
Hana melotot mendengar perkataan wanita seumuran dengan Ibunya itu.
" Pantas saja model bajunya tidak pernah aku lihat di mana pun." Hana berbisik
" Apa yang bisa saya bantu kembali Nona." Ucap lirih wanita itu kembali.
" Apa aku bisa meminta no ponsel mu, aku ingin membuat desain untuk suamiku.Aku akan menghubungimu nanti ." Bisik Hana ingin membuat kejutan,mata Cakra menatapnya dari atas sofa.
Wanita itu mengangguk.Menyodorkan kartu identitas untuk nona muda .
" Terimakasih." Hana Membungkuk memasukan kartu ke dalam saku celananya.
Cakra dari kejauhan mendesah.Rey tersenyum seperti nya tuan muda akan menyuruh nya.Mencari guru les privat untuk nona muda ,
Pelajaran menjadi istri konglomerat.
Cakra sangat tidak suka Hana membungkuk kepada orang lain.
Orang lainlah yang harus selalu hormat kepada istrinya.
" Nenek ini bagus kan untuk ibu?." Hana memilih dress untuk Ibunya.
" Bagus .Semuanya bagus Hana ." Nenek ingin membawa semua pakaian disana pulang.
" Nenek jangan membuat ku malu." Hana merengek,neneknya tertawa-tawa sambil menepuk-nepuk bahu cucunya.
* * *
Lina dan Kiran.
Lina sudah bersiap dengan pakaian masuk ke dalam kopernya.
" Kau yakin?" Tanya Kiran
" Tentu ,aku tidak bisa lama lagi .Ibuku sakit ." Lirih Lina berkaca kaca.Kiran memeluknya erat,mengusap punggung Lina dengan telapak tangannya.
__ADS_1
" Katakan padaku jika kau butuh sesuatu." Kiran tahu Lina hanya tinggal dengan ibunya.Dia khawatir kemana Lina akan meminta bantuan,sebab itu dia menawarkan dirinya suka rela.
" Terimakasih,jangan menggoda pacar ku ya." Lina tertawa.Kiran Memukul bahunya keras.
" Aku sudah berpaling dari Rey ,tenang saja." Kiran tersenyum.
" Baiklah aku percaya." Kedua tangannya mencubit pipi Kiran,gadis itu meringis.
" Aku bingung caranya pamit kepada nona muda ."
" Bagaimana punkau harus berpamitan langsung." Kiran menghela nafas,dia dan Rey harus mencari bodyguard baru dalam waktu singkat sebelum berangkat.
" Kau benar." Lina memeluk Kiran kembali.
* * *
Hana duduk dibibir tempat tidur.Dia ingin sekali menelfon,tapi ponselnya hancur berantakan.
Cakra duduk disebelahnya,dia sedang sibuk memeriksa semua email yang dikirim kan Rey.
tok tok tok ...
Hana langsung membereskan baju yang tersibak,membuat paha putihnya terlihat.
" Tuan." Rey
" Berikan pada nya." Cakra melirik Hana.
Rey langsung menyodorkan apa yang dia jinjing.Hana menerimanya
" Apa ini untukku?" . Tanya Hana pada Rey.
Rey tidak menjawab.
" Iya itu untuk mu." Dagunya sudah ditarik jemari Cakra agar menghadap nya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang." Hana mencium bibir suaminya berkali kali.
Rey mundur meninggalkan keduanya dikamar VVIP itu.
Cakra membalas ciuman Istrinya.Setelah dia puas ,dia keluar dari kamar meninggalkan Hana yang tertidur pulas.
Selimut dua tarik sampai ke leher, menutupi tubuh terbuka istrinya.
Cakra membuka pintu,dia kaget dan memukul dada Rey kuat.
" Kenapa kau disini si." Wajah panik Cakra membuat Rey tertawa kecil.
" Kita masih harus membahas tentang yang tadi tuan." Rey membungkuk.kepalanya kembali dipukul Cakra.
" Ayo ." Cakra menarik bahu Rey dari depan pintu kamarnya.
Mereka berdua menuruni tangga beriringan.Waktu masih sore ,di sisi lain Lina menunggu sinyal dari Rey untuk berpamitan dengan Nona muda.
" Katakan." Cakra duduk di sofa ,segelas air yang diberikan Susi doa teguk sampai habis.
" Apa perlu saya bermain dengan Kim tuan." Rey membuat nenek yang mendengar dibalik tembok terlonjak.
" Jangan kita lihat sampai mana dia menganggu istriku?" .Cakra menghela nafas panjang.
" Dia juga menebus nyonya Marisa tuan ." Rey langsung mundur,saat Cakra berdiri mendekati wajahnya.
" Kau tidak becus bekerja ya ." Cakra menarik kerah baju Rey kuat.
" Maafkan saya tuan " .Rey tersungkur tubuhnya didorong kuat ke lantai.
Cakra melirik pintu kamarnya.Jika Hana melihat dia harus siap jika Hana meninggalkannya.
" Buntuti dia kemana pun, hubungi Bagas secepatnya." Cakra mendelek sebal pada Rey.Dan berlalu meninggalkan semuanya.
" Kau bodoh." Susi Memukul kepala Rey.
__ADS_1
" Awas ." Rey menepis saat Susi ingin membantu nya berdiri.
Rey mengikuti Cakra walaupun dia sudah tertinggal jauh ,Cakra masuk dan membanting pintu ruang kerjanya.