
Semua orang makan bersama kecuali Marisa.Dia belum pulang juga kedua anaknya tidak khawatir karena memang Rey memberi tahu Kiran semua pergerakan ibunya.
" Sayang kau mau kemana memakai baju seperti ini" Hana melirik penampilan suaminya saat mula dari kamar.Cakra tidak banyak bicara pagi ini membuat Hana khawatir.
Hana melirik Rey yang berdiri menonton sarapan pagi tuan mudanya.Hana mengatakan dengan bahasa isyarat tapi Rey malah tersenyum tipis dan menunduk.
Cih kenapa kedua laki laki ini diam,dia juga terus tersenyum menyebalkan.
" Kau jangan kemana mana,ganti pakaian mu" Cakra membelai rambut basah Istrinya.Semua orang hanya menatap tidak perduli karena mereka sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini .
" Aku harus kerumah sakit sayang " Melahap suapan terakhir tidak menyadari kalau suaminya terus menatap tajam.Hana menoleh dan tersenyum membuat Cakra tidak tahan melihatnya.
Aku sedang marah kenapa dia tersenyum!
" Kau tidak bekerja lagi mulai sekarang" Hana tersentak dan berdiri membuat semua menatap nya. " Duduk !aku belum selesai".
__ADS_1
" Sayang itu cita cita ku kenapa seperti ini" Menaikan intonasi bicara membuat Cakra mencengkram pergelangan tangannya. " Maaf " Hana duduk kembali karena sadar dia lupa siapa suaminya.
" Cita cita mu setiap hari memegang laki laki?"
" Hah apa sayang! aku memang memeriksa pasien bukannya itu memang pekerjaan seorang perawat?"Hana melirik Rey yang tersenyum .
kenapa dia meledekku???
" Kau bisa memeriksa ku kapan saja kalau kau mau,aku tidak suka kau menyentuh laki laki lain".Kembali lagi soal rasa cemburu yang membara.Rey mengutus pengawal untuk mengintip cara bekerja Hana.Banyak pasien laki laki yang selalu menatap Hana dengan nafsunya.Cakra geram dan memutuskan tidak membuat istrinya bekerja mulai dari sekarang .
* * *
Marisa dan Agnes berada didalam kendaraan menuju kediaman rumah besar.Pertama kalinya Agnes dia bawa ke rumah itu, karena Cakra tidak suka orang sembarangan masuk kerumahnya.Tapi wanita ini memberanikan diri menyusun rencana untuk memperkeruh hubungan Cakra dan istrinya.
" Maaf Nyonya siapa yang disebelah anda" Penjaga gerbang utama menahan mobil tidak mengijinkan masuk.
__ADS_1
" Ini teman ku buka aku mau masuk" berteriak dan menarik dasi penjaga.
" Maaf Nyonya tidak ada pemberitahuan kepada saya,silahkan tunggu sebentar"
Penjaga itu acuh menangkis tangan Marisa yang menariknya.Marisa memang wanita tidak muda lagi tapi rasa penasaran nya pada laki laki lebih muda atau berondong,kadang tidak mengenal siapa yang dia tatap dengan rasa suka itu.Penjaga mengusap usap dasinya seperti orang yang jijik .
Dia pikir apa maksudku cih.Marisa
" Tante lama sekali ya " Agnes merengek sampai dia melihat sosok laki-laki berlari santai menuju arah mereka.
" Buka!" Teriak Marisa pada Robi.
"Maaf silahkan menepi nyonya kita tunggu tuan muda pulang" Robi mengarahkan tangannya ke pinggir tembok pembatas agar Marisa memarkir mobilnya disana.
" Kau benar benar gila ya bla bla bla" Memaki Robi dengan kata kata kasar tidak tersaring sedikit pun.Hingga terpaksa menuruti perkataan Robi.
__ADS_1
Satu jam berlalu Agnes sudah kesal kakinya teras pegal.Robk dan penjaga sedang menikmati segelas kopi menunggu tuan muda pulang.Jwlas lama karena Cakra memang baru berangkat saat Marisa datang.