
Hana diam menatap pintu kamar yang sedikit terbuka itu.Hana ingin mengintip tapi tidak bisa.
Hana memejamkan matanya dan masuk,Cakra sudah terbalut selimut sepatu belum dia lepas.
Hana memberanikan diri,untuk melepaskan sepatunya perlaha.Hana berhasil melepaskan sepatu suaminya,hanya tinggal kaos kakinya yang susah.Hana berusaha menarik tapi kaki panjang itu bergerak,Hana diam menghentikan gerakannya.
Setelah merasa Cakra memang sudah tidur.Hana berusaha menarik kembali dengan lebih pelan dari tadi
" Lakukan dengan benar" Teriak Cakra dari balik selimut,Hana kaget dan mundur tiga langkah.
Dia belum tidur.Hana
" kau mau kemana,!" Langkah Hana menuju pintu keluar terhenti.Dia semakin ketakutan Hana duduk dibibir tempat tidur.
" Siapa yang menyuruhmu duduk!" Cakra teriak lagi.
" Lalu aku harus bagaimana" Teriak Hana menimpali.Cakra menendang selimutnya sampai ke lantai.
" Kemari,dan duduk disini" Cakra duduk menyender , menepuk pangkuannya.
mana berani duduk dengan wajahnya menyeramkan seperti itu,aku ingin keluar saja.Hana hanya mampu berteriak dalam hatinya.
" Kemari!"Cakra melempar bantal mengenai kepala Hana,yang membelakanginya.
Hana merangkak menunduk,dan duduk dipangkuan Cakra.Wajahnya tidak sama sekali mendongak terus tenggelam di dada Cakra.
" Tatap aku!" Teriak Cakra lagi.Hana menggeleng"Tatap aku Hana!"
Hana mendongak tapi menutup matanya.Bibirnya dikecup Cakra beberapa kali,Hana masih menutup matanya.
" Astaga Hana kau kenapa ,buka matamu!" Cakra menekan mata Hana,Hana malah menunduk memeluknya.
" aku salah,iya salah aku salah ,aku salah aku salah, maafkan aku maafkan aku.Jangan hukum aku" Hana berbicara cepat didada Cakra membuat suaminya tergelak.
" Cium aku dulu" Hana mendongak mendengar suara Cakra sudah normal tidak disertai amarah.
__ADS_1
" Berapa kali"
" Seratus kali"
Gila ya .Hana
Hana menciumi semua wajah suaminya.Cakra hanya diam melihat Hana menciumi nya tanpa menatap dirinya .Cakra menahan bibir Hana,dan malah dia yang ******* bibir Hana.
" Kau dari mana"
" Dari pusat perbelanjaan disana" menjawab cepat dan menyebutkan nama mall.
" Kau membeli apa!" Tanya Cakra menekan tungkaknya.
" Skincare"Jawaban Hana membuat Cakra tergelak.
" Kau mau menunjukkan wajah menor mu pada siapa,pada satria" Teriak Cakra kesal, menyunggingkan bibirnya" Ini baju apa,kenapa memakai baju seperti ini,tubuh mu terlihat jelas".
Cakra menarik ujung dress berwarna biru itu, resleting di bagian depan dia tarik juga.Bibir tetap mengecup bibir Hana.
" Sayang , awas aku akan ganti bajuku sendiri" Hana melepaskan bibirnya.Cakra menahan.
" Hukuman untukmu,tidak boleh keluar selama seminggu kau dengar?" Cakra mendorong Hana masuk ke kamar mandi.Hana ingin menawar mulutnya dibekap Cakra.
Dia tidak tahu,rasa khawatir ku seperti apa.Cakra
Cakra keluar setelah menulis sesuatu dikertas.Di ruang tengah Marisa duduk dengan baju rombeng acak acakan.
Masalah apalagi ini. Cakra
" Cakra" Marisa berdiri saat melihat Cakra menuruni tangga.
Cakra duduk disofa menumpang kan kakinya.
" katakan" Ketus Cakra mengepalkan tangannya.
__ADS_1
" Tolong Nak, kembalikan kartu hidupku" Marisa mendekat Rey menahan nya .
" Katakan padaku,alasan baik apa sampai aku harus memberikan kembali uang ku padamu"
Cakra menusuk garpu pada potongan buah, memberikannya pada Rey.Rey menyuapkan garpu pada Marisa.Walaupun dia juga jijik.
Marisa mengunyah dan menelannya cukup susah ,karena dia gemetar ketakutan
" Aku harus pergi ke panti asuhan minggu depan Nak,aku sering menyumbang disana pasti mereka menungguku" Hanya ini alasan yang dipikirkan Marisa.
Rey mendengus .Cakra tersenyum sinis melihat wajah Rey begitu kesal.
" Katakan padaku,kenapa kau menyakiti Hana ku ,saat aku tidak ada dan juga membawa gadis pengacau itu kerumah lagi" Cakra langsung berdiri setelah menyebutkan alasan kenapa dia memblokir semua kartu hidupnya.
Marisa diam kenapa dia bisa melupakan kesalahannya.Mungkin Marisa sudah pikun.
" Nak, pikirkan gadis itu tidak cocok dengan mu sayang" Marisa menyentuh tangan Cakra.Cakra menepisnya dan mendorong Marisa.
" Rey berikan" Setelah berucap cakra berjalan dan berlari menaiki tangga.Menutup pintu kamarnya kasar membuat Marisa terlonjak kaget.
" Ini yang bisa diberikan Cakra untuk terakhir silahkan " Rey memberikan amplop coklat berisi uang tunai.
Ini tidak akan cukup.Marisa
" Ini apa" Marisa melemparkannya ke sofa.
" Susi ambil,jika Marisa menolak itu untuk kita para pelayan." Rey lelah pergi begitu saja menaiki tangga,banyak pekerjaan yang harus dia urus bersama tuan muda diruang kerjanya.
" Tidak tidak aku tidak menolak ,aku akan mempergunakannya" Marisa melangkah menuju kamarnya.Robi menghadang pintu kamar.
" Silahkan keluar,anda tidak diterima untuk tinggal disini lagi"Robi ketus maju Marisa mundur.
apa ini , kenapa dia mengusirku,aku akan mengadu pada kakak.Marisa
Marisa keluar saat semua mata tajam menatapnya.Dia membawa amplop coklat dan berniat pergi menemui Haryadi dan Maria.
__ADS_1