Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pesta kecil untuk kehamilan Hana


__ADS_3

Hana memoles wajahnya tipis , sambil menoleh terus-menerus ke arah pintu kamarnya Cakra belum juga datang.


" Kakak ipar apa aku boleh masuk ? " Suara Candra menggema dibalik pintu.


" Jangan !" tolak Hana langsung berdiri berjalan menuju ke pintu kamar ,jika Candra masuk akan sangat berbahaya.


" Dasar gila ,jika Abang mu tahu kau bisa dikubur dilapisan bumi yang paling dalam " Hana melotot tapi malah membuat Candra tertawa terbahak-bahak


" Hahahaha. Aku juga hanya bercanda , kau dari tadi tidak keluar jadi aku harus memancing mu !" Candra memasukan satu tangannya ke dalam saku celana.


Hana mendelik sebal menatap sinis kepada Candra


" Aku terlambat " Suara Cakra menggema dengan menggandeng jas nya menghampiri Hana dan adiknya.


Hana menghampiri Cakra memeluknya erat.


" Kalian baru tadi kan berpelukan, sekarang? seperti sudahs bertahun-tahun tidak bertemu saja " Candra pergi ke arah tangga.


Cakra dan Hana tidak perduli dan masuk kekamar.


Hana melanjutkan polesannya yang belum selesai. Lipstik warna coklat muda di pakai malam ini.


Cakra yang berbaring diatas tempat tidur memperhatikan nya dan terus tersenyum.


" Kamu kenapa ? " tanya Hana menoleh


Cakra turun dari tempat tidur, menghampiri istrinya yang sudah sangat terlihat cantik itu.

__ADS_1


Hana menyisir rambutnya dengan tangan, merapihkan make up nya yang berlebihan.


" Hana " Cakra memanggil nya dengan suara teramat merdu , kecupan lembut dileher Hana membuat gadis itu bergidik ngeri.


Entahlah Hana merasakan kecupan Cakra tidak sangat berlebihan dari seperti biasanya.


" Ganti baju mu sayang ,dan bersiap lah ke luar . Aku akan pergi duluan " Hana berdiri dan berbalik membuat bibirnya terkunci rapat oleh bibir suaminya.


" Emmm...emmmmh " Hana tidak mampu melepaskan tangan Cakra dari tungkaknya


Aghhh.. Cakra meringis melepaskan ciumannya saat bibirnya di gigit Hana keras


" Ubah priaku mu sayang ,kau akan segera menjadi seorang ayah " Hana mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya.


" Justru aku memanfaatkan waktu sekarang ,sebelum anakku lahir " Cakra berjongkok, memiringkan kepalanya dan menempelkan nya di perut Hana.


" Aku ingin merasakan tendangan dari anakku ,jika dia kuat menendang aku yakin dia berjenis kelamin laki-laki " Ucap Cakra tidak melepaskan kepalanya.


" Ini masih terlalu dini ,kau masih harus menunggu sayang ayo bersiap sana " Hana mundur membuat Cakra hampir terjengkang ke depan.


Hana tersenyum melihat Cakra cemberut dan berjalan menuju kamar mandi.


" Aku keluar ya " Teriak Hana.


" Hemmm " Sahut Cakra dibalik gemuruh suara air dikamar mandi.


Hana keluar dari kamar sendirian,Tika yang melihat langsung berlari menghampiri Hana diatas tangga.

__ADS_1


Memegang tangan nona muda agar tidak terjadi apapun hal buruk.


Setelah sampai melewati tangga, Susi membawa kursi roda agar duduk disana untuk dia dorong ke luar rumah


" Aku tidak sakit ,jangan seperti ini juga " Hana merasa kesal menatap para pelayan yang berkerumun menjaganya.


" Ini perintah tuan muda jika sesuatu terjadi kepada mu kami akan di kubur hidup-hidup Nona " Lirih Tika dengan wajah ketakutan.


Hana mendesah dan duduk diatas kursi roda,miring kekiri menopang kepalanya dengan sikutnya. Hana membiarkan Susi Mendorong kursi roda sampai di luar rumah.


Candra tertawa melihat wajah kesal Hana yang sedang memijat dahinya sendiri. Dia melangkah menghampiri nya.


" Kalian bisa pergi, aku yang akan membawanya " Perintah Candra di turuti Tika dan pelayan lain.


Kursi roda menuju tempat duduk seperti sebuah singgasana ratu dan raja .


" Ini sangat berlebihan " Ucap Hana merasa tidak percaya dengan apa yang diperintahkan suaminya.


" Terima saja , sudah nasib menjadi istri Abang ku . " Candra tersenyum melihat wajah Hana yang sedang menahan amarah.


Semua keluarga sudah berkumpul,Hana terkejut saat melihat sosok Haryadi yang menatapnya lekat dan tersenyum.


Apa aku tidak bermimpi, dia tersenyum padaku. Setelah tahu aku hamil baru dia bersikap baik. Hana menggerutu dalam hatinya ,menatap Haryadi yang menatapnya.


" Aku tahu kenapa kau merasa canggung dengan keberadaan ayah ku " Candra membuat Hana mendongak padanya.


" Maafkan aku can ,tapi... " Hana terhenti saat Haryadi berjalan ke arahnya tanpa Maria.

__ADS_1


__ADS_2