
Hana menyiram bunga ditaman rumah.Ditemani Lina yang terus menjaga nya bahkan ke kamar mandi pun,Lina berjaga diluar,dia tidak mau tertampar lagi oleh tangan Rey.Lina bersyukur tidak ditendang seperti Niken.
ponsel berdering.
Baru saja memikirkan nya dia menelfon.lina
" Hallo Rey"
" Nona muda dimana?" teriak Rey.
" Jelas di sisiku ,dimana lagi" Ketus
" Pintar!" sahut Rey pelan
Cih
" Bawa Nona ke rumah tuan besar" Tutt panggilan terputus,Lina hanya menghela nafas mendekati Hana.
" Nona ,mari bersiap tuan muda menyuruh pergi ke rumah tuan besar!"
Hana menoleh
" Maksud mu rumah mertua ku" Lina Mengangguk.
Ada apa ini,tidak biasanya dadakan seperti ini.
apa ini ibu ayah kenapa kenapa..ah tidak jangan negatif hana..semoga keduanya baik baik saja.
Hana berlari menuju rumah,diikuti Lina yang berjalan dia lelah mengikuti Hana tidak berhenti berlari.
apa nona juara lari maraton?". Lina merasakan lututnya sakit.
* * *. Kediaman Haryadi
Cakra baru sampai langsung berlari ingin segera melihat ibunya.
Haryadi di ruang tamu marah, membanting semua barang.Rey yang berusaha menahannya.
" Ibu" Cakra membuka pintu pelayan senior menunggu ibunya.
" Keluar" Perintah Cakra.Dia menatap ibunya lekat, dokter sudah menyuntikan obat penenang pada Ibunya.
Cakra bisa menebak bagaimana ibunya bersitegang dengan Marisa.
Cakra keluar, karena Hana belum datang juga.
" Kemana dia , kenapa lama sekali" Meraih ponsel.
__ADS_1
" Hallo sayang" Hana
" Kau dimana, cepatlah" Cakra kesal.
' Ini masih di jalan sayang,sabar!" santai
" Cepat" Tuttt pangilan terputus.
" Lambat sekali sih" Cakra turun mendengar ayahnya mengamuk.Memang dia tidak pernah menyukai Marisa, tingkahnya yang selalu menyibukkan orang lain dengan masalah yang dia buat.
* * *
Hana berangkat.
Lina membawa kendaraan secepat kilat, membuat Hana ketakutan.
" Pelan pelan" Teriak Hana memukul bahu Lina.
" Maaf Nona" Lina sadar dia tidak sendiri,gadis dibelakang nya yang polos ketakutan.
Kendaraan normal,Hana lega
ponsel berdering lagi.
" Hallo sayang" Hana kesal terus ditelfon
" Hana belikan bubur ,ibu ingin bubur pinggir jalan" Cakra berteriak.
" Kau bertanya,kau sendiri sering memakan makanan pinggir jalan" Teriak Cakra.
" Maaf sayang" Hana mengalah.
" Cepat,aku membutuhkanmu" Rengek Cakra ingin dimanja.
" Ibu yang sakit,kenapa kau yang manja seperti ini" Hana cekikikan.
" Banyak tanya " Panggilan terputus.
Lina melirik spion melihat Nona mudanya cekikikan.
" Lina,kau tahu yang menjual bubur? bawa aku kesana" Hana menyender Lelah.
" Baik Nona"
*Cakra bingung melihat ayahnya tidak bisa tenang, ibunya juga masih tertidur.
" Ayah" Cakra.
__ADS_1
" Hemmm"
" Jangan seperti ini, nanti ayah sakit" Cakra mengenggam erat kedua tangan ayahnya.
" Cakra berjanjilah padaku" Haryadi
" Katakan ayah" Cakra menyenderkan kepalanya di lutut Haryadi.Tangan ayahnya mengelus rambutnya.
" Cakra, kapan kau menyenangkan orang tuamu dengan cucu" Haryadi memelas
ayah apa aku harus melawan takdir yang belum juga, menghadirkan janin
dirahim istriku"
" Cakra,apa tidak ada masalah dengan Hana? ini sudah lama,jika seperti ini ayah ingin kau menikah lagi dengan wanita yang bisa memberi mu anak"
Cakra berdiri tidak senang dengan perkataan ayahnya.Hana yang sudah sampai mematung dibibir pintu,badannya lemas tidak bertenaga.Bubur yang dia jinjing jatuh terburai kemana mana.
" Hana!" Cakra mendekat pada Hana yanh sudah terisak" Hana dengarkan aku" .
Hana mendekat pada Haryadi.Dia menatap laki laki yang sudah dia anggap seperti ayahnya sendiri.
" Ayah,apa aku berbuat salah" Suara Hana berat menahan tangisnya. Cakra terus memeluknya berusaha membuat Hana melihatnya.
" Jawab aku ayah" Hana duduk dihadapan Haryadi. " Ayah aku juga ingin mempunyai anak, tapi takdir ini bukan aku yang bisa leluasa mengaturnya".
Haryadi menunduk menyesal apa yang keluar dari bibirnya.Dia membuat kesalahan dengan melampiaskan amarahnya pada hal yang tidak seharusnya dia minta.
" Hana,maafkan ayah, ayah tidak bermaksud seperti itu Nak" Haryadi menatap menantunya.Hana tidak menerima alasan tidak masuk akal dari pertanyaannya.
"Maaf ayah ,saya permisi" Hana lari meninggalkan mertua, dan Cakra tidak menghiraukan apapun yang di ucapkan ayahnya.
Cakra keluar menarik tangan Hana dan memeluknya.
" Sayang, turuti saja permintaan ayah mu sana,itu juga kan yang kamu inginkan'"Hiks hiks Hana menangis berusaha melepaskan pelukan suaminya.
" Aku suamimu,dengar kan aku Hana,hanya kita yang berhak atas hidup kita berdua" Cakra mencium Hana agar diam, Hana berontak.
" Kau gila, disini banyak orang hiks" Memukul Cakra kuat dengan kepalan tangannya.Cakra tergelak walaupun merasa sakit.
kenapa ayah seperti itu pada Hana ku,aku tidak akan kemari sebelum
dia sadar,atas apa yang dia lakukan.Cakra
" Rey ayo pergi" Cakra menarik Hana agar masuk ke mobil.Diikuti Rey dan Lina.
pengawal membawa mobil yanh dipakai Lina keluar dari halaman rumah orang tuanya.
__ADS_1
Hana bisa melihat bagaimana kemarahan Cakra di matanya.Walaupun laki laki disampingnya tersenyum dan menciuminya terus.
Apa aku pergi saja.Hana