
Hana pamit dan berterima kasih pada farel .
" Hati-hati" Teriak farel melihat keduanya pergi.
Candra meminjam mobil Farel untuk mengantar Hana pulang,dingin yang bisa aja membuat Hana sakit itulah yang membuatnya berani meminjam barang farel jarang-jarang dia melakukannya meminjam barang orang lain
" Arahkan ,dimana rumahmu?" tanya candra membuat Hana menoleh padanya
" Terus saja masih jauh " Hana berbicara tanpa melihat wajah Candra yang melirik nya berkali-kali.
Tiga puluh menit kemudian Hana melihat arah rumahnya sudah semakin dekat.
" Berhenti di sini " Hana melihat halte bus dan dia pilih menjadi tempat nya berhenti.
tidak mungkin Hana membawa orang asing ke alamat rumah Cakra,suaminya tidak suka sembarang orang masuk walaupun hanya di depan gerbang rumahnya.
Dia bisa saja menyakiti
Candra jika melihat seorang pria
mengantarku.
" Kau yakin?" Candra memapah Hana ke halte membuat Hana duduk dikursi,matanya berkeliling tidak ada rumah yang terlihat Seperti rumah gadis yang dia tolong.
" Aku pinjam ponsel mu " Hana mengulurkan tangannya,Candra tidak menunggu lama dia merogoh ponsel di saku celana nya. Dan memberikan itu kepada Hana.
" Kau mau menelfon siapa?"Tanya candra penasaran..
__ADS_1
" Husstttt " Hana menekan jari di bibirnya agar pria itu diam tidak berbicara. " Aku sedang menyelaratkan hidupmu"
Hana membuat Candra bingung.
" Halo " Hana memulai pembicaraan
" Aku di halte ..." Hana menyebutkan tempat dia berada sekarang.
" Jangan banyak bertanya dan pergilah kemari " Hana sedikit marah kepada orang yang dia telfon.
Panggilan terputus tidak memakan waktu banyak saat Hana menelfon seseorang
" Terimakasih" Hana menyodorkan ponsel Candra kembali
" Dimana rumahmu sebenarnya?" Candra heran
" Aku akan menunggu sampai ada yang menjemput " Candra ikut duduk , memainkan ponselnya.
Hawa dingin sangat menusuk malam itu,Hana menggosok gosok kedua tangannya setelah telapak tangan terasa hangat,dia tempelkan di kedua pipi nya itu sebagai cara menghangatkan diri .
Candra hanya tersenyum tipis melirik Hana di sampingnya.
" Kau bisa pergi ,mereka menuju kemari " Hana panik .
" Aku akan menunggu " Candra menolak dia malah semakin khawatir melihat Hana panik.
" Kau pergilah, mereka menuju kemari .Jika dia melihatmu kau bisa mati " Hana mendorong tubuh Candra agar pergi.
__ADS_1
" Dia siapa?" tanya candra masih diam menatap Hana
" Suamiku " Teriak Hana lantang ,candra seketika menjauh dari tempat Hana duduk.
" Candra tunggu sebentar " Hana memainkan tangannya agar pria itu berputar balik.
Candra kembali mendekati Hana.Ketika gadis itu sudah berdiri dan kesusahan berjalan ke arahnya..
" Kau bisa duduk" kata Candra mendekatkan diri
Hana meraih tangan besar itu dia genggam ,dan menatap Candra yang menatapnya.
" Mulai hari ini kita berteman " Hana berjabat tangan dengan Candra dan tertawa kecil membuat Candra gugup.
Dag dig dug hatinya seperti mau meloncat dari tempat nya bernaung.
Candra masih diam melihat Hana yang tersenyum menatap nya hangat.
Candra sadar dia menatap lain kepada Hana dan segera melapaskan tangan nya.
" Bagiamana bisa kau mau berteman,aku saja tidak mau bertemu lagi dengan mu " Candra menatap Hana tajam ." Kau sangat membuat ku susah ".
Telaknya membuat Hana kesal.
" Dasar tidak waras " Hana membuat suara pelan sampai Candra tidak dapat mendengar ucapannya.
" Baiklah aku pergi " Candra masuk kedalam mobil tanpa menoleh Hana yang melambai padanya.
__ADS_1
" Hati-hati" Ucap Hana menatap mobil itu menjauh dari tempatnya .