Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Kemana haryadi?


__ADS_3

Haryadi sudah berdiri dihadapan Hana. Candra yang menerima kode dari ayahnya untuk pergi tidak bergeming.


Begitu juga Hana tidak mau Candra pergi ,jika sesuatu hal buruk terjadi itu akan menjadi malapetaka bagi keluarga kecilnya.


Kehamilan nya sekarang adalah sebuah benang emas yang akan membuat rumah tangganya menjadi lebih baik lagi.


Tidak ingin orang seperti mertuanya merusak lagi kebahagiaan rumah tangganya


" Ada apa ayah ?


kau bisa bicara padaku jika membutuhkan sesuatu ?" . Candra menatap ayahnya sangat serius,dia bahkan belum melupakan kejadian dimana ayahnya berdebat dengan Rey.


Dan menyudutkan nama Hana.


" Aku hanya ingin menyapa menantu ku Can ,apa itu salah ?" Tersenyum dan menatap Hana lekat.


Gadis itu sampai merasa risih dengan tatapan mertuanya sekarang.


" Bukannya itu diluar kebiasaan mu ayah ?" Cakra yang tiba-tiba muncul membuat Haryadi kaget.


Cakra menghampiri Hana , menyodorkan tangannya agar istrinya bangun dari kursi roda.


" Ayah hanya ingin menyapa Hana . Bagaimana kabar mu Hana ? " tanya Haryadi mencoba mendekat tapi Candra menghadang,saat melihat tatapan abangnya tidak bersahabat saat melihat ayahnya.


" Kau bisa ikut aku ,ada yang harus kita bicarakan berdua saja " Menekan jelas di kalimat terakhir membuat wajah Haryadi memerah karena takut.


Apa cakra sudah tahu ?


Apa Cakra akan mengintimidasi haryadi?.


Haryadi hanya tersenyum garing jelas gurat kekhawatiran diwajah nya .


Dirangkulnya Haryadi oleh anak sulungnya menuju ke dalam rumah


Sedangkan Candra bersama Hana sekarang,saling menatap heran. Dan kompak juga menatap kedua punggung anak dan ayah menjauh dari pesta tersebut.

__ADS_1


Hana takut sesuatu hal buruk akan terjadi sekarang.


" Candra kau bisa melihat kedua orang itu kemana dan mau apa mereka? aku merasa khawatir " Ucap Hana dengan wajah gelisah.


" Apa kau tidak melihat ?


Abang ku memintaku untuk menjaga mu sekarang. Ayo lebih baik kau duduk jangan banyak pikiran ,percaya padaku mereka akan kembali ". Candra menarik tangan Hana agar duduk


Walaupun sudah duduk di singgasana ratu nya , Hana tetap merasa tidak nyaman.


" Apa kau yakin ?" Tanya Hana meyakinkan hatinya yang terus menggebu .


" Percaya padaku" Lirih Candra dengan wajah serius.


Hana duduk bersama Candra. Tika sudah mendekat bersama Susi untuk menjaga Hana.


Hana berdiri wajahnya berbinar merasa bahagia. Sangat jelas seorang pemuda dan gadis berjalan ke arahnya.


" Apa mereka musuh mu ?" Candra ikut berdiri


Candra menjadi salah tingkah,dia turun dari tempat duduknya. Membiarkan kedua adik Hana mendekat.


" Kakak selamat akhirnya aku akan mempunyai keponakan " Ucap Fatin yang langsung memeluk kakaknya.


Matanya melirik pria tampan yang berdiri tegap memperhatikan..


" Terimakasih " Lirih Hana menciumi kepala adiknya.


" Selamat kakak , aku sangat senang mendengar kabar bahwa kakak tersayang ku ini hamil " Galuh tersenyum ingin memeluk tapi tidak boleh.


.Hanya menepuk-nepuk bahu Hana lembut itulah yang bisa dia lakukan sekarang.


" Terimakasih Luh ,ayo duduk duduk "


" Abang di mana ?" Tanya Galuh melirik kanan kiri. " Dia siapa kak , sangat mirip dengan Abang Cakra ". Galuh menatap Candra dari ujung rambut sampai kaki .

__ADS_1


" Oh ini , ini adik ipar kakak. Adiknya suamiku " Kata Hana sambil melirik Candra.


Candra diam tidak menampik apapun .


" Halo ka , aku adik ka Ana " Galuh


" Hem " Jawab singkat Candra.


Pakk....pak... Hana memukul tangan Candra keras . " Jawab dengan benar,kau ini selalu saja ketus " Protes Hana


" Tidak masalah kak hehehe " Galuh tertawa kecil.


Karan datang membuyarkan suasana canggung.


" Kau sudah datang ?" Tanya Karan sambil cipika-cipiki kepada kekasihnya Galuh.


Hana mengernyit. Dasar anak jaman sekarang . Bisik Hana dalam hati.


" Kakak ipar aku pinjam dulu ya adik mu !" Centil Karan menggandeng tangan Galuh.


" Ya,,,,,ya ya terserah kalian saja " Pasrah Hana.


Belum lama Galuh dan Karan melangkah, mereka berpapasan dengan Cakra dan Rey.


" Halo bang ,apa kabar !!" Tanya Galuh seolah tidak apa-apa.


Padahal waktu kejadian Hana kabur ke rumah ayahnya ,terjadi kesalahpahaman antara Galuh dan Cakra.


" Kau sudah tidak marah padaku ?* Tanya Cakra yang langsung dipeluk oleh Galuh.


" Tentu tidak,kau sudah membuat kakak ku bahagia " Usap usap lembut telapak tangan Galuh di punggung Cakra.


" Baguslah " Dingin Cakra menjawab


Dari kejauhan Hana memperhatikan adik dan suaminya. Dia diam-diam senyum-senyum sendiri Candra yang duduk disebelahnya hanya ikut tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2