
Hana menunggu suaminya masuk.Tenggorokannya sangat kering membuka lemari es kecil dipojok kamar.
Hana meneguk satu botol masih menunggu Cakra .
Pintu terbuka Cakra masuk dan mengunci pintu.Meloncat ke atas kasurnya membuat Hana tertindih.
" Sakit sayang awas " Berusaha bergerak tapi tidak bisa.
" Hukuman untukmu" Menekan kakinya membuat Hana tertawa merasa geli " lihat lihat tawa mu harus kau jaga,jangan tertawa seperti itu dihadapan laki laki lain".
" Menangnya kenapa? mencubit pinggang suaminya. " Ampun ampun hentikan sayang geli".
" Ketawamu semuanya yang ada padamu terlihat menggemaskan.Tunjukan itu hanya dihadapan ku"
peraturan apa itu? apa ada yang lucu aku harus mingkem apa!
" Baik baik tuan Raja " Hana terlepas dari tindihan suaminya.Dia duduk dipangkuan suaminya.
"Aku berat kan,aku turun saja ya" Merangkak turun ,tangan Cakra sudah menariknya kembali" Sayang apa yang terjadi dibawah"
" Tidak ada! meraih dagu Hana menciumi bibir manis merona dengan lembut.
" Sayang awas dulu aku mau ganti baju,sesak sekali rasanya" Cakra melepaskan Hana .Dia juga melepas kaos panjang dengan kaos putih oblong . Berbaring menarik selimut.
Hana diruang ganti memilih baju tapi semua model bajunya ganti.Menjembreng satu dia memperhatikan nya,begitu terbuka dan transparan.
" Ini lingerie kan?kenapa ada dilemariku, kemana semua baju normal ku " mengacak acak tapi tidak menemukan bajunya..Hana mengintip keluar melihat Cakra sudah terbalut selimut artinya dia sudah tidur pikirnya.
__ADS_1
" Ya sudah pakai ini saja, besok pagi harus bangun duluan jangan sampai dia melihat nya" Setelah memakai Hana berdiri berkaca pada cermin dihadapannya.
" Hahha tubuhku terbuka sekali memakai ini,siapa kira kira yang mengganti model baju tidurku awas saja" Hana berlenggak lenggok pelan melihat tubuhnya begitu lucu memakai lingerie. Berjalan pelan naik ke atas kasur.
" Hana"! tangannya mulai meraba raba.
Aaa kenapa dia belum tidur si.
" Hemmm, tidurlah sayang kau lelahkan " menepuk nepuk kepala yang bertumpu dibahunya.
" Hana tali apa ini" Cakra menarik tali pengikat lingeri Hana.Hana menahan sekuat tenaga .Membuat adegan tarik tarikan bersama suaminya.
" Apa ini" Cakra membuka matanya menarik selimut.Saking penasaran
" Sayang kesini kan selimutnya" Hana mengikat tali kecil untuk menutupi tubuhnya.
" Seksi apanya,aku melihat malah lucu kan ditubuh kecil ku ini" Hana menarik ujung selimut tapi Cakra menepisnya .
" lucu sekaligus seksi " Menarik ujung lingerie merah sampai tersibak paha mulus Hana " Kau harus memakai tiap hari ya " Bisiknya ditelinga istri nya.
Gila apa kalau setiap malam begini.Dia juga ikut gila setiap malam kan!.
" Sayang siapa yang mengganti baju ku,aku mau kau memotong gaji nya,lihat aku selucu ini kan sampai membuat mu tersenyum terus" Tergelak Cakra mendengar rengekan istrinya.Jelas jelas suaminya sendiri yang berbuat pada baju baju normalnya.
" Kau tambah menggemaskan memakainya,jika aku malas tinggal menarik talinya" Cakra tertawa sendiri mendengar kata katanya sampai Hana memukul mukul bahu nya.Cakra sudah menindih dan bersiap.
" Membuat Alaska junior"
__ADS_1
* * *
Rey dan Kiran lembur.
Memeriksa semua data untuk besok.
" Aku harap dia tidak pulang mendadak lagi,atau tidak kekantor memakai alasana Nona muda" Rey jengah dengan pekerjaan nya yang tidak selesai selesai.
" Apalagi aku dirumah kerja dikantor kerja menyebalkan"
" Mana sudah selesai belum" Rey melirik berkas yang dipegang Kiran.
" Sudah,nih ambil aku mau tidur" Menguap dan berdiri Tiba tiba Robi datang membawa cemilan. Kiran berbalik kembali duduk.
" Ratu makan" Melirik Kiran Robi dan Rey tersenyum.
" Aku mau bicara tapi ini Rahasia kita bertiga" Ujar Robi sambil menggigit biskuit.
" Kenapa?" Rey.
" Ada apa?" Kiran.
" Aku ingin menikah tapi apa tuan muda mengizinkan ya?"
" Wah selamat selamat selamat "Kiran menggoyangkan jabatan tangannnya".
Mereka bertiga tertawa pelan.Robi tertawa terpaksa karena diledekin tukang ngibul.Padahal benar loh Robi ingin menikah calonnya juga sudah ada.
__ADS_1