kita segera ke rumah sakit " Cepat Cakra menjawab ringisan Hana.

__ADS_1


Mobil sudah siap .


Cakra masuk Hana dalam pangkuannya terus meringis,untuk membuka mata pun dia merasa tidak bertenaga.


__ADS_2