
Suara kendaraan lalu lalang terdengar bising.Walaupun matahari belum menampakkan cahaya tapi semua orang sudah berbondong bondong meraih harapan cerah paginya.Harapan dan impian boleh sama, ingin menikmati cahaya siang dengan kebahagiaan yang tidak akan berakhir walaupun matahari kembali ke peraduannya.Harap dan mimpi setiap insan dibumi.
Dirumah kediaman Alaska
Hana Sudah mandi walaupun tangannya berdenyut,saat dia mengangkat dan meraih sesuatu.Cakra masih terlelap dengan mimpinya , tidak memikirkan pekerjaan berangkat pagi.Orang kaya kesiangan sedikit tidak masalah.
" Sayang bangun,ayo sekertaris Rey sudah menunggu pasti!" menggoyang goyangkan bahu suaminya.Cakra melek mengucek mata dia ingat hari ini pekerjaan sangat banyak Rey jelas sudah menunggu nya dibawah.Hana menyisir rambutnya.Kegiatan pagi hari yang rutin dia lakukan adalah memeluk Hana.
" Mandi cepat,bajumu sudah siap" Hana mendorong cakra kalau tidak dia akan tetap memeluknya.
Hana duduk di sisi tempat tidur menggunakan hotpants.Menonton acara gosip pagi pagi disalah satu stasiun televisi swasta.Menyantap sarapannya dengan lahap,tersenyum mendengar celotehan host gosip ibukota yang terkenal dengan sentilan bibir hatersnya.
" Jangan menonton itu,mending kartun itu lebih baik dari pada acara gosip nimbrung ga jelas" Cakra menyisir rambutnya dan berkomentar.Melihat Hana yang sama sekali tidak mengubris nya dia sedikit kesal dan gemas juga.
Celana apa itu membuatnya seksi begini.
" Ini celana siapa?" tanya Cakra menarik ujungnya" Aku baru melihat ini".
__ADS_1
" sayang lepaskan,aku punya banyak tapi tidak sempat memakainya"
" Buka celana mu,seksi begini si" mencium bibir Hana merasai apa yang sedang di nikmati istinya "Kau makan apa ini masam sekali rasanya" mengusap bibir Hana.
" Cobalah" memasukan strawberry ke mulut suaminya" Enak?" Hana tertawa melihat ekspresi wajah Cakra menahan kelu.
" Ini sangat masam,buang nanti perut mu sakit" melempar kotak strawberry ke sofa " Jangan makan yang aneh aneh".
" Buka celana mu ,kan aku tadi bilang" Hana semakin bingung.
" Untuk apa sayang,aku senang memakainya biarkan saja" menarik selimut sampai ke pinggang nya.
Hana masuk ke ruang ganti mengganti hotpants dengan rok selutut .Cakra mengacungkan jempolnya.
" Aku bekerja dulu,kau ku hukum karena berbohong tidak belanja malah bekerja,jangan kemana mana"
Aaaaa tenyata dia memang tahu dan ingat!
__ADS_1
" Sayang?" memasangkan dasi dan merengek berharap cakra luluh tapi ternyata tidak
"Susi yang akan memenuhi kebutuhan mu,jika kau melanggar hukuman mu bertambah" mengedipkan mata dan menarik Hana keluar kamar.Bergandengan dan tertawa riang gembira begitulah suasana rumah ini yang dulu dijuluki rumah hantu ,sangat berbeda dengan hadirnya Nona muda.
Kini mereka berdua berada dimeja makan
Hana yang masih cemberut tidak mau makan terpaksalah suaminya menyuapi.
" Makan kalau kau sakit,aku juga ikut sakit nanti!"
memasukan makanan ke mulut Hana.Hana hanya diam membisu karena Karan dan Kiran cekikikan melihat mereka.
" Susi ganti perbannya nanti siang ,jaga dia "menciumi ubun ubun Hana yang duduk melanjutkan sarapannya.Cakra sudah berdiri dan mengusap usap kepala Hana.
" Baik tuan" Menjawab cepat
" Jaga dia,jika dia keluar dari rumah sejengkal saja pelayan dan pengawal yang aku pecat" Deg jantung Hana terasa mau copot.Bagaimana bisa dia yang keluar orang lain menanggungnya gumamnya.
__ADS_1
" Aku pergi, tidak usah mengantar" Mencium pipi Hana dan keluar diikuti Rey dari belakang .Hana Pesaran dan memanggil Rey untuk membungkam hati dan pikirannya yang berkecamuk penasaran kenapa ada peraturan seperti itu dirumah ini pikirnya.