
Hana sedang berada di kebun dibelakang rumah.
Dia bersama Tika dan dibantu pelayan lain sedang mengukur ngukur disana .
" Kau ingin membuat apa nona di sini?" Tanya Tika memperhatikan Hana .
" Aku ingin membuat kolam ikan kecil disini " Hana menunjuk tanah kosong dihadapannya. " Apa suamiku akan menolak?" Hana merasa cemas sendiri .
" Tentu tidak . Permintaan dari istrinya sebuah keharusan yang akan tuan siapkan nona " Tika tersenyum lebar melihat Hana tertawa karena bicaranya.
" Kau bicara apa Tika ?? " Hana tersenyum ..
Dari kejauhan pengawal yang lain datang .
" Nona pengawal ke arah kita !" bisik Tika
" Biarkan saja" Hana hanya melirik sekilas jarang² pengawal menghampiri dirinya kalau bukan karena urusan penting
" Nona " Kedua pengawal membungkuk
" Apa ?" tanya Hana tidak melihat mereka berdua
" Nona besar ada disini ingin bertemu dengan mu !"
Hana tanpa membalas langsung berlari ke arah rumah utama . Diikuti Tika dari belakang.
Sudah lama aku tidak
bisa bertemu dengan ibu .
Hana terus menerka nerka apakah Haryadi juga datang? jelas Cakra tidak bisa bertemu dengan ayahnya setelah pertengkaran,dan ayah selalu bersikap dingin kepada istrinya.
" Ibu?" Hana memngbungkuk saat melihat ibu berdiri didepan pintu masuk .
" kenapa kau tidak membawa ibu masuk ?" Tanya Hana melirik Susi.
" Tidak apa-apa nak .Ibu sangat merindukan mu ?" Pelukan hangat dari Maria diblas juga oleh Hana .
__ADS_1
Gadis itu terisak mengusap usap punggung Maria lembut
" Aku juga sama Bu, ayo kita masuk !" Hana dan Marisa bergandengan masuk ke dalam rumah,Hana duduk bersebelahan dengan Maria
" Susi aku membawa bubur sumsum ,bawa ke dapur dan setelah kau periksa bawa dalam satu mangkok kesini !" perintah maria lembut dan tersenyum, tersisa Tika yang berdiri menjaga Hana.
" Ibu kenapa repot-repot ?" Hana tersenyum mengusap usap punggung tangan wanita berumur itu . " Ibu pucat sekali !" .
Hana merasa khawatir dengan keadaan Marisa yang semakin kurus dan pucat.
" Ibu buatkan itu khusus untukmu nak " tangan meraih dagu Hana dia mengusap nya lembut ." Bagaimana hubungan kalian ? ini sudah satu tahun ".
Hana merasa bingung harus menjawab apa karena Beberapa hari ini dia menjauhi Cakra .
" Kami----" Hana gugup
" Silahkan nona ini aman " Susi datang meletakan dua mangkuk kecil berisi bubur disana.
" Ini pasti enak ? aku harus mencobanya" Hana tersenyum meraih mangkuk dan memasukan kedalam mulutnya.
*Satu suap
tiga suap*
Benar-benar nikmat dan sangat lembut gumam Hana .Bubur sum-sum terenak yang pernah dia makan
" Enaka?" Tanya Maria juga ikut memakan buburnya .
" Ini sangat enak Bu, terimakasih.Aku ingin belajar membuatnya dari ibu" Hana tersenyum kepada Maria .
" Boleh !" Singkat Maria melahap buburnya.
Mereka makan tanpa banyak bicara ,maria memang berbeda dengan Haryadi.Bahkan dia menemui Hana tanpa sepengetahuan suaminya.
" Ibu ! bagaimana keadaan ayah ?" Hana bukan basa-basi memnag dia sudah lama tidak bertemu dengan Haryadi .
" Dia baik-baik saja " Maria menatap lekat Hana disebelahnya.Apakah gadis itu tidak membenci suamiku? semua pikiran pertanyaan berkecamuk
__ADS_1
" Syukurlah " Hana tersenyum
" Hana ibu tidak memaksa kau hamil! tapi itu juga menjadi harapan ibu . Jangan membuatnya sebagai beban nak,itu akan membuat mu stres nanti " Maria memeluk Hana erat, mengusap usap rambut Hana yang terurai ." Kau sudah membuat anakku menjadi manusia kembali itu sudah membuatku senang "
" Ibu " Lirih Hana merasa kecewa dengan takdir yang belum juga memberikan nya kebahagiaan.
" Sudah jangan menangis " Maria mengusap air mata yang membasahi kedua bola mata coklat itu.
" Kau harus tahu bertahun-tahun ibu menginginkan anak , kehamilan ibu yang pertama dan kedua itu gagal ,ibu keguguran.Haryadi bahkan mengusir ibu saat itu " Maria menghela nafas panjang
Hana yang mendengar rasa ikut merasakan apa yang diderita maria saat itu.
" Lalu? apa ayah dan ibu pernah bercerai ?" Tanya Hana
" Tidak ! suamiku menjemput ibu di rumah orang tua ibu saat itu ,dia meminta maaf .Dan menunggu Haryadi kembali ibu harus menunggu nya dalam waktu yang lama" Maria sudah tidak tahan dengan kenangan buruk saat awal pernikahan nya bersama Haryadi .Dia mulai terisak ,Hana yang melihat
ibu mertua menangis langsung memeluk Maria .
" Jangan dilanjutkan Bu , itu membuatmu merasakan kembali kepedihan masa lalu " Hana mengusap air mata di pipi Maria, diambilnya segelas air putih dan Maria meminumnya
Dia merasa tenang tapi tetap untuk melanjutkan ceritanya.
" Dia menjemput ibu ,kami kembali hidup bersama . Satu tahun dua tahun kami lalui bersama-sama akhirnya ibu hamil lagi .Dia menjadi suami sangat siaga kala itu " Maria teetawa kecil dia ingat bagaimana perhatian Haryadi tercurah hanya padanya saat dia hamil .
" Ibu melahirkan anak ibu yaitu suami mu Hana.Setelah kelahirannya hubungan ini bersamanya semakin membaik,dia tidak pernah pulang malam,dia selalu ingin pulang awal untuk melihat anak pertamanya " Maria menatap Hana ,gadis yang sekarang suaminya benci itu .
Maria menyisir rambut Hana dengan jemarinya ,mengusap kepalanya pelan dan mengecup kening Hana
Hana diam dan hanya isakan yang keluar dari mulutnya..
" Kau tahu kan kenapa mertuamu bersikap seperti itu kepada menantunya?" Tanya Maria
Hana menatap wajah mertuanya yang sedang menangis
" Ayah takut anaknya mengalami apa yang dia alami dulu kan Bu? tapi kami sedang berusaha untuk memberikan kalian cucu " Hana berusaha tersenyum walaupun matanya sudah basah
" Iya kau benar .Ibu berharap Tuhan segera memberikan kalian anak secepatnya " Maria memeluk menantu satu satunya itu hangat ." Anak ibu hanya satu Hana ,dan tugas Cakra sekarang untuk menghasilkan keturunan penerus semua semua kekayaan "
__ADS_1
Kedunya saling memeluk satu sama lain dan menangis tersedu-sedu