
Dokter memeriksa Hana dengan teliti.Tidak ada luka di atas kulit nona muda.Dia memeriksa sampai tiga kali melihat dan mendengar tuan mudanya belum terasa yakin.
" Dia baik baik saja tuan,hanya dia syok hebat" Dokter menjelaskan.Cakra yang duduk disamping Hana mengusap usap tangan Hana.
" Itu tidak akan membuat istriku kenapa kenapa kan?" Tanya Cakra.
" Tidak tuan,tapi jaga dia dengan khusus mulai sekarang " Dokter pergi saat Susi menariknya keluar.
Susi mengantar Dokter keluar, saat menuruni tangga dia melihat lelaki terkulai lemas dan Rey duduk babak belur.
" Dokter tolong periksa sekertaris Rey juga" Susi mendekati Rey wajah tampannya babak belur memar dan berdarah.
" Tentu, silahkan berbaring Rey aku akan memeriksamu,kau kalah rupanya ya" Goda dokter yang memang sering bertemu dengan Rey.
" Diamlah dokter,aku sedang tidak ingin bercanda"
" Kau serius sekali,diam luka mu cukup berat" Menekan memar membuat Rey menjerit-jerit seperti perempuan.
Susi menaiki tangga untuk memberi kabar pada tuan mudan.
" Permisi tuan apa saya boleh masuk" Membungkuk hormat karena pintu sudah di tutup rapat oleh Cakra.
" Masuklah" Susi masuk saat Tuan nya mengijinkan.
" Tuan,Rey sudah ada dibawah " Susi berbisik takut Hana bangun.Cakra berjalan keluar,dan menyuruh Susi menjaga pintu kamarnya.
Cakra berjalan melihat satria terkulai lemas dilantai,darah segar mengotori lantai rumahnya.Dia tersenyum melihat satria yang bersikukuh akan mengambil Hana darinya.Dan jelas dia tidak akan membiarkan itu terjadi.
" Robi bawa ayahnya kemari" Perintah Cakra yang langsung Robi laksanakan.
Satria mengeram seperti ingin menolak tapi mulutnya tidak kuasa mengeluarkan suara.
__ADS_1
" Kau berani menyentuh istriku" Cakra menendang tangan yang memegang istrinya, satria meringis tapi bibirnya masih bisa tersenyum.
" Rey , kemarilah" Cakra menyuruh Rey mendekat,Rey yang sedang diperiksa dokter pun menurut.
" Kiran bawakan kompresan cepat" Kiran bergegas setengah berlari mengarah pada dapur.Tidak lama dia kembali dengan mangkuk ditangannya.
Cakra mengobati Rey dengan kedua tangannya sendiri.Membersihkan wajah Rey dari darah.
"Kau harus segera sehat,untuk memberi pelajaran pada orang yang membuatmu seperti ini,kan?" Cakra tersenyum sinis menatap satria yang tersenyum melihatnya.
" Tentu tuan" Rey mengiyakan menatap kesal satria dengan ekor matanya.
" Bereskan dia aku akan tidur,Kiran bawakan makanan dan obat dari dokter ke kamar" Cakra meninggalkan semuanya.Rey pergi ke dapur mengikuti kiran.
" Rey,kau mau makan?" Tanya Kiran.
" Iya, siapkan juga untukku aku sangat kehabisan tenaga setelah adu otot dengannya" Kiran menyiapkan semua nya.Setelah Rey merasa cukup dia bergegas kekamar kakaknya.
"Istirahat lah Kiran,kau bekerja sangat baik kakak bangga padamu" Cakra menepuk bahu Kiran,, gadis itu merasa bahagia dan keluar menutup pintu.
Cakra mengunci pintu, menuliskan pesan dikamar jangan mengganggunya sampai pagi.
Cakra mencium bibir Hana.Gadis itu membuka matanya melihat langit kamar tidurnya.
" Sayang" Menarik tangan Cakra .
" Kau sudah bangun? tidur saja kau lelah"Usapan lembut dikening Hana.
" Sayang temani aku,aku takut" Hana merengek ,Cakra ikut berbaring Hana menyandarkan kepalanya didada Cakra.Tempat ternyaman melebihi tempat tidur baginya.
" Kau sudah memaaf kan ku?" Hana mengangguk memeluk Cakra dan mencium dadanya yang terbuka. " Geli" Protes Cakra.
__ADS_1
" Sayang siapa kuntilanak tadi?" Hana masih penasaran dengan wanita yang ada di ruangan itu. " Jawab!"
" Dia pernah menyukai ku,dan berusaha menggodaku" Cakra jujur " Tapi aku hanya mencintai mu".
Membuat Hana semakin tersanjung, bagaimana tidak gadis itu sangat cantik dan tinggi gumam nya.
" kau tidak berusaha menyenangkan ku kan?" Tanya Hana mencubit dada suaminya.
" Tentu tidak,ayo mandi kau belum mandi " Cakra melepas kancing baju Hana satu persatu,Dia ingin membakar baju itu,agar Hana lupa dengan kejadian tadi siang pikirannya aneh.
Gadis itu telanjang bulat,dan Cakra menggendongnya.Cakra mempersiapkan air yang sudah hangat dan wangi untuk Hana berendam.Dia juga ikut merendam tubuhnya memeluk Hana dari belakang.
" Sayang" Tanya Hana menepis tangan Cakra yang mencengkramnya.
" Apa!" menyirami rambut Hana secara perlahan.
" Apa aku boleh memanggil Niken kembali" Hana baru sada memang hanya Niken yang bisa melindungi nya..Hari ini Cakra meninggalkan pekerjaan dikantor dan mengurusnya.
" Robi sedang membuka lowongan untuk menjadi bodyguard sekaligus teman mu"
" Aku mau Niken sayang" protes.
" Dia sudah aku pindahkan keluar kota,tidak bisa membuatnya kembali mengertilah" Cakra sudah lelah sepanjang dihotel sampai kantor Hana membicarakan soal Niken.
" Bodyguard baru mu ,akan ada besok pagi kau bisa tidur nyenyak bersamaku!" Cakra menguasakan shampo di rambut Hana.
" Baiklah,terserah padamu" Hana pasrah.
" Hana sayang,aku ingin kau patuh dan tidak kabur kaburan seperti tadi dan seperti kemarin kemarin kau kabur juga"! Hana menarik dagu suaminya sampai mencium bahunya sendiri.
" Aku tidak suka disebut kabur,aku hanya ingin pulang tadi " merengek kata kabur seperti sebutan khusus baginya dirumah ini.
__ADS_1