Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Harus bekerja lagi ?


__ADS_3

Hana ditemani Tika membuat bubur sum-sum untuk Cakra .


Hana mengingat jelas saat Cakra memakan bubur itu dan memuji Maria terus menerus.


Jadi ceritanya dia iri dan ingin membuat yang dibuatkan mertuanya untuk Cakra.


" Tika !" Hana memandang lekat wajah gadis itu .


Tika merasa lesu dia tidak tidur semalaman.Dan bayangan kejadi itu berputar putar mengganggunya , kejadian yang Membuatnya malu setengah mati.


" Tika bangunlah kita sudah sampai" Robi menggoyangkan punggungnya agar Tika bangun .


" Aku masih mengantuk kenapa kau mengangguk ?" Tika semakin erat memeluk tubuh Robi yang duduk didepan memegang kemudi motor.


" Gadis gila! kau tidur di punggung ku bodoh" Robi berteriak saat air liur jatuh memasahi punggung nya. " Jorok sekali " Teriaknya lagi tapi Tika tidak perduli,dan terlelap kembali.


" Aku benar-benar mati gaya jika nanti bertemu dengannya" Lirih Tika lemah disebelah Hana.


" Dor !" Teriak Hana mengaggetkan tika Yangs sedang melamun .


" Maaf nona" Tika membungkuk kembali mengaduk adonan di atas kompor.


" Tidak masalah! kenapa ? apa kau memikirkan seseorang?" Tanya Hana membuat Tika menggeleng cepat


Bagaimana nona bisa tahu? gumannya dalam hati


Hana tengah menyiapkan gula merah dan santan dengan teliti, sesekali dia mencicip nya .


" Nona kau mau membuat apa ?" Tanya Tika mematikan api kompor saat Hana melihat adonan itu sudah matang.


" Ini untuk suamiku ! bubur sum-sum special" Tawanya menghiasi langit-langit dapur .Tika mengenyit.

__ADS_1


Nona tuan sudah selesai bersiap !" Susi yang datang tergesa-gesa saat melihat Cakra membuka pintu menuju ruang kerjanya.


Setelan jas hitam melekat ditubuh kekar Cakra masuk ke dalam ruangan disusul Rey .


" Aduh ini belum siap" Hana panik sendiri dan menyiapkan bubur dengan hati-hati.


" Jangan sampai salah Hana " Bisiknya dengan kedua tangan sigap mempersiapkan bubur diatas mangkuk.


" Susi lihat apa ini cantik ?" Tanya Hana meminta Susi memberikan komentar sebelum dia membawanya ke hadapan Cakra


" Itu sangat cantik nona muda ,kau berbakat?" Susi jujur mengomentari tentang penampilan bubur yang di tata oleh Hana.


" Coba coba " Hana meraih sendok memilah bubur dari mangkuk miliknya .


" Tidak usah nona " Susi menahan bagaimana bisa dia makan dengan sendok yang sama dengan nona muda ?


" Jangan membantahku " Hana kembali memasukan bubur itu ke mulut Susi.


" Aahh benarkah!" Hana tidak percaya dan berjingkrak kesenangan.


Hana segera membawa kedua mangkuk ke meja makan,dia tidak berani mencicipi karyanya.


Biar Cakra sendiri yang duluan memberikan komentar harapnya sedikit cemas


" Apa itu?" Tanya Cakra heran saat istrinya meletakan mangkuk dihadapannya.


" Cantik sekali?" Cakra memuji dan menatap wajah Hana yang merona itu.



" Benarkah itu cantik?" Tanya Hana menatap lekat hidangan buatannya.

__ADS_1


" Iya sangat cantik tapi tidak secantik dirimu istriku" cupp kecupan lembut dikening isterinya.


Hana kikuk bingung harus menjawab apa jelas dia sangat senang pagi ini .


Karyanya berhasil membuat Cakra memujinya seperti saat cakra memuji buatan mertuanya.


Cakra menyuapi Hana dengan sendok yang sama.


Dia lupa sedang marah padaku haha


Cakra menyuapi dirinya sendiri dan tersenyum menatap kedua bola mata yang berbinar itu .


Setelah hbis cakra mengusap bibir Hana dengan tisu yang sama .


Hana mengenyit


" Jorok !" Hana mendelik


" Jangan seperti itu ,kita pernah melakukan hal yang lebih jorok dari ini. " Hupp mulutnya ditutup rapat Hana dengan telapak tangannya


Cakra terseret mengikuti langkah Hana keluar.


Susi dan Tika saling menatap dan tertawa terbahak-bahak berdua.


" kenapa tuan muda gamplang seperti?" Tika menggelengkan kepalanya dan membereskan semua makanan disana .


" Tuan sering seperti itu sekarang untuk menggoda nona muda " Susi tertawa kecil mencicipi bubur bekas Hana yang masih tersisa setengah porsi itu.


Susi sangat menyukai menghabiskan makananan bekas majikannya.Dia tidak suka saat makanan terbuang begitu saja .


Itu sebabnya Cakra mempercayakan uang belanja selama satu bulan penuh kepada Susi.Dia bebas membeli bahan makanan dan kebutuhan dapur

__ADS_1


Bertahun-tahun Susi melakukanya.Jika manusia yang tidak berpikir panjang mungkin sudah membawa kabur uang dapur yang nominalnya sangat fantastis itu.


__ADS_2