
Hana melirik kanan kiri mencari sosok Cakra disana.
Dia merasa pusing ,dan tidak nyaman dengan keramayan.Tika dan Lina menawarinya untuk pulang tapi Hana menolak dan ijin ke toilet.
Bukannya ke toilet Hana malah mencari Cakra suaminya.Dia ingin pulang ,tapi tiba-tiba.
" Hana " Lirih Kim sudah berdiri tepat dihadapannya
" Tolong jangan ganggu aku !" Hana berteriak tapi ternyata tidak berhasil membuat semua orang membantunya,alunan musik dan suara lain membuat gedung itu terdengar bising., Hana berbalik untuk mencari suaminya
Hana melihat Cakra sedang menelfon,dia merasa lega dan langsung menggandeng tangan Cakra .
" Kau kenapa ?" Tanya pria yang dia gandeng ternyata bukan suaminya melainkan Candra.
Hana hanya melihat perawakan dan jas yang dikenakan pria itu sama. Jelas Hana tanpa banyak pikir meminta perlindungan kepada suaminya
" Hana aku ingin bicara denganmu?" Kim sudah berdiri menatap hana yang menggandeng pria lain.
" Kau kenapa? " Tanya candra kembali yang memasukan ponselnya, dan fokus menatap Hana yang ketakutan ." Apa dia menganggumu?"
Tuding Candra melirik Kim
" Iya,tolong aku Candra .Dia selalu menggangguku " Hana langsung melepaskan tangannya,dia sadar salah orang.
Kenapa dari belakang Candra sangat mirip dengan suaminya? Hana bingung sangat-sangat bingung dan takut pada Kim
" Kenapa.kau mengganggunya " Candra menarik tangan Hana ,membuat gadis itu tertarik berlindung di belakang punggung nya.
__ADS_1
" Kau siapa? dia gadisku percayalah" Kim berusah meyakinkan dan berbicara lembut.
" Jangan menganggu nya ,jika tidak kau akan menerima akibatnya" Candra mengerm kesal menantang Kim yang sudah menatapnya tajam.
* * *
Hana pergi setelah melihat Candra melindunginya.Dia masuk ke dalam ruangan VIP dengan para pengawal berjaga.
Hana bisa menebak ruangan itu disinggahi suaminya .
" Sayang " Hana membuka pintu, setelah pengawal mengenalinya dan membungkuk hormat.
" Hana " Jawab Cakra menatapnya lekat.
Hana merasa hancur dan keluar kembali setelah melihat pemandangan tidak mengenakan.
Hana menariknya sampai lutut dan berlari ke arah keluar gedung ,dia tidak perduli Cakra yang mengejar dan meneriakan namanya berkali-kali.
" Dasar suami jahat ,benar kata bibi kau itu kulkas dingin tidak mempunyai perasaan" Hana terus berlari dengan sekuat tenaga.
Meninggalkan gedung yang ramai itu sampai membuatnya sakit kepala.
Hana berhasil menjauh tapi dia merasa takut dengan sekitar tempat yang dia tempati sekarang.
Jalanan itu sangat sepi,dan aspal yang rusak karena tergerus air hujan
" Aku dimana ini?" Hana bahkan tidak tahu dia berlari ke jalan yang sama dia lewati tadi apa sebaliknya.
__ADS_1
Hana berjalan dengan menyalakan senter dari ponsel nya.
"Lihatlah dia bahkan tidak ada niatan menelfon ku " Hana kesal menatap wajah Cakra yang menjadi wallpaper ponselnya.
" Aku akan mengganti wajahmu dengan gambar valak ,itu lebih bagus dari pada wajah mu itu ,cih tersenyum lagi " Hana benar-benar kesal berteriak sesuka hatinya . " Aku bahkan tidak ada cela untuk memaki dirimu yang sempurna itu."
Hana menangis sejadi-jadinya
" Tidak tidak , kau yang salah Hana memaafkan suamimu begitu saja . Lihatlah dia sekarang begitu berani menyakiti mu" Hana menceramahi dirinya sendiri. " Sial !" teriak Hana.
Hana sempoyongan sampai tenaganya tidak mampu menopang tubuh nya sendiri agar tidak ambruk.
" Aww sakit hiks " Hana melepas sepatu tingginya itu karena membuat nya keseleo. " Apa kakiku patah ? sakit sekali "
Hana meringis dan menangis perasaan nya campur aduk tidak karuan.
" Aghhh " Hana berusah berdiri, ponselnya jatuh entah kemana.Hana menyentuh bagian kakinya yang basah , mata kakinya terluka tertusuk koral aspal disana.
" Feya bangke ....." Maki Hana kepada suami dan pelakor itu.
Rasanya dia ingin mengabsen seisi kebun binatang.
Hana berusaha berdiri melempar sepatu nya ke sembarang arah.
Entah makhluk astral dari mana yang merasukinya sampai mengucap kan kata-kata kasar ,dan itu bukan dirinya.
Hana duduk di trotoar jalan kecil itu ,menangis tidak perduli bagaimana sekarang nasibnya,dia hanya ingin menangis sendirian.
__ADS_1