
Han berdiri menatap tajam ke arah Candra yang duduk dihadapannya
Memperhatikan pria yang tertawa-tawa melihat nya .
" Kau tidak bisa duduk? sudah lama kau bediri terus menatapku.Inget suami dirumah" Godanya sambil tertawa menggeleng kepala
" Idih !" Hana mengangkat alisnya keatas, " Jangan kegeeran aku ingin bertanya ,dan jawab dengan benar ?".
Candra mengangguk
" Usiamu berapa?" Tanya Hana membuat Candra tergelak
" Aku serius " Tegas Hana menatapnya tajam
" Tebak usiaku berapa.?" Memasang wajah imut dan membuat Hana mendesah membuang muka.
" Aku tidak selera bermain main dengan mu " Hana ketus
" 29 tahun puas ?" Tanya candra kepada Hana..
Kenapa usianya sama?
bukannya kakak beradik paling minim itu
berbeda satu tahun?
" Aku pulang dulu!" Candra sudah melangkah meninggalkan Hana.
" Diam dulu!" Hana berlari menarik hoode jaketnya .
" Apalagi?" Tanya candra tersenyum kecut
" Apa kau memiliki saudara kembar?" Tanya Hana
" Aku anak tunggal tidak mempunyai kakak ataupun adik " Tegas Candra menolak walaupun dalam hatinya meraung membantah perkataan nya sendiri
" Apa kau benar-benar serius?" Hana masih menatap lekat dari ujung rambut sampai kaki.
"Do I look kidding?"
__ADS_1
apa aku terlihat bercanda?
" Astaga apa-apaan mereka ?" Hana beralih melihat sepasang manusi berbeda gender itu bermesraan .
" Kiran----- " Teriak Hana membuat Kiran Yangs sedang digendong Arnold turun dan diam menatap hama dan Candra.
" apa apaan ini?" Hana merasa kesal sendiri kenapa kiram memilih pasangan seperti itu " Kenapa kau berpacaran dengannya?"
" Kiran " Hana berteriak pada Kiran tidak mendengarkan nya.
Kiran malah berlari ke arah Candra dibelakang Hana .
Bugg
"Kak can" teriak kiran
" Astaga' Candra hampir jatuh saat gadis itu meloncat dan memeluk kuat tubuhnya.
Kiran sampai mengaitkan kedua kakinya di pinggang Candra.
" Gadis gila" hana mendekat saat Candra ingin membalas pelukan Kiran . " Dasar gadis gila memeluk orang sembarangan,maafkan aku memakimu adik ipar "
" Maaf " Kiran turun dengan cengengesan menatap Candra.
Hana menatap tajam kedunya bergantian.
" Apa kau mengenalnya?" Tanya Hana pada Candra pria itu menggeleng.
" Mungkin kaj Candra lupa aku adik kelasnya " nyengir garing
" Lalu kenapa kau memeluknya seperti itu ?" Tanya Hana lagi masih lekat dalam ingatnya bagimana gadis itu mengapa Kiran agresif.
" Hahaha" Tawanya sambil mikir " Aku hanya merindukan nya kakak " Kiran melirik Candra.
" Ayo pulang kak " Ajak kiran menyeret Hana agar mengikutinya.
" Kiran aku bagaimana?"teriak Arnold
" Diam saja disana" Teriak Kiran.
__ADS_1
* *
Hana sudah mandi membersihkan tubuhnya.
Langkahnya menuju dapur karena merasa lapar
" Tuan Robi apakah kau melihat Suamiku?" Tanyanya sambil memakan apel
" Ada diruangan kerja nona " Cuek Robi yang sedang sibuk sendiri
" Apa masih jaman batu cincin seperti itu?" Tanyanya Hana penasaran saat Robi menggosok dan meniup cincin batunya
" Ini jimat nona " Ucap Robi asal " Jika tuan muda marah langsung diam setelah aku mengusapnya tiga kali "
" Dasar gila " Teriak Rey yang datang mendekat " Jaga bicaramu Robi"
Teriak Rey.
" Tiak apa-apa sekertaris,dia memang sedikit tidak waras aku memakluminya " Sahut Hana diselingi tawa.
" Kau benar juga nona " Membungkuk " Aku permisi"
Robi hanya mengernyit
" Sekertaris tolong diam di situ " Teriak Hana
Rey diam ditangannya nampan berisi makanan dan jus
" Itu untuk siapa?" Tanya Hana melihat nampak ynag Rey bawa.
" Ini milik tuan" Rey kembali melangkah " Apalagi nona ?"
Rey hampir menjatuhkan nampan saat Hana menarik-narik ujung jas nya
"Biar aku saja " Hana langsung menyambar nampan " Kau jangan masuk aku ingin berdua bersama suamiku"
Iya iya terserah kau saja nona
syukurlah aku.bida istirahat
__ADS_1
Rey membungkuk hanya menatap punggung Hana yang menaiki tangga menuju ruang kerja suaminya.