Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Kemarahan Bella


__ADS_3

Dalam sekejap mata, tibalah hari pernikahan Kiara. Sejak Aldi menjelaskan bahwa Kiara akan bertukar pengantin dengan Bella, Kiara hanya punya kesempatan sekali untuk bertemu dengan Aldi untuk membahas detail acara pernikahan hari ini.


Kiara menatap dirinya di cermin. Gaun putih ini cantik. Tapi pria yang memilih gaun pengantin ini akan menikah dengan kakaknya.


Tiba-tiba Kiara dikejutkan oleh kedatangan sosok Bima, pria yang sudah memilih gaun pengantin ini untuknya. Kiara bisa melihat rasa sakit di mata Bima ketika melihat Kiara mengenakan gaun putih ini. Tapi Kiara hanya memasang wajah datar.


Wajah Kiara yang telah selesai dirias dengan make up lumayan tebal tidak mengurangi kecantikan alami yang biasa dilihat Bima. Ada keinginan yang begitu besar di hati Bima untuk merengkuh gadis bergaun putih itu ke dalam pelukannya.


"Masih ada waktu jika kamu ingin berubah pikiran. Aku masih bisa kembali ke sisimu, ra." Perkataan Bima yang begitu menggoda hati Kiara ini membuatnya ingin mengiyakan.


"Sudah terlambat." Kiara memalingkan wajah dari Bima.


Bima mendekatkan diri kepada gadisnya. Berusaha membujuknya. "Belum terlambat. Belum ada akad nikah yang mengesahkan pernikahan kamu dengan Aldi. Juga pernikahanku dengan Bella. Kita masih bisa kembali bersama, ra. Tolong pikirkanlah lagi."


Saat ini Bima sudah lupa dengan Bella. Sudah tidak tahan melihat Kiara dari jauh seperti beberapa hari ini. Hari ini seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi Bima karena bisa bersatu dengan Kiara yang dinantikan sejak lama.


"Kita telah bertukar pengantin. Aku bukan pengantin kamu lagi. Kamu sendiri yang sudah menyerahkan aku ke tangan Aldi." Bima mundur selangkah. Ada kebencian di mata Kiara.


Sebelumnya ketika Kiara meminta Bima menikahi Bella, di matanya hanya ada rasa sakit karena kehilangan. Masih jelas terlihat ada rasa enggan untuk berpisah di mata Kiara.


Kiara bisa merelakan Bima. Tapi keputusan Bima menyerahkan dirinya untuk menikahi Aldi demi Bella telah menyayat hatinya lebih dalam. Menghancurkan hidup Kiara untuk terpaksa menikahi pria yang sama sekali tidak Kiara kenal.

__ADS_1


Bima menundukkan wajahnya. Segalanya telah terlambat. Kiara sudah berada di luar jangkauan Bima. Kiara tak bisa lagi Bima raih.


"Aku akan mengembalikan segala fasilitas yang kamu berikan sebagai kekasihmu selama ini. Termasuk apartemen, mobil dan posisi GM hotel Marriot." Bima tidak tahu harus membalas apa. Kiara benar-benar ingin menghapus segala hal mengenai Bima.


Seharusnya Bima senang. Dengan begini Kiara akan lebih mudah memulai hidup baru. Tapi dengan mengembalikan apartemen dan mobil, itu terlalu jauh. Keduanya milik Kiara. Bima telah memberikannya dengan sukarela.


Bima akan merubah strategi. Bella adalah kelemahan Kiara selama ini. Demi Bella, Kiara telah merelakan dirinya. Bima akan memberikan semua hal dengan dalih Bella saja. Jika Bima masih saja menyatakan cintanya, Kiara tidak bisa mempercayainya.


"Kamar pengantin di suite room hotel ini akan tetap bisa kamu gunakan. Aku khawatir Bella tidak mau menginap di sana karena trauma."


"Dulu aku ingin hidup berdua sama kamu di apartemen. Tapi sepertinya Bella lebih suka sebuah rumah. Kami sedang menunggu pembangunan rumah kami. Sementara itu, aku akan tinggal di rumah mommy dan daddy. Bella sudah lumayan dekat dengan Mommy. Aku rasa Bella akan lebih senang hidup di sana sementara waktu sambil menanti rumah selesai dibangun. Jangan kembalikan apartemen itu. Kamu bisa tetap memilikinya. Aku akan mengubah kepemilikannya atas nama kamu."


"Mobil juga aku beli atas nama kamu. Itu milikmu Kiara. Sedangkan posisi GM kamu raih dengan kemampuanmu. Aku tidak ikut campur sama sekali dalam karirmu. Tetaplah bekerja seperti biasa."


Bella sudah tidak sanggup mendengar setiap ucapan Bima. Bella kembali ke ruang gantinya sendiri.


"Bagaimana rasanya masih dibayangi oleh Kiara?" Cindy yang sejak awal bersama Bella di ruang ganti hingga ikut menguping pembicaraan Bima dan Bella kini mulai buka suara begitu merasa aman di ruang ganti Bella.


"Kiara hanya korban" Bella menjawab dengan singkat.


"Kamu terlalu naif, Bel" Cindy menertawakan Bella.

__ADS_1


"Bima jelas-jelas tak akan bisa merubah perasaannya kepada Kiara. Kamu malah masih saja menyayangi adik yang tiba-tiba muncul itu?"


"Kamu jangan tertipu dengan kepolisan Kiara. Kamu yakin dia sepolos itu? Kamar pengantin dimiliki Kiara. Apartemen Bima. Jabatan GM hotel Marriot. Kamu yakin Kiara sehebat itu bisa menjadi GM dengan kemampuannya sendiri?" Bella mulai tersulut api amarah. Tapi Bella masih bisa menahan amarahnya. Bella tak bisa bertindak keji kepada Kiara lebih dari ini. Bella telah merebut Bima. Itu sudah sangat besar bagi Bella.


Ketika Bella sibuk dengan pikirannya sendiri, cindy telah memilih pergi ke ballroom hotel. meninggalkan Bella untuk memikirkan perkataannya.


Tidak lama setelah itu, mama Mery datang menemuinya. Ada bau alkohol tercium dari tubuhnya. Bella sudah terbiasa dengan kebiasaan buruk mamanya ini sejak om Heru meninggal. Tapi ketika hari pernikahan kedua anaknya, kenapa mamanya masih saja mabuk-mabukan.


"Bella sayang. Akhirnya kamu menikah." Mery mendekati Bella. Hendak memeluk Bella. Tapi Bella menghindar dari pelukannya. Bella tak ingin bau alkohol mamanya berpindah kepada dirinya.


"Maafkan mama sayang. Mama dengan tega menyia-nyiakan kamu sejak kecil karena rasa bersalah mama meninggalkan adikmu di panti asuhan." Mery menitikkan air mata.


Bella terkejut mendengar ucapan mamanya.


"Mama meninggalkan Kiara karena memilih merawat papa. Kamu juga mama tinggalkan hidup sendiri sejak kecil karena Kiara. Mama sungguh jahat. Untungnya kalian berdua mendapat suami pria yang baik dan bertanggung jawab."


Bella tidak tahan mendengar apapun kelanjutan kisah penyesalan mamanya. Bella memutuskan pergi dari ruangan itu. Kilas balik masa kecilnya kembali terulang. Bagaimana Bella kelaparan hampir setiap hari. Bagaimana Bella sendirian mengurus dirinya sendiri dari bangun tidur hingga sekolah dan tidur lagi di malam hari.


Semua penderitaannya karena disia-siakan sang mama bukan karena papa. Tapi karena Kiara. Lagi-lagi Kiara. Semua penderitaan yang dialami Bella disebabkan karena kehadiran Kiara sebagai adiknya.


Di hari pernikahan mereka, Bella tak bisa lagi bersikap baik kepada Kiara. Bella berkata kasar kepada Kiara. Dengan terang-terangan Bella menyatakan kepada Kiara bahwa dirinya tidak lagi ingin mengakui Kiara sebagai adik.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Bima, Bella meminta kembali apartemen Kiara. Bella juga meminta Kiara meninggalkan suite room yang tadinya Bima berikan malam ini untuk kamar pengantin Kiara.


__ADS_2