Suamiku Konglomerat

Suamiku Konglomerat
Keinginan terakhirku


__ADS_3

Hana diam membisu menatap rambut Rey dibalik kursi kemudi.Rasanya dia ingin menjambaknya.


" Hana bicaralah " Cakra meraih dagu Hana agar melihat padanya bukan orang lain.


" Maaf sayang aku sedang kesal dengan sekertaris mu! " Cakra tergelak melihat wajah istrinya .


" Lalu kau mau apakan dia katakan"


kenapa aku yang jadi korban sih,


anda yang menghukum Niken tuan, anda sendiri. Rey


" Apa boleh aku menarik rambutnya !" Hana penuh harap tangannya sudah dia remas remas .


" Kau mau menyentuh nya dengan sukarela,kau sengaja membuatku cemburu?"


tangan sudah tidak bisa dikondisikan.


" Sayang diam,ya sudah kau saja yang menarik rambutnya sana! " Ketus Hana menepis tangan Cakra dari kancing bajunya.


" Kau berani menyuruhku mau mati ya!" Berteriak


Ko jadi begini sih.Hana

__ADS_1


" Tidak seperti itu sayang ,aku bersumpah" Tuk tuk menekan bibirnya sendiri dan Cakra menyambarnya antusias.


aku harus akting agar dia tidak marah kan.Hana


" Aku akan menariknya nanti tidak disini" Cara tersenyum menatap rambut Rey dihadapanya.


" Kenapa nanti sayang,sekarang saja" Hana meraih kedua tangan Cakra dan menggenggam lalu menciumi nya.


" Kau bilang jangan menunjukan kekasaran ku didepan mu,lalu sekarang?" Cakra menutup bibirnya dengan jemari rasanya dia ingin tertawa terbahak bahak melihat wajah bingung Hana.


kenapa aku yang terpojok si.Hana


" Sayang" Merengek


Hana menyilangkan kedua tangan didadanya.Berasa muak dan ingin keluar dari jendela kaca mobil.Kedua laki laki itu cekikikan.


Hana lelah berdebat dan memilih menyenderkan kepalanya.Cakra mengangkat kepala istrinya dan memberikan pundaknya sebagai alas Hana menyender.


Hana tertidur pulas,mobil berhenti di parkiran VVIP gedung itu hanya mobil Presdir yang bisa parkir disana..


" Hana ayo bangun,kita sudah sampai" Mencolek hidung Hana berkali-kali.


" Apa ini? ini kantor sayang aku mau pulang saja" Hana menatap keluar kaca hari itu para pekerja sangat ramai , berbeda dengan waktu itu dia ke sini.

__ADS_1


" Jangan banyak bicara,kecuali kau mau kita putar balik ke hotel" Hana terbelalak menatap suaminya.


tidak ada puasnya ya,apa semua laki laki seperti mu suamiku?.


Hana menurut dan keluar bergandengan dengan suaminya.Semua mata tertuju padanya.Hana merasa risih dan Rey bertindak semua tertunduk lesu dan gemetar.


lihat matanya saja sudah bisa menghipnotis semua orang agar diam.Hana


" Sayang aku pulang saja ,malu?! Hana menarik tangan Cakra agar diam melangkah.


" Kau malu memiliki suami seperti ku" Cakra melotot mempererat gandengannya.


" Bagaimana bisa sayang ,aku bahkan bersyukur pada Tuhan, mengutus malaikat seperti mu" Hana Tersenyum merapatkan gigi nya.


Cakra tersenyum melihat keterpaksaan diwajah Hana.Mereka masuk lift diikuti Rey dari belakang.


Apa tidak bisa masuk lift lain cih,.


Semua orang membungkuk sopan,ada juga yang menatap sinis dan iri pada Hana.Tapi gadis itu tidak mengubris dia tetap tersenyum menggesek kepalanya di otot Cakra.


Apa dia manja seperti ini ,ingin menunjukkan kalau dia istriku,wajahnya imut dan lucu seperti itu.Cakra


Tiba diruangan Presdir satu orang wanita yang seksi mengikuti mereka.Hana risih melihat gadis itu menatap suaminya genit.

__ADS_1


Hana masuk bergandengan dengan Cakra,dia tidak melepaskan nya sama sekali.Cakra menahan gelak tawanya melihat istrinya cemburu.


__ADS_2