
Cakra berhasil membuat Hana mengerti.Dia tahu Hana bisa saja meninggalkan nya pergi.Dia tidak akan sanggup kehilangan Hana untuk kedua kalinya, Cakra mengancam Hana dan akhirnya gadis itu diam.
Cakra memejamkan matanya disofa ruang Presdir , Rey yang bersamanya tahu tuan nya sedang bingung.
Dia sangat mencintai Nona muda ,disisi lain
tidak bisa menjauhi
orang tuanya,
Nona muda semoga anda tidak
berpikir pendek, dan membuat ulah
kabur dari tuan,saya akan mamastikan itu tidak akan terjadi.Rey
ketukan pintu membuyarkan lamunan Rey.Dia beranjak dan membuka pintu sedikit.
Dia melihat wajah seseorang yang merasa bersalah disana.
" Silahkan tuan besar" Cakra menoleh saat mendengar Rey berbicara.
Ayah.
" Rey kau bisa keluar"" Perintah Haryadi
" tidak,jika ayah hanya akan membujukku menikah dengan wanita lain aku mending mati ayah" Cakra berteriak menolak Rey pergi dari ruangan.Rey diam diposisi nya semula.
__ADS_1
" Jangan berbicara seperti itu" Teriak Haryadi memeluk anaknya.Cakra diam tidak membalas pelukan ayahnya.
" Ayah kau pulang lah,aku sedang bekerja" Cakra melepas pelukan ayahnya.Dan duduk kembali di kursi kerjanya.
" Jangan menolakku Cakra,aku tidak akan sanggup" .Haryadi berlutut Cakra langsung mengangkat bahu ayahanda nya.Dan duduk berdua di sofa.
Keheningan tercipta,tidak ada pertanyaan ataupun memulai untuk berbicara.
Sampai pintu berdenyit seseorang masuk .
" Hana!" Cakra langsung berdiri meraih pinggang istrinya,mencium kening dan pipi.Hana hanya diam melihat ayah mertuanya disana.
ada apa ini,apa ayah membahas itu lagi
aku siap,aku akan berusaha tegar.Hana
" Ayah ,aku mohon aku berusaha menenangkannya siang dan malam jangan sakiti istriku" Cakra merapatkan kedua tangannya memohon dan sedikit berkaca Haryadi diam dan mundur duduk kembali.
" Sayang,aku pergi dulu ini bekal makan siang mu,hari ini aku memasak.Aku harap ayah juga ikut memakannya" Hana membungkuk hormat kepada mertuanya, walaupun air matanya sudah akan tumpah dia tahan sekuat tenaga.
dia masih saja menghormati ku. Haryadi
" Hana,kau bisa ikut makan bersama kami aku memintamu Nak" Cakra berusaha menahan Hana yang ingin pergi air mata istrinya sudah metes membasahi tangannya.
Hana diam saat Haryadi meminta dengan tulus seperti seorang ayah meminta sesuatu kepada anaknya,Hana diam dia mengingat ucapan ayahnya.Jaga mertuamu seperti menjaga ayah mu sendiri.
Hana berbalik mendekat dan memeluk ayah mertuanya itu,semua menangis haru.Haryadi beberapa kali mengucapkan kata maaf kepada menantunya itu,gadis yang sangat dicintai oleh anaknya.
__ADS_1
* * *
Agnes dan Maria.
" Bagaimana kau sudah menanyakan padanya"
tanya Maria mengibas rambut panjangnya karena melihat pemuda tampan disana.Agnes melirik apa yang ditatap Marisa dia hanya menggelengkan kepalanya.
So cantik.Agnes
" tentu!" Agnes ketus
" Apa katanya!" Marisa penasaran.
" Dia alergi kacang,kau bisa menggunakan itu sebagai balas dendam" Agnes berdiri dan berlalu pergi.
Marisa masih terus menatap pemuda yang tidak bergeming sama sekali itu.Tiba tiba Karan mendekati pemuda yang sedang dia pandang,ternyata dia Galuh ,yang dari tadi duduk sendiri disana.
kenapa dia semakin tampan si.Marisa
" Karan, bukannya itu ibumu" Galuh menunjuk dengan ekor matanya.
" Benar itu dia,ayo kita perkenalkan calon menantunya yang tampan ini" Karan menarik Galuh menuju ibunya.
Marisa panik sendiri.
" Hallo ibu, perkenalkan ini calon suami Karan" Karan antusias memperkenalkan Galuh.Marisa terlihat murka berondong tampan incarannya terlepas, direbut anaknya sendiri gumamnya.
__ADS_1
" Ibu" Teriak akan melihat Marisa pergi begitu saja,dia hanya menatap Galuh bukan anaknya