
Cakra melihat Hana diperiksa oleh suci dengan insten.Saat suci harus memeriksa dengan stateskopnya baju Hana harus sedikit ditarik.Sedangkan disana ada si jomblo terkutuk Rey,suci beberapakali memberi kode agar dia keluar,dia malah mengangkat alisnya menyebalkan.
" Kenapa diam,kau sudah bosan hidup periksa istri ku!" Teriak Cakra membuat suci terlonjak,mengusap dadanya.
" Saya harus memeriksa nona muda secara total.tuan !" membungkuk hormat,dia rasanya ingin menjitak Rey dengan stateskopnya
" Maksud mu?" Cakra bingung.
" Sayang kemari " Hana mengarahkan tangannya agar Cakra mendekat ." Dia harus memeriksa dan membuka bajuku,suruh sekertaris batu mu itu keluar " Berbisik Hana .Bukan bisikan suara nya jelas terdengar menggema.Apalagi saat memaki Rey.
" Rey keluar,jaga pintu jangan sampai ada yang masuk istriku harus.." Belum selesai bibirnya di bungkam Hana.
Gila ya apa kau akan menyebutkan
istrimu akan telanjang.
" Baik tuan" Rey membungkuk melirik Suci yang tersenyum padanya.Rey memalingkan wajahnya murka.
Tersisa tiga orang di ruangan.Cakra duduk menyilang kan kedua tangannya.Melihat suci bekerja.Hana memakai dress dan suci menutupi saat tubuhnya tersingkap dengan talpak meja.Cakra protes tapi Hana lebih protes dan akhirnya dia diam.
" Jangan sentuh itu" Teriak Cakra saat suci tidak sengaja menyentuh dada Hana.
" Sayang diamlah " Hana melotott saat bibir belah itu akan berbicara lagi.
" Apa sudah selesai?" Tanya Hana merapihkan bajunya.
" Kau baik baik saja,tapi benjolan mu pasti membuat kau pusing.Makan dan minum obat ini"
__ADS_1
" Kau berani memerintah istriku" Astaga Hana dia ingin rasanya melempar nampan aluminium disampingnya ke wajah Cakra.
" Ok ok aku diam".
" baiklah saya permisi dulu ,semoga lekas sehat Nona."
" Terima kasih" Masalah selesai , Hana merasa lebih baik.
* *
Di luar pintu.
" Kenapa tuan berteriak terus?" Tanya Rey
" Aku rasa! baru pertama kali melihat suami , yang sangat menyayangi istrinya seperti itu.Menganggap wanita dimuka bumi ini hanya istrinya satu satu nya,dan yang lain berbeda gender dengan istrinya tersayang" Rey tergelak dia bisa membayangkan apa yang terjadi.
Pesan masuk dari Kim
Temui aku di resto xx
" Astaga apa ini aku jadi masuk terlalu jauh" Bisik suci berbicara sendiri
* * *
Kampus Fatin.
" Fatin ini tas baru mu?" anggota geng nya bertanya.
__ADS_1
" Iya dong,ini aku dapat dari kakak iparku dia sangat perhatian sekali!" memegang kedua pipinya,tanpa rasa malu.
" Jangan ² kau naksir kakak ipar mu sendiri ya?" Semua temannya tertawa terbahak-bahak . Begitu juga Fatin yang seperti senang dengan kehaluan yang diciptakannya.
" Aku rasa Fatin salah ,tuan muda Cakra tidak pernah memberikan nya apa apa" Lina datang semua gelak tawa langsung terhenti.
" Kau sedang apa disini" Tanya Fatin berbisik.
" Dengar jangan ada yang beranjak pergi,aku pengawal khusus keluarga penguasa" Nada bicara Lina seperti anggota geng motor yang sedang malak dijalan.Semua menciut.
" Kau mau kemana, duduklah bersama ku" Lina menarik tangan Fatin agar kembali duduk disampingnya.
" Kalian harus dengar,gadis ini ini adalah adik ipar dari tuan muda,tapi jika dia berpikir bisa menggeser tempat kakaknya,apa dia pantas disebut adik ipar tuan muda lagi?"
" Jawab " Lina menggebrak meja.
" tentu menjijikan jika Fatin seperti itu"
" hei apa dia akan menjadi pelakor untuk kakak nya sendiri?"
" Azab pelakor tersengat listrik karena mempelakori kakaknya sendiri"
" Cih ,najis Fatin ayo jujur kau bahkan pernah kencan dengan guru mu sendiri hahah"
Semua tertawa memojokkan Fatin,gadis itu menangis mengepalkan tangannya.Lina berdiri plak tamparan jatuh dipipi Fatin.
" Ini dari Susi,dan ini dariku " Plak kumplit sudah kedua pipinya ngilu.Lina pergi dari kekacauan yang telah dia ciptakan.Dia merasa puas melihat wajah **** gadis itu.
__ADS_1