
Hana bertekad untuk mengantarkan makanan sekaligus meminta maaf karena tidak mengantar suaminya bekerja hari ini .
Aku sangat lelah
" Nona kita sudah sampai " Tika berhenti tepat di tepat parkiran VIP khusus Presdir.Mobil Cakra terparkir disebelahnya.
Hana tersenyum dia senang suaminya ada dikantor .Hana sengaja tidak memberi kabar kalau dia akan datang.
" Mari Nona" Tika mempersilahkan agar Hana berjalan dihadapannya.
" Kau sangat berubah .Aku harus memberi hadiah untuk mu " Hana tertawa menepuk bahu Tika.
Tika tidak mengharapkan hadiah apapun.Bisa hidup dengan baik karena nona muda dia sangat bersyukur.
Di perjalanan menuju ruangan suaminya.Semua karyawan memberi hormat padanya.
Apa apaan mereka?
" Selamat pagi dan selamat datang nona ." Seorang wanita tinggi dan memaki rok di atas lutut menghampirinya.
" Iya " Hana tersenyum
" Presdir sedang ada di ruangannya .Aku akan mengantarmu " Menawari dirinya untuk mengantar Hana
" Tidak usah .Aku akan pergi bersamanya " Melirik Tika yang berdiri disampingnya. " Kau bisa bekerja kembali, terimakasih ".
Hana membungkuk hormat dan pergi menuju ruangan Presdir.
* * *
__ADS_1
Kim sadar
Suci menatap pasien sekaligus sahabatnya itu .Kim membuka matanya perlahan .
Seorang wanita menyeruduk masuk tanpa permisi.
" Kim kau tidak apa-apa?" Marisa datang memegang wajah Kim manja.
Kau salah dengan membebaskannya Kim
rasakan buaian nenek² itu
Suci cengengesan menatap keduanya.
" Kau sedang apa disini" Kim berusaha duduk dan Marisa membantunya.
Suci tidak bereaksi
" Aku rasa aku harus pergi.Bersenang² lah santai disini " Tawa kecilnya sangat jelas terlihat.Kim menepis tangan Marisa dari pipinya.
" Suci " Teriak Kim " Aku ingin bicara dengan mu ." Kim mengedipkan matanya agar wanita itu mengerti dengan situasi darurat yang dia alami sekarang.
" Tidak usah sekarang Kim , istirahat dulu ibu Marisa akan menjagamu " suci buru² membuka pintu dan keluar.
Kim mendesah suci sengaja meninggalkan nya .
" Ibu ? " Protes Marisa tidak terima ." Aku masih muda ,selisih usiaku dengannya mungkin hanya bulanan, benar kan ?" .
Tangannya bergelayut dibahu Kim.Kim menggeleng dia tidak bisa mengusir wanita itu agar menjauh.Tubuhnya masih lemas tidak bertenaga
__ADS_1
Awas saja kau suci
* * *
Hana sudah melihat pintu ruangan suaminya berada . Merapihkan rambut panjangnya dan juga lipstik yang dia pakai.
" kau sudah sempurna nona " Tika tersenyum melihat Hana malu² untuk memberi kejutan pada suaminya.
" Kau bisa saja .Aku tidak sesempurna itu " Hana merasa malu menutup wajahnya dengan tangan .Rey datang menghadang keduanya.
" Nona tolong pulanglah " Rey berkeringat dia baru keluar dari ruangan Cakra .Hana mendengar suara benda terbanting dan jatuh di ruangan suaminya.
" Suara apa itu? apa yang terjadi?" Hana mendorong tubuh Rey tapi laki-laki itu tidak bergeming.Membentangkan kedua tangannya.
" Nona tuan sudah tahu apa yang terjadi" Teriak Rey menghentikan tangan Hana yang berontak memukul dada nya .
Hana diam ,dia merasa lesu . Suara teriakan Cakra jelas dia dengar dari ruangan tertutup itu
" Kenapa dia bisa tahu? " Hana mencengkram kerah kemeja Rey ." Kenapa kau memberi tahunya ".
" Sebuah paket datang pagi ini .Isinya adalah gambar dimana nona bersama Kim.Aku rasa foto itu sedikit di edit .Kau terlihat membalas pelukan Kim dan tersenyum bahagia ." Rey mendesah kerah bajunya semakin kuat di cengkram Hana.
Tika berusaha melerai .Saat Hana mendengar alasan Rey dia melepaskan tangannya.
Nona maafkan aku .Tika.
" Aku harus bagaimana sekarang ?" Hana bingung ,tubunya dipeluk Tika erat saat dia merasa lemas dan akan terjatuh.
Wajahnya sudah pucat ,Rey ikut bingung dia juga terkena masalah karena Cakra tahu dia menyembunyikan semua yang terjadi kepada Cakra
__ADS_1