
Bagas menyebar mencari keberadaan Marisa,dengan semua anggota polisi lain.Rey juga ikut dia tahu dimana wanita itu sering berada. Beberapa Club di kota sering dia singgahi bersama berondong nya ,dia sering bergunta ganti pasangan.Entah apa yang mereka sukai dari wanita tua ini, author gak paham!!.
semua Berondong gebetan Marisa selalu bening bening dan tampan.
Percakapan dua manusia:
" Rey kenapa lu tahu segalanya, jangan jangan ?" Bagas menggoda Rey.
" Jangan jangan apa?" Jawab Rey balik bertanya.
" Iya jangan jangan jangan" Bagas
" Ga jelas luh, gue tahu karena sering ngikutin dia " Jujur dan melirik Kanan kiri.
" Wah parah lu,doyan nenek nenek " Plak kepala Bagas di pukul Rey.
" Gue juga ogah kali ,cuma tugas dan pengabdian kepada tuan muda saja,lu kira aja masa tuan muda nyuruh gue nolak ?". Rey Cemberut.
" Ya gue percaya,lu kapan nikah katanya lagi nginter Lina ya?" Celetuk Bagas
" Dari mana lu tau?" Rey penasaran.
" Dari mana lagi si lemes Kiran lah"
Anak gila.Rey.
__ADS_1
* * *
Cakra masih dengan posisi didepan pintu ruangan,menunggu Hana sadar. Dia bahkan tidak mandi tidak makan hanya ingin melihat Hana membuka matanya itu saja sekarang yang dia mau.Semua anggota keluarga ikut menunggu pengawal berjaga-jaga.
" Kakak makan dulu" Kiran menyodorkan piring, Cakra menepis menolak nya.
" Nak makanlah ,jika Hana sadar dan melihat mu kacau seperti ini, Hana akan sedih Nak" Haryadi mengusap lembut kepala anaknya.
Cakra hanya diam, pintu terbuka.
Semua orang mendekat ke dokter tersebut.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Haryadi.
" Bagaimana Hana ku" Cakra mendekat kepada dokter.
" Terimakasih dokter" Semua kompak.
" Saya harap kalian bisa mengambil hikmah dari kejadian ini,agar lebih teliti dan selalu memeriksa makanan yang akan di makan Nona muda" Dokter berjalan meninggalkan semuanya.Dia berpapasan dengan Rey dan Bagas dilorong.
" Selamat pagi cantik" Plak stetoskop mendarat di kepalanya.Bagas meringis mengusap kepalanya.
" Jangan gila" Seru ketus dokter suci.
" bagaimana nona muda" Rey serius menatap gadis dihadapannya.
__ADS_1
" Dia baik baik saja,aku harap lain kali kau bekerja dengan baik Rey" Dokter Suci berlalu , Rey menatap punggung yang menjauh meninggalkan nya.
" Rey kau masih suka dengannya? ,dia sudah menikah bodoh"
" Dia gagal menikah, mempelai pria nya di gaet nenek sihir." Rey mendekat ke semua orang.
Gila tu nenek nenek,dapetnya yang
ganteng terus.Bagas
Cakra masih duduk menunggu Hana sadar.
" Tuan ayo bersihkan dulu tubuhmu,sebentar lagi nona bangun" Rey menarik tangan Cakra.
" Kau yakin?" Tanya Cakra.
" Tentu ayo tuan" Rey mengangkat bahu Cakra.
cakra masuk ke ruangan pribadinya di rumah sakit tersebut.Dia mandi dan mengganti pakaiannya dengan setelan jas rompi yang dibawa Rey .
Kau suka kan aku memakai ini.
Cepat lihat aku Hana,buka matamu.
" Tuan setelah selesai,makanlah " Rey meletakan nampan berisi piring dan makanan dimeja,dia keluar kembali membiarkan Cakra bersiap.
__ADS_1
Cakra bersiap seperti biasanya,dan makan dengan lahap memang dari semalam dia tidak makan ataupun istirahat,dia menatap wajahnya di cermin.
Mata nya lelah dan menjadikan lingkaran hitam dibawah matanya.Cakra berusaha mengusap wajahnya lagi agar segar dan keren, saat Hana melihatnya nanti.