Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Bertanya-tanya?


__ADS_3

Cakra sedang duduk di kursi meja dikamar.Malam ini dia malas untuk keluar dan bekerja ditempat kerjanya.


Hana masuk membawa nampan berisi mangkuk bubur sumsum buatan Maria mertuanya.


Cakra melihat Hana tajam saat gadis itu mendekat,cakra fokus kepada sesuatu disana.


"Apa ?" tanya Hana kikuk saat Cakra menatapnya seperti itu " Apa aku salah memakai baju ?"


Cakra menggeleng .Dia menghampiri Hana setelah menutup laptopnya kasar


" Apa ?" Tanya Hana mundur sampai tubuhnya menempel ditembok ." Apa sih ?"


Hana semakin panik saat Cakra mengangkat ujung bajunya.


Wajahnya tidak seperti ini


jika dia ingin ,dia marah !!


" Kau bertemu siapa hari ini ?" Hana mendesah lega hanya itu yang suaminya ingin tanyakan ternyata .


" Jawab !" teriak Cakra tepat dihadapan Hana .


" Kenapa berteriak sih?' Hana berusaha menahan bibir suaminya yang terus mencium tanpa ampun.


Cakra berhenti saat Hana mulai merintih karena tersudut pada tembok kasar,karena dia mendorong nya .


" Cincin dari siapa ini !" Wajahnya masih belum bersahabat bertanya sekaligus menatap curiga .


" Oh ini !" Hana mengangkat tangannya cincin manis berada di jarinya .


" Iya " Ketus Cakra masih membayangi saat-saat Hana bertemu dengan Kim .Apa cincin itu dari Kim .


Kapan Hana keluar dari rumah dan tidak ijin padanya ?. Semua pernyataan muncul di kepalanya.


" Ini dari ibu !" Cepat hana menjawab Cakra yang merasa lega menjauh dan duduk di bibir ranjang,Hana mengikutinya.


" Ibu siapa?" Masih penasaran


" Ibumu lah .Mana mungkin ibuku sangat jauh kalau dia sampai kemari !" Hana cemberut bisa menebak dengan cepat Aya di pikirkan Cakra .


Lagi-lagi dia cemburu


dan menyakitiku.


" Kenapa tidak bilang dari tadi . Aku sudah ..."


Bicaranya terpotong


" Curiga padaku kan !" Hana ketus

__ADS_1


" Kenapa kau tahu ?" Cakra mendekati Hana yang berbaring dibelakang tubuhnya .


" Kau suami pencemburu tuan " Hana mendesah kasar ke udara


" Aku tidak seburuk itu Hana " Cakra ikut berbaring tangannya melingkar di perut rata istrinya. " Ayo kita main ,kita buat perut mu ini buncit "


Cih


" Aku tahu kau menyangka Kimi kan yang memberi cincin padaku " Hana menepis tangan Cakra dari perutnya


" Cih " Cakra kesal dan kembali duduk " Jangan menyebutkan namanya aku tidak suka "


" Aku tidak perduli " Umpat Hana kesal


Tapi jelas Cakra mendengarnya


" kau mengumpat ku sayang " Cakra kembali berbaring memeluk Hana melakukan apapun semaunya sendiri ,Hana hanya diam mendesah berkali-kali merasa geli sekaligus ingin lagi .


* * *


Robi menghentikan mobilnya dibelakang jauh dari motor yang Tika naiki.


Gadis itu memesan ojek online.Dia masuk ke dalam cafe ,Robi yang melihat langsung turun dari mobil.


Kedua tangannya masuk ke saku switer berhoodenya.


Robi menunduk berjalan santai mengikuti Tika . Gelagat Tika yang mencurigakan membuat Robi berinisiatif membuntuti nya , apalagi gadis itu keluar malam-malam seperti ini.


Robi duduk membelakangi Tika, hoode jaketnya menutupi kepala .


Kim ,Fatin dan Tika tidak bisa mengenali nya . Duduk mendengarkan pembicaraan ketiganya .


" Kau sudah lama tidak melaporkan apapun padaku " Kim menatap wajah Tika dan meminum alkohol digelas nya .


" Aku juga tidak meminta kau mengirimkan uang kan ?" Ketus Tika mendelik .


Fatin hanya menyender mengusap usap gelas yang di genggamnya .Ada sesuatu yang membuatnya diam seribu bahasa,padahal dia selalu agresif saat bertemu dengan Kim.


" Jadi masalahnya karena uang kan ? " Kim mengeluarkan segepok uang dari dalam tasnya .


Semua yang melihat mengenyit . Kesepakatan apa yang dibuat ketiga orang itu? .


" Aku tidak berminat dengan uang mu " Tika mendorong uang dihadapannya ke arah Kim .Kim mendesah kesal .


" Jangan meminta hal yang akan membuatku marah Atika " Bentak Kim merasa terhina dengan penolakan Tika .


Terlebih semua mata tertuju kepada mereka bertiga disatu meja .


"Jangan khawatir. Aku tidak ingin bekerja lagi untuk mu " Tika sudah berdiri tapi Kim menariknya agar duduk diam ditempat.

__ADS_1


" Jangan membuatku kesal Atika " Geram Kim menatap Atika .


" Aku juga sama .Tidak ingin lagi berkutu dengan manusia laknat seperti mu Kim " Fatin ikut berdiri bersama wanita yang beberapa hari lalu menampar nya keras itu.


Atika hanya heran dengan sikap Fatin yang berubah padanya.


" Hahaha" Kim tertawa terbahak-bahak ." Kau pikir? kau manusia suci fatin? kau bahkan menggoda kakak ipar mu sendiri dan menyakiti Hana ku !".


Teriak Kim melempar segepok uang kepada keduanya. Uang itu berhambur diudara dan jatuh berserak dilantai.


" Terserah apa katamu ! aku tidak mau lagi bekerja denganmu Kim " Fatin menginjak yang yang berserak dengan sepatunya.


" Jadi kalian berdua bersekutu untuk melawanku sekarang ?" Kim mendekati Fatin dan Tika .


" Iya " Tika mengenggam tangan Fatin sebagai tanda membenarkan perkataan kim.


" Jangan berani menganggu kakakku lagi Kim "


Srrttttttt satu gelas jus dia lempar ke arah wajah Kim .


Kim duduk mengusap wajahnya yang basah.


" Aku akan membalas kalian sialan !" Teriak Kim tidak perduli dengan tatapan semua orang padanya.


Kedua gadis itu keluar bergandengan meninggalkan Kim yang terus mengutuki mereka berdua.


Robi yang mendengar ancama Kim kepada Tika dan Fatin berbalik.


Kim sampai terlonjak melihat wajah Robi menatapnya dengan senyum sinis seperti meledeknya .


" Kau kaget ?" Tanya Robi berpindah tempat ,dia duduk dikursi yang tika duduki tadi ..


" Kau dari tadi disana ?" Tunjuk Kim kepada meja dihadapanya.


" Iya " seringainya membuat Kim mendesah.


Buggg


Satu pukulan Kim tepat di wajah Robi .


" SIAL. " bentak robi memicingkan mata nya kepada Kim yang tersenyum kemenangan.


Bugg


Robi membalas pukulan Kim padanya.


"Aghhh " Kim meringis darah menetes dari hidung mancungnya itu .


Satpam langsung bergegas meringkus keduanya yang saling baku hantam.

__ADS_1


" Lepaskan !" teriak Kim menatap kesal pada Robi .


__ADS_2