
Hana selesai mandi dan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.Hana berkaca melihat pantulan tubuhnya nya di cermin.
Kenapa ini?
Hana melihat ada yang berubah ditubuhnya.Hana berjalan mengintip dari ruang ganti melihat kamar apakah suaminya ada atau tidak??
" Dia tidak ada syukurlah"
Hana melepas handuknya dan bercermin.Dia melihat jelas ada perubahan bentuk bagian tubuhnya.
Jegklek pintu kamar terbuka.Hana langsung menyambar handuk dilantai mengikat kencang , mengeringkan rambutnya kembali.
" Hana " Teriak Cakra dari kamar.
" Sebentar" sahutnya pelan.Duduk dikursi melihat wajahnya tampak bersih dan cerah tidak seperti dulu.Kusam dan berjerawat satu dua tiga.
" Aku sibuk melayani nya ,sampai tidak pernah berkaca dengan teliti"
Cakra masuk karena menunggu Hana selalu membuatnya kesal.Hana berdiri mengeratkan handuknya.
" Kau kenapa lama sekali" Membuka lemari memilih kaos turtleneck favoritnya.Kumis tipisnya masih ada tapi janggut dan brewoknya dia cukur bersih.
" Kau tampan sekali sayang " Celetuk Hana yang sibuk memilih celana. " Aa apa ini,sana aku belum pakai baju".
" Diam ! memeluk Hana dan mencengkram bagian favoritnya.
Aaaa sakit setiap malam dia gila seperti ini.
__ADS_1
" Sayang lepaskan sakit"
" Yang mana sini aku lihat" menarik handuk Hana hingga terlepas teronggok dipojok ruangan. " Yang mana ?".
" Sayang kita jadi tidak Dinner?" Hana kesal Cakra memeriksa tubuhnya dan memberi kecupan disetiap kulit yang dia sentuh.
kumis tipis nya membuatku geli.
" Jadi " Tertawa Nakal dan kembali memilih baju untuk makan malamnya.
Cakra mengganti bajunya didepan Hana . Istrinya hanya menggeleng ngeri melihat tubuh suaminya yang kekar apalagi Dadanya yang bidang.
Tidak tahu malu!
" Sayang keluar aku mau pakai baju"
Hana diam dan duduk menatapnya.Cakra tergelak dan keluar dari ruang ganti turun kekamar Karan.
" Ada apa kakak aku lelah"
" Kau mau tas tidak ?" Cakra menyender .Karan langsung antusias dan membuka matanya agar melek dengan benar.
" Mana tas ku" menyodorkan tangannya terbuka
" Malam ini akan ku belikan,tapi bantu aku dulu"
Karan mengangguk.Menuruti apa yang dikomandoi kakaknya.Cakra menyuruh Karan untuk merias Istrinya karena malam ini malam spesial.
__ADS_1
" Karan kenapa disini" Hana heran Karan masuk membawa kotak dan menutup pintu.
" kakak menyuruhku meriasmu diam dan duduklah" Menekan bahu Hana dengan tangannya.Hana diam membiarkan Karan meriasnya gadis itu memang pandai soal berdandan jauh pandai dari Kiran.
" Diam kakak"
" Ini terlalu tebal awas aku hapus saja"
" Jangan! diam dulu belum selesai".Hana diam karena bahunya ditekan Karan.Gadis itu menutup mata entah yang diulaskan diwajahnya oleh anak itu.
" kakak sudah selesai buka mata mu, tinggal pakai lipstik" Karan membuka kotak mencari lipstik merah cabe.Mengoleskannya Hana berbalik ke arah cermin betapa kagetnya wajahnya seperti tumpukan cat warna-warni baginya.
" Aaaa apa ini? muka ku kenapa menor begini,Karan!
" Kakak cantik ayo keluar"
" Kau gila lihat bajuku dia memilih baju seperti ini,aku lepas saja" Hana menarik bagian tangannya.Karan menahan dan menarik nya keluar.Diluar Cakra sudah menunggu dengan rambut yang telah ia sisir dan setelan kekinian membuatnya sangat tampan.
" Kakak lihatlah karyaku"
Cakra berbalik menatap Hana dari bawah sampai ujung rambutnya.
Dia cantik sekali , aaaa aku ingin menciumi bahunya.
" Karan lepaskan"Hana mundur malah didorong sampai terjebak di Dada suaminya.Hana mundur tapi pinggang sudah dikuasai Cakra.
" Karan keluar" Cakra berteriak dan Karan keluar.Cakra menendang pintu dengan kakinya.Mengunci nya tanpa berbalik,matanya fokus menatap Hana.
__ADS_1
" Kau cantik" meraih bibir merahnya Hana dan ******* bibir Hana.Hana membalas uluran lidah suaminya.Mereka berciuman sangat lama memainkan lidah mereka berdua.Hana tidak sadar baju sudah menggantung di pinggangny .