
Di rumah.
Entah apa yang terjadi di supermarket,Hana hanya mampu menerka-nerka seperti biasa. Dan satu hal lagi , dia belum sempat membeli apapun yang dia mau untuk kebutuhan kehamilannya.
" Kamu kenapa , gelisah sekali sayang ?" Tanya Cakra sambil mengecup kening Hana keras,mungkin jika dia pakai lipstik akan sangat berbekas.
" Pelan-pelan " Protes Hana terasa perih dikening nya.
" Jangan menggoda ku mangkanya" timpal Cakra
" Menggoda apanya?aku diam dari tadi " Hana merasa semakin kesal.
Cakra tertawa melihat tingkah laku Hana yang sekarang, teramat berbeda. Hana seperti bayi mungil yang gampang merengek menurut Cakra sekarang,tapi itu sangat menggemaskan baginya.
Cakra menghubungi seseorang yaitu Reynan.
" Halo !" katanya memulai suara saat panggilannya diangkat cepat oleh Rey.
" Saya siap tuan , ada yang kau perlukan ?" Tanya Rey walaupun dengan perasaan kalut karena Cakra meninggalkan pekerjaan yang sangat banyak hari ini.
" Dengarkan istriku mau berbicara " Ucap Cakra membuat Hana menoleh padanya.
" Asal menebak terus dari tadi , siapa juga yang mau berbicara dengan manusia ini . Yang kadar menyebalkan nya melebihi suamiku sendiri "
Cakra menyodorkan ponsel tapi tidak kunjung diterima oleh Hana. " Untuk apa ?" Tanya Hana menolak ..
" Berbicara ,kau mau beli apa tadi? katakan semuanya pada Rey. Sepuluh menit semuanya akan tersedia di hadapan mu " Cakra tidak membuat suara nya kencang tapi Rey diseberang sana langsung gelisah.
Jika sepuluh menit yang dikatakan tuan muda ? memang harus tepat waktu.
" Eh... perhatian juga suamiku ini hehe ." Hana sumbringah , langsung meraih ponsel.
" Halo sekertaris " Ucap Hana
" Iya nona muda " Suara malas .
" Bebicara dengan benar ,kau bosan bekerja dengan ku ya !!" Cakra beteriak, dia sudah tahu bagaimana tata nan suara rey dengan jelas.
" Maafkan saya tuan ,iya nona muda. Kau membutuhkan sesuatu? katakan padaku !" Ucap Rey diseberang sana sambil menyiapkan kertas beserta pena. Dia tahu tentang Persiwa disupermarket dari pengawal lain yaitu Robi.
" Dengarkan aku sekretaris . Dua box susu ibu hamil rasa coklat , dan buah alpukat
Buah jeruk.
Ubi jalar.
Pisang. Hanya itu saja tolong pilih jeruk yang terbaik ya , aku ingin memakannya saat sampai nanti " Ucap Hana merasa air liurnya seperti akan menetes.
__ADS_1
" Memang Susi tidak menyediakan jeruk di dapur ,kenapa semua pekerja sepertinya sudah tidak betah bekerja disini " Umpat Cakra kesal dengan wajah yang murka pula. Secara tidak langsung Hana melaporkan semua para pekerja di rumah nya.
Hana yang mendengar akan hal itu, langsung menutup panggilan sepihak. Dan membelai pipi Cakra dengan kedua telapak tangannya.
" Bukan seperti itu sayang,ini masih jauh dari jadwal Susi berbelanja " Ucap Hana berharap pria itu tenang.
" Aku rasa nanti malam harus mengintrogasi semuanya tanpa terkecuali " Ucap Cakra tanpa bisa di bantah.
Pelayan dan pengawal yang melihat dan mendengar menelan ludah kasar bersama-sama.
Hana hanya menggeleng kepala, semua yang dia lakukan berbuah buruk untuk semua pelayan dan penjaga.
****
Kediaman Hana.
Semua sudah siap, berbaris dan duduk didepan laptop yang disiapkan oleh Rudi
Tentunya ayah Hana yang paling depan bersama ibunya. Saat mendengar kabar kalau anak sulung nya hamil , tentu saja ayah ibu dan semua orang antusias.
Dan ingin berbicara langsung dengan Hana sekarang.
" Ayah ,jangan memasang wajah sedih . Nanti Hana jadi kepikiran mau pulang, kasihan menantu kita dia kan sangat sibuk" Ucap ibu Hana melihat suaminya sudah berkaca-kaca ingin menyampaikan selamat walaupun belum dimulai panggil.
" Iya aku juga paham " Jawab ayah singkat.
Di sisi lain ,Hana masih menunggu kedatangan sekretaris Reynan. Cakra sibuk dengan laptopnya , walaupun dia di rumah tetap saja Reno mengirimkan semua file melalui email untuk diperiksa oleh tuan muda .
Panggilan video call dari Rudi.
" Sayang " Panggil Hana ragu-ragu untuk menerima panggilan.
" hemmm " Masih diam.
" Rudi video call ?" ucap Hana menunjukkan layar ponselnya.
" Rudi siapa ? wah-wah sudah terang-terangan ya kamu selingkuh sekarang " Ucap Cakra menjentikan jarinya dikening Hana dengan ekspresi murka
Hana terbelalak walaupun dia sudah mengabsen nama saudara laki-laki,tetap saja suaminya enggan untuk mengingat dan inilah yang terjadi.
" Dia anak adik ayah ku ,kamu lupa ? " teriak Hana menepis tangan Cakra yang sudah akan menyentilnya.
" yang mana aku tidak ingat" Dingin masih tidak percaya.
Hana mendelik , menekan tombol panggilan .
Byar .. " Hanaa...." Teriak semua orang dari dalam ponsel.
__ADS_1
Cakra menatap dengan seksama yang mana namnya Rudi?
" Hana , bagaimana kabar mu ?" Tanya ayah
" Ana , baik-baik saja ayah . Kalian berkumpul bersama untuk mengubungi ku ?" Tanya Hana merasa bahagia, menyikut tangan suaminya agar berhenti menuduhnya dengan tatapan maut itu.
" Tentu , kami semua sangat bahagia saat mendengar kabar kehamilan kamu nak " Ucap ibu menangis, dia yang mengingatkan ayah malah dia yang menangis haru.
" Selamat ya Hana,dan kakak ipar " Teriak semuanya.
" Terimakasih " Ucap Cakra memperhatikan semua keluarga Hana yang berkumpul gembira dengan kehamilan istrinya.
" Jaga anakku !!" Ayah setengah berteriak.
" tentu ayah " Cakra sambil tersenyum.
Hana berbincang hangat dengan satu persatu keluarganya. Cakra diam mendengarkan jika ditanya dia aka menyahut itu saja.
Kepalanya menyender di bahu kecil Hana ,tidak perduli semua keluarga menatap heran.
" Ya sudah istirahatlah ," Ucap ayah mengakhiri sudah terlalu lama mereka berbincang.
" Kalian sehat-sehat ya , aku akan sangat merindukan kalian " Sebuah kode sambil melirik suaminya yang menatapnya mengerti.
" Tentu , kalian berdua jangan sungkan bertanya kepada ibu jika ada sesuatu hal yang tidak kalian pahami "
"Baik Bu " Jawab Hana sambil menangis.
Panggilan video call terputus.
Hana masih menangis merindukan semua keluarga nya . Cakra mengusap air mata istirnya lembut.
" Apa perlu aku mengundang semuanya kemari ?" Tanya Cakra yang langsung disambut pelukan Hana kepada nya.
" Terimakasih " Ucap Hana dalam dekapan suaminya.
Cakra tersenyum lebar, menciumi pucuk kepala Istrinya hangat dan mengusap nya pelan.
****
**Bagaimana mah dilanjut up apa engga nih ?
SEMANGATIN author dengan komentar positif, like dan komen ya
Berikan rating lima nya di tunggu.
Tekan tombol 💗
__ADS_1
bikin author semangat up tepat waktu.
terimakasih selamat berpuasa**