
Hana memesan makanan sangat banyak di hotel tersebut.
Nanda merasa air liurnya akan menetas melihat semua makanan mahal disana.
" Ayo makan " Hana tersenyum meraih jus buah mangga di meja .
Dia merasa tenggorokan keringnya kembali segar setelah menghabiskan satu gelas jus tersebut.
" Nona kau tidak terlihat baik" Nanda ikut menyedot segelas jus yang dipesan Hana untuknya.
" Siapa yang akan baik baik saja jika suamiku mengusirku " Hana menghela nafas panjang mengembuskan kasar sambil membuang wajah ke arah lain .
" Apa benar tuan mengusir mu?" Tanya Nanda ragu
" Dia bersikap dingin padaku setelah tahu kejadian saat di toko " Hana memasukan makanan ke mulutnya, perutnya mulai terasa perih seharian dia tidak makan dengan benar.
" Kau tidak salah nona .Aku saksinya " Nanda mengangkat tangannya diudara .
" haha " Hana tertawa melihat tingkah Nanda dihadapannya. " Suamiku tidak percaya,dia lebih percaya kepada foto yang dia terima dari pria itu ".
" Hah ! benar-benar gila laki-laki itu " Nanda mengumpat kesal.
Hana menatap nya heran
" Maaf nona aku keceplosan" Tersenyum dan kembali menikmati makana dipiring nya.
" Tidak masalah " Hana tersenyum.
Setelah mereka berdua makan Nanda pamit untuk pulang .Hana masuk ke dalam kamarnya setelah Nanda bilang akan menunggunya masuk terlebih dahulu.
" Aku harus menemui tuan Robi " Tekadnya bulat tapi dia mendesah bahkan no ponselnya pun dia tidak tahu .
" Bukannya dia pemilik perusahaan Alaska kan ?" Nanda mengetikan nama perusahaan di pencarian.
Dan dia pergi menemui sahabatnya yang pernah melamar pekerjaan disana untuk menanyakan alamat jelas perusahaan tersebut.
__ADS_1
* * *
Hana panik
Hana menelfon Galuh dari ponsel Tika yang dia pinjam.
" Nona kita mau kemana ?" Tika ikut berkemas melihat Hana berkemas.
" Aku harus pulang tik,ayahku sakit " Hana buru² merapihkan semua barangnya.
" Lalu tuan?" Tanya Tika
" Mungkin dia akan menggugat cerai.Dia bahkan tidak mencariku " Hana sedih melihat dan membaca isi pesan percakapan Tika bersama Robi.
" Nona maafkan aku " Tika membungkuk tapi Hana malah memeluknya.
Rambut panjang Hana yang terikat itu tercium sangat wangi oleh Tika.Tika mengusap usap punggung Hana untuk membuatnya tenang...
" Aku ada disini nona.Jangan menangis ayo kita pergi aku sudah memesan taksi " Tika meraih kedua tas itu dan mengajak Hana keluar dari hotel.
* * *
" Apa nona masih ada dihotel ?" Tanya Rey pada Nanda
" Mungkin saja tuan ,kita kesana saja dulu ." Nanda menyarankan dan Rey bergegas melajukan kendaraan ke hotel .
Cakra terus menyebar anak buahnya ke beberapa titik di daerahnya.
" Halo ?" Cakra menelfon Robi.
" Nona belum kami temukan tuan !"
" Terus sebar semua pengawal.Jika tiba2 dia pulang itu lebih baik " Cakra mematikan panggilan nya pada Robi.
Rey melirik Cakra dari kaca spion.
__ADS_1
HOTEL BINTANG LIMA
Cakra turun bergegas menuju ke dalam hotel .Rey berusaha menanyakan pada pihak hotel untuk memberikan kunci kamar yang ditinggali Hana.
" Kau tidak tahu siapa dia ?" Rey melirik Cakra yang berdiri khawatir
" Ma-af tuan " Karyawan hotel tersebut ketakutan Rey terus meneriakinya tanpa henti
Cakra menelfon pemilik hotel tersebut.
" Karyawan mu tidak mengijinkan ku masuk" Teriak Cakra mendekati karyawan hotel yang gemetar menatapnya.
" Apa tuan? mungkin mereka canggung berada di hadapan mu " Lirih suara pria menyahut perkataan Cakra dia adalah Indra pemilik hotel sekaligus rekan bisnis Cakra
" Berikan padanya" Cakra memberikan ponsel kepada Rey .Rey memberikan ponsel itu ke pada karyawan hotel,mereka langsung mendekatkan telfon ditelinga nya.
" oh iya tuan maafkan saya " Tidak lama panggilan terputus.
Dua karyawan hotel memberikan kunci kamar Hana kepada Rey.
Mereka bergegas menuju kamar dimana Hana berada.
" Semoga dia ada disana " Lirih Cakra berharap dua bisa bertemu Hana secepatnya dan meminta maaf.
Rey masuk dan memeriksa di ikuti Nanda membantunya.
" Nona " Teriak Nanda masuk ke kamar mandi.
Tempat itu sudah kosong ,tempat tidur yang masih berantakan dan juga handuk basah disofa .
" Bersama siapa dia disini " Cakra meraih handuk kecil tersebut melempar nya ke lantai kasar.
" Nona mungkin bersama temannya tuan " Rey berusaha menenangkan Cakra agar berhenti membanting semua barang disana.
Nanda mundur dia merasa salah ikut bersama kedua pria itu.
__ADS_1