Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Misi menangkap Adelia


__ADS_3

Kiara terkejut Bella bersimpuh di hadapannya. Berlutut dengan memohon-mohon seperti ini di kakinya. Kiara merasa heran sejauh ini Bella mau berkorban demi Bima yang tidak memiliki cinta untuk Bella.


"Maaf, nona. Tuan Aldi menelepon." pengawal di kanan Kiara melihat telepon Kiara bergetar tanpa suara dan ada tulisan 'SUAMI' di layarnya.


Kiara terkejut kembali dengan telepon Aldi. Dengan buru-buru Kiara mengangkat telepon dari Aldi.


"Kamu dimana, Kiara?" Suara dingin tanpa sapaan langsung menginterogasi Kiara. Seolah tidak memberikan Kiara ruang untuk bernapas.


"Aku masih di kafe, Al."


"Pulang sekarang, Kiara. Kamu sudah pergi setengah jam."


"Aku belum selesai dengan kak Bella, Al. Sebentar lagi aku pulang. Tenang saja ya. Aku hanya di kafe yang jaraknya 10 menit dari rumah."


"Bella dan Bima berbahaya, Kiara. Kamu bisa-bisanya menemui Bella." Aldi semakin marah.


"Iya, aku akan pulang. Aku janji lima menit lagi ya. Okey. Aku tutup dulu biar aku segera menyelesaikan pembicaraanku dengan kak Bella."


Dengan kalimat itu, Kiara mengakhiri panggilan teleponnya secara sepihak. Aldi semakin marah dan inginĀ  melemparkan ponselnya jika saja tidak menyadari bahwa ponsel itu masih diperlukan untuk melacak Adelia.


Aldi tidak bisa tenang. Dia masih merasa ada hal yang ganjil. Ada yang masih membebani hatinya. Aldi memiliki firasat buruk.


"Mike, periksa dimana Ferdi dan Hasan berada. Pastikan mereka benar-benar sedang di kantor atau tidak." Aldi langsung memberikan instruksi begitu teleponnya kepada Mike diangkat.


"Aku telah mengatur supaya sekretaris mereka melapor jika keduanya meninggalkan kantor."


"Apa mereka melapor?"


"Tidak. Mereka pasti di kantor."


"Kamu yakin?" Pertanyaan Aldi begitu dingin dan penuh penekanan. Membuat Mike tidak yakin dan menjadi takut.


"Aku akan memastikan sendiri. Tunggu kabar dariku." dengan itu, Mike menutup telepon.


Aldi mulai frustasi. Segala hal yang saat ini terjadi lagi-lagi berada di luar kendalinya. Aldi sangat membenci situasi yang di luar kendalinya seperti ini.

__ADS_1


Tiba-tiba peretas akun keuangan Adelia mengirimkan notifikasi. Adelia belanja di sebuah minimarket. Dia menggunakan kartu debitnya sejumlah beberapa ratus ribu sekaligus menarik uang cash 1 juta. Lokasinya tidak jauh dari area rumah Aldi.


Seketika pikiran Aldi mengkalkulasi bahwa ini bukan kebetulan. Kiara. Apa mereka mengintai rumah dan pergerakan Kiara sama aku?


"Daniel!" Aldi berteriak memanggil.


"Ya, pak. Silahkan memberikan perintah anda, pak."


"Kirim pengawal lebih banyak ke posisi Kiara sekarang. Utus pengawal ke minimarket yang lokasinya ku bagikan. Dan sisa pengawal yang siaga ikuti aku menangkap Adelia."


Usai memberi perintah, Aldi mendapat telepon dari Mike.


"Maaf Al. Ferdi maupun Hasan tidak sedang di kantor. Sekretaris mereka yang ku tugaskan mengawasi ternyata diberi banyak pekerjaan sampai tidak menyadari atasan mereka keluar kantor."


"Keduanya melakukan hal yang sama?"


"Ya. Aku yakin salah satunya sedang bersama Verlita. dan salah satu yang lain saat ini bersama Adelia."


"Baiklah. Aku akan mencari keberadaan Verlita dan mengirimkan lokasinya. Kamu tinggalkan pekerjaan kamu untuk mengecek Verlita dimana dan bersama siapa."


"Kamu dimana?" Tidak ada basa-basi maupun sapaan.


"Aku sudah selesai dengan kak Bella. Aku sudah dalam perjalanan pulang kok, Al. Tenang, ya."


"Langsung pulang, Kiara. Tidak ada acara mampir kemana pun. Okey?"


Terdengar nada khawatir dalam ucapan Aldi. Kiara yang awalnya ingin mampir ke minimarket terdekat yang searah pulang kini mengurungkan niatnya.


"Iya, Al. Aku mengerti. Aku langsung pulang. Nggak mampir kemana pun."


Ada sedikit rasa hangat dan kelegaan di hati Aldi begitu mendengar Kiara mengiyakan tanpa bantahan sedikit pun. Tapi firasat buruk di hatinya belum juga sirna.


"Kalau begitu tunggu aku di rumah ya, sayang. Aku juga dalam perjalanan pulang. Nanti aku anterin kamu jalan-jalan kemana pun tempat yang kamu mau. Jangan keluar-keluar lagi tanpa aku dulu ya."


"Iya. Hati-hati di jalan ya Al."

__ADS_1


"Iya. Kamu juga." Balas Aldi sebelum menutup panggilan kepada istrinya.


Begitu menutup telefon, Kiara baru ingat mengenai Bella dan Bima. Kok bisa-bisanya dia lupa membahas pertemuannya dengan Bella barusan.


Sementara itu, Aldi mampir ke lokasi Adelia terlacak terakhir. Para pengawal khusus yang Aldi bentuk untuk memburu Adelia juga sudah berangkat sesuai lokasi yang Aldi kirim.


Tapi posisi Aldi kini jauh di depan mereka. Sebab Aldi awalnya akan mendatangi tempat Kiara dan Bella bertemu. Aldi bergegas berangkat lebih awal tanpa satu pun pengawal. Hanya sopir yang saat ini bersamanya.


Tidak lama, Aldi tiba di minimarket yang dituju. Masih ada mobil merah milik Adelia terparkir di depan minimarket. Aldi merasa senang. Apapun tujuan Adelia berada di minimarket yang berada dekat dengan area perumahan miliknya membuat Aldi waspada.


Kini dengan Adelia berada di hadapannya, Aldi akan segera bisa menangkap Adelia dan mengamankannya hingga peralihan pewaris Wiji Sasongko kepadanya.


Tanpa pikir panjang, Aldi turun dari mobilnya. Dari sebelah kanan mobil, Aldi mengetuk kaca sang sopir mobil. Aldi amat senang melihat bayangan Adelia dari luar kaca mobil yang terlihat samar. Tapi Aldi yakin, itu siluet Adelia.


Adelia tidak membuka kaca mobilnya. Aldi juga total sabar mengetuk kaca mobil. Aldi berkonsentrasi penuh mengetuk kaca mobil dan memperhatikan gerak gerik Adelia di dalam mobil yang tampak tenang.


'Ada apa ini? Kenapa Tante Adelia tidak terlihat panik melihatku mengetuk kaca pintu mobilnya?' Aldi sibuk dengan pikirannya.


Aldi tidak menyadari ada mobil hitam dari arah belakang mobil merah Adelia. Mobil tipe sedan berwarna hitam itu melaju dengan sangat cepat. Seolah akan menyerempet tubuh Aldi.


Aldi yang fokusnya kepada Adelia tidak sadar dengan kecepatan mobil hitam yang tampak akan menyerempet dirinya. Hingga detik terakhir Aldi menoleh ke mobil hitam itu sudah terlambat.


"Brukk" Suara benturan Tubun Aldi dengan mobil itu mengejutkan semua yang ada di dekat Aldi.


Aldi ditabrak oleh mobil hitam dan terpental agak jauh ke depan. Aldi terlalu terkejut untuk menghindar. Tabrakan itu juga mengejutkan orang yang di sekitarnya. Bahkan pegawai yang ada di dalam mini market juga keluar untuk melihat ada kecelakaan apa.


Keramaian orang yang mengerumuni Aldi menimbulkan kemacetan kendaraan yang ada di situ. Kiara juga terjebak dalam kemacetan. Tidak bisa masuk ke area perumahannya. Tapi orang yang berkerumun itu tidak menyadari mobil merah Adelia menghilang.


Adelia langsung menjalankan mobilnya mengikuti mobil sedan hitam usai melihat Aldi tertabrak hingga ada darahnya berceceran di jalan. Menimbulkan rasa puas di hatinya.


Sementara itu, Kiara yang masih di mobil mendapat cerita dari sopirnya bahwasanya di depan minimarket ada kecelakaan. Sepertinya tabrak lari.


Mendengar itu, jantungnya seolah terkejut dan kagetnya bukan main ketika mendengar ada kecelakaan di depan minimarket.


Kiara ingin melihat atau mungkin memberikan pertolongan. Tapi teringat permintaan Aldi untuk langsung pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2