Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Pertanyaan baik ! dan jawab dengan benar?


__ADS_3

Han berdiri menatap tajam ke arah Candra yang duduk dihadapannya


Memperhatikan pria yang tertawa-tawa melihat nya .


" Kau tidak bisa duduk? sudah lama kau bediri terus menatapku.Inget suami dirumah" Godanya sambil tertawa menggeleng kepala


" Idih !" Hana mengangkat alisnya keatas, " Jangan kegeeran aku ingin bertanya ,dan jawab dengan benar ?".


Candra mengangguk


" Usiamu berapa?" Tanya Hana membuat Candra tergelak


" Aku serius " Tegas Hana menatapnya tajam


" Tebak usiaku berapa.?" Memasang wajah imut dan membuat Hana mendesah membuang muka.


" Aku tidak selera bermain main dengan mu " Hana ketus


" 29 tahun puas ?" Tanya candra kepada Hana..


Kenapa usianya sama?


bukannya kakak beradik paling minim itu


berbeda satu tahun?


" Aku pulang dulu!" Candra sudah melangkah meninggalkan Hana.


" Diam dulu!" Hana berlari menarik hoode jaketnya .


" Apalagi?" Tanya candra tersenyum kecut


" Apa kau memiliki saudara kembar?" Tanya Hana


" Aku anak tunggal tidak mempunyai kakak ataupun adik " Tegas Candra menolak walaupun dalam hatinya meraung membantah perkataan nya sendiri


" Apa kau benar-benar serius?" Hana masih menatap lekat dari ujung rambut sampai kaki.


"Do I look kidding?"

__ADS_1


apa aku terlihat bercanda?


" Astaga apa-apaan mereka ?" Hana beralih melihat sepasang manusi berbeda gender itu bermesraan .


" Kiran----- " Teriak Hana membuat Kiran Yangs sedang digendong Arnold turun dan diam menatap hama dan Candra.


" apa apaan ini?" Hana merasa kesal sendiri kenapa kiram memilih pasangan seperti itu " Kenapa kau berpacaran dengannya?"


" Kiran " Hana berteriak pada Kiran tidak mendengarkan nya.


Kiran malah berlari ke arah Candra dibelakang Hana .


Bugg


"Kak can" teriak kiran


" Astaga' Candra hampir jatuh saat gadis itu meloncat dan memeluk kuat tubuhnya.


Kiran sampai mengaitkan kedua kakinya di pinggang Candra.


" Gadis gila" hana mendekat saat Candra ingin membalas pelukan Kiran . " Dasar gadis gila memeluk orang sembarangan,maafkan aku memakimu adik ipar "


" Maaf " Kiran turun dengan cengengesan menatap Candra.


Hana menatap tajam kedunya bergantian.


" Apa kau mengenalnya?" Tanya Hana pada Candra pria itu menggeleng.


" Mungkin kaj Candra lupa aku adik kelasnya " nyengir garing


" Lalu kenapa kau memeluknya seperti itu ?" Tanya Hana lagi masih lekat dalam ingatnya bagimana gadis itu mengapa Kiran agresif.


" Hahaha" Tawanya sambil mikir " Aku hanya merindukan nya kakak " Kiran melirik Candra.


" Ayo pulang kak " Ajak kiran menyeret Hana agar mengikutinya.


" Kiran aku bagaimana?"teriak Arnold


" Diam saja disana" Teriak Kiran.

__ADS_1


* *


Hana sudah mandi membersihkan tubuhnya.


Langkahnya menuju dapur karena merasa lapar


" Tuan Robi apakah kau melihat Suamiku?" Tanyanya sambil memakan apel


" Ada diruangan kerja nona " Cuek Robi yang sedang sibuk sendiri


" Apa masih jaman batu cincin seperti itu?" Tanyanya Hana penasaran saat Robi menggosok dan meniup cincin batunya


" Ini jimat nona " Ucap Robi asal " Jika tuan muda marah langsung diam setelah aku mengusapnya tiga kali "


" Dasar gila " Teriak Rey yang datang mendekat " Jaga bicaramu Robi"


Teriak Rey.


" Tiak apa-apa sekertaris,dia memang sedikit tidak waras aku memakluminya " Sahut Hana diselingi tawa.


" Kau benar juga nona " Membungkuk " Aku permisi"


Robi hanya mengernyit


" Sekertaris tolong diam di situ " Teriak Hana


Rey diam ditangannya nampan berisi makanan dan jus


" Itu untuk siapa?" Tanya Hana melihat nampak ynag Rey bawa.


" Ini milik tuan" Rey kembali melangkah " Apalagi nona ?"


Rey hampir menjatuhkan nampan saat Hana menarik-narik ujung jas nya


"Biar aku saja " Hana langsung menyambar nampan " Kau jangan masuk aku ingin berdua bersama suamiku"


Iya iya terserah kau saja nona


syukurlah aku.bida istirahat

__ADS_1


Rey membungkuk hanya menatap punggung Hana yang menaiki tangga menuju ruang kerja suaminya.


__ADS_2