
Hana duduk meringkuk dipojok ruangan setelah bertengkar hebat dengan Cakra.Dia lelah dituduh ini itu oleh suaminya.Memang sifat Cakra yang posesif menggila saat Hana berbicara, atau menurutnya istrinya itu membela laki laki lain .
" Hana,maafkan aku aku salah" Mengusap lembut kepala istrinya.Hana menggeleng agar tangan suaminya menyingkir.Dugg sikutnya menyenggol tembok keras membuat sikutnya kembali berdarah.
Cakra menggendong dan membaringkannya.Hana diam memegang sikutnya yang ngilu.
" Maafkan aku" memeluk Hana kembali menciumnya berkali kali.Sampai Hana membalas pelukannya.
" Diam disini aku akan memanggil dokter" melepaskan pelukannya.Taoi Hana menarik bajunya.
" Tidak usah aku ingin denganmu.Dia menyakiti ku dan aku takut kau mengotori tanganmu untuk menyiksanya.Jangan gampang bermain tangan ,aku tidak sanggup disentuh oleh tangan yang sama" Hana terisak mengusap usap Dada suaminya.
" Karena istriku yang meminta aku tidak akan melakukan apapun" mencium kening Hana dengan lembut.Hana tersenyum.
" Panggil aku sayang,jangan kau kau kau " Menarik Hana lebih dekat dan mencium bibirnya. " Jangan menangis lagi".
Akhirnya kembali normal.Hana digendong Cakra sampai masuk ke mobil,Hana diam membiarkan walaupun dia harus menenggelamkan wajahnya didada suaminya.Malu karena semua mata tertuju padanya.
" Kakak ipar" Teriak Kiran yang baru turun dari mobil.Cakra menutup pintu mobil dan ikut masuk.Mobil melaju cepat Kiran tidak bisa mencapainya.
__ADS_1
" Hah kurang ajar dia mengerjai ku ,Rey sialan". Terengah engah.Dia sempat melihat senyum tipis Rey dikemudi.
" Minum" Robi menyodorkan sebotol air mineral Kiran meminumnya.
" Apa mereka baik kan?"
" Siapa?" Berjalan pergi meninggalkan kiran.
" Tuan muda dan Nona muda apa mereka baikan?" Menarik baju Robi agar diam.Robi mengangguk dan masuk ke mobil Kiran.
" Bagaimana masalahnya" Tanya kiran
" Sudah di atasi dokter itu sudah kembali bekerja dan Nona muda memberikan bonus padanya" Sahut Robi sambil mengemudi.
" Itu karena Nona membujuk tuan dengan special,bukan karenamu!" mendelek sebal membuyarkan kebanggaan Kiran seketika.
* * *
Dirumah
__ADS_1
Cakra menggendong Hana sampai kamar.Hana tidak boleh duduk apalagi berjalan begitulah larangan dari Raja nya.
" Aku bosan disini untung dia tidak marah karena aku berbohong " Hana senang Cakra lupa memarahinya.Gara bukan belanja malah bekerja.Hana sengaja akting marah pada suaminya.
Hana memainkan ponsel suaminya.iseng membuka album foto melihat sedikit foto disana.Hana melemparkan ponsel saat melihat foto perempuan lain disana.Cakra yang sigap langsung menangkap ponselnya.
" Kau gila,ini ponsel berarti untukku" Mengusap usap ke dadanya.Hana diam membisu melihat Cakra berteriak padanya.
" Iya iya itu sangat berarti untuk mu" Hana turun ingin keluar walaupun lutut nya terasa ngilu.Cakda kesal sendiri melihat Hana kembali mrah marah padanya.
"Kau mau kemana duduk diam ,kau sedang sakit" Menjatuhkan Hana ditempat tidur. " Diam,mau menurut tidak?".
Hana. meringkuk membalutkan selimut ditubuhnya.Cakra masuk ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang lengket.
" Aku mau tidur dikamar Anak anak saja" Maksudnya Kiran dan Karan.Hana turun membuka pintu pelan.Berjalan perlahan menuruni tangga berpegangan erat.Susi melihat Nonanya turun menunggu dibibir tangga.
" Hati hati Nona" Meraih tangan Hana yang akan terjatuh.
" Terimakasih,aku mau kekamar anak-anak apa bisa mengantarku?" Susi bingung dengan permintaan Nona mudanya.Sampai Karan datang memeluk Hana.
__ADS_1
" Kakak aku kangen emmm emmm" Menciumi pipi Hana berulang.Hana hanya tertawa melihat Karan begitu juga Susi.
Karan memapah Hana menuju kamarnya.Dikamar Kiran sedang duduk dimeja belajar dengan laptop dan berkas kerjanya.