
Semua agenda menjadi kacau balau.Rey tidak bisa menyalakan tuan muda,laki laki itu kabur dari ruangan khusus ke ruangan Presdir.Entah dari mana dia tahu Hana ada disana.Rey sedang menyelidiki seperti mata ganda ,ada di gedung Alaska group.
" Rey menurut mu apa yang harus kita ubah dalam semua agenda" Ini Kiran dan Rey berjalan berdua santai.
" Jangan bertanya padaku hari ini tuan tidak akan mau mengurusi pekerjaan" Rey menghela nafas .
" Menurut mu dia akan memakannya?" Tanya Kiran
" Aku yakin demi Nona muda " Rey mengangkat tangannya ke udara.Kiran mengikuti dan mereka tertawa-tawa membayangkan ekspresi tuan muda.
Di ruangan Presdir.
" Hana kau yakin akan memakannya"tanya Cakra menekan jari di bibirnya.
" Tentu sayang , terimakasih aku mencintaimu" Hana meraih satu gelas jus mangga.Tangan Cakra menahan dan menyiapkan potongan buah semangka ,Hana mengunyah dan menelannya ." Kau kenapa?"
" Jarang jarang kau mengatakan itu,ku rasa harus merayakannya" Cakra tersenyum nakal.Hana melihat dan mengeryitkan dahinya. " Kita akan ke hotel hari ini" Senyumnya semakin merekah.
" Hahaha sayang apa ini,tidak usah kita di rumah saja " Hana membayangkan situasi yang sudah sudah.Dia tidak membiarkan Hana memakai baju semalaman.
" Kenapa? kau tidak suka " Tangan membuka kancing baju Hana " Kalau begitu disana saja" Melirik dengan ekor matanya ke tirai ,disana ranjang pribadi Cakra berada.
" Haha sayang jangan seperti ini diam ,ayo kita pulang lanjutkan rumah ya ?" Hana mencium bibir Cakra dan menepis tangannya pelan,bibirnya di gigit " Aww sakit".
" Ayo pulang lanjutkan dirumah " Hana menatap semua makanan yang belum dia sentuh sama sekali.
__ADS_1
" Sayang aku ingin makan bakso somay ah semuanya kesukaan ku ,kau sudah janji" bibir Cakra membungkam nya. " Sayang aku ingin makan dulu" Berciuman tapi matanya fokus pada makanan favorit nya.
Cakra menghentikan kegiatannya.Dia melihat Hana terus menatap makanan.
" Kau membuatku cemburu " Garpu menusuk satu bakso besar di dalam mangkok.
hah gila ya ,aku ingin makan
bukan bercinta dengan itu.
" Sayang " Hana meraih mangkok ,bibir Cakra sudah akan berbicara dia langsung memakan dengan lahap.Tidak perduli apa yang akan di bicarakan suaminya nanti.
" Apa itu enak?' Tanya Cakra menelan ludahnya. " Aku mau ?' Hana antusias memotong bakso dengan sendok,dan menyuapi Cakra.
" Bagaimana" Hana memakan satu mangkok dengan secepat kilat,dia menjilati bibirnya yang berminyak. " Ini enak juga , cobalah" Hana menyuapi Cakra risoles isi kentang.
Tangan meraih dan mencoba semua jajanan di meja .Hana antusias memanfaatkan dia ikut makan dan menyuapi suaminya .
" Apa ini" Menunjuk makan berbumbu kacang," Ini kacang kan? Rey bodoh " .Cakra meletakan makanan itu jauh dari jangkauan Hana.
padahal itu sangat enak.
tapi ya sudahlah
dari pada ruam semakin menjadi.
__ADS_1
" Permisi tuan Presdir" Seorang wanita masuk dengan gemulai ,membuat Hana melotot .
" Maaf tuan ada istri anda ternyata?'' membungkuk hormat dan menunduk.
" Hah! jadi jika tidak ada aku ,kau sering kesini?" Tanya Hana berdiri sudah meraih tas nya.
" Hana sayang ,diam dulu " Cakra menarik Hana ke pelukannya.Gadis itu diam .
" Kau ada hubungan apa dengan suamiku?" tanya Hana serius.
" Saya mantan kekasihnya Nona " Glek Hana menelan ludah,menatap lekat wajah suaminya.Kenapa dia masih berhubungan dengan mantan pacarnya.Bahkan lebih cantik dan menarik dari dirinya sendiri.
" Kau berani masuk dan berbicara seperti itu?" Teriak Cakra melempar kan sendok ke arah nya. " Keluar".
Wanita itu keluar dari ruangan.Wajahnya bahagia dan berbinar binar.
Hana duduk Cakra berlutut dan meraih tangannya.
" Kau selalu menuduh ku selingkuh,lalu apa ini?" Hana menepis tangan suaminya. Cakra mencium nya ." Aku butuh penjelasan ,ayo jelaskan".
" Dia bekerja disini?" penjelasan Cakra membuat Hana tergelak.
" Aku yang hanya mengobrol dengan teman ku berkelamin laki-laki,kau marah membabi buta" Hana menyilangkan kedua tangannya.Untuk kesekian kali ,dia melihat gadis itu berada dan masuk secara bebas ke ruangan Presdir." Kenapa kau diam "
" Dia bekerja di sini, sebelum aku mengurus perusahaan " Cakra menatap Hana yang sudah berkaca-kaca." Jangan menangis".
__ADS_1
" Aku mau pulang!"
" Ayo pulang " Cakra menarik tangannya.Hana menerima rangkulannya.Tapi tidak dengan hatinya.Dia merasa kesal dan cemburu ,dengan wanita itu yang bisa masuk kapan saja ke ruangan suaminya.