Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Penerobos Apartemen Kiara


__ADS_3

Kiara sedang tidur ketika mendengar suara bel pintu apartemennya berbunyi. Kiara heran siapa yang datang malam begini. Tapi Kiara ingat jika Bella tinggal bersamanya sekarang. Bisa saja itu Bella yang pulang.


Dengan kepala yang masih pusing, Kiara membuka pintu untuk tamunya tanpa mengecek dari lubang pintu siapa yang datang.


"Selamat malam Kiara." Kiara terkejut mendengar sapaan suara seorang pria. Kiara yakin suaranya juga bukan milik Bima. Kiara menatap wajah pria itu. Wajah tampannya memang bukan wajah pasaran. Tentu Kiara mengingat nama pemilik wajah tampan itu. Yang datang adalah Aldi.


"Maaf, ada urusan apa anda ke sini."


"Saya ke sini diutus oleh tunangan kamu, Bima" Aldi langsung masuk begitu saja dengan beberapa barang bawaannya.


Aldi mengeluarkan makanan yang dibawa. Ada bubur ayam dan sup ayam yang dia beli dari restoran dalam perjalanan ke sini. Juga beberapa obat yang direkomendasikan apoteker untuk demam dan nyeri, juga ada obat sakit perut dan vitamin. Aldi tidak tau Kiara sakit apa. Jadi dia putuskan membeli obat - obat jenis ini saja.


"Ayo makan dulu. Kamu terlihat sangat pucat." Aldi menatap Kiara dengan dingin.


Kiara ingin menolak tapi tidak punya tenaga untuk sekedar bicara menolak Aldi. Kiara putuskan duduk di sofa di depan Aldi. Melihat ke obat yang dibawa. Kiara sudah minum obat untuk demam dan pusing di pagi dan siang hari. Kiara juga sudah makan mie instan seharian ini. Karena cepat dibuat. Tapi memang keadaannya belum membaik hingga malam tiba. Jadi Kiara tidak ingin meminum obat lagi malam ini. Memilih mencoba tidur lagi ketika ada Aldi datang.


Setelah melihat semua barang di atas meja yang dibawa oleh Aldi, Kiara putuskan mengambil bubur saja. Buburnya dikemas dalam termos. Ketika Kiara membuka tutupnya, buburnya masih hangat. Kiara memakan buburnya dengan diam dan berusaha makan sebanyaknya. Berusaha tidak memikirkan kenapa Bima mengirimkan orang asing ini ke sini.


Ada rasa sakit di hatinya mengingat hal ini. Tapi Kiara berusaha untuk tidak menangis atau meneteskan air mata sedikit pun. Kenapa memikirkan Bima masih terasa sakit.


Aldi memperhatikan Kiara makan dalam diam. Ada rasa sakit terlihat di wajahnya. Aldi sungguh heran kenapa perempuan susah sekali dipahami.

__ADS_1


Beberapa hari yang lalu gadis di hadapannya meyakinkan kakaknya untuk menikahi kekasihnya. Kini ketika kekasihnya memilih bersama sang kakak, kenapa keadaan gadis ini menjadi menyedihkan begini? Aldi sungguh heran dengan kaum perempuan.


Usai menghabiskan makanannya dengan susah payah, Kiara mengambil obat demam yang dibawa oleh Aldi dan meminumnya, Kemudian masuk ke kamarnya tanpa memedulikan Aldi. Kiara mengunci pintu kamarnya dari dalam dan berusaha tidur.


Aldi heran. Dirinya ditinggalkan begitu saja oleh gadis ini. Bahkan tidak satu kata pun keluar dari mulutnya. Tapi samar terdengar di balik pintu yang ditutup itu Kiara menangis.


Aldi merasa tidak nyaman mendengarnya. Aldi tak ingin pulang. Khawatir terjadi sesuatu kepadanya. Gadis itu butuh teman bicara. Tapi tak ada satu pun yang bisa dia ajak berbagi. Kasihan juga.


Aldi membereskan makanan di meja. Masih tersisa sup ayam. Aldi menyimpan sisa makanan itu di meja makan. Juga menaruh semua obat yang dibawa olehnya di meja makan.


Aldi memutuskan membuka laptop dan menyibukkan diri dalam dunianya. Mencoba tidak mendengar suara tangis Kiara dari dalam kamarnya.


Aldi berusaha sebisa mungkin tidak membuat suara agar Kiara menyangka Aldi sudah pulang. Kiara juga menjadi histeris ketika mendengar Aldi sedang menaruh makanan dan obat di meja makan.


Aldi cenderung dingin terhadap orang lain. Dia susah memberi kepercayaan kepada orang yang baru dikenal. Aldi akan memilih bersikap dingin terhadap mereka sebelum Aldi yakin orang tersebut patut mendapat kepercayaannya.


Karena itulah Bella memandang Aldi sebagai sosok yang dingin. Aldi memang sengaja belum mau membuka diri karena baru kenal Bella. Aldi belum merasa nyaman untuk bicara banyak dengan Bella.


Aldi berkutat dengan laptopnya dan segala kerumitan pikirannya hingga tengah malam. Kiara sendiri menangis hingga tertidur. Baru sekitar tengah malam Kiara terbangun karena merasa haus.


Betapa terkejutnya Kiara mendapati ada pria asing di rumahnya yang sedang duduk di sofa. Aldi sibuk mengetikkan banyak program di keyboard laptopnya dengan sangat cepat.

__ADS_1


"Kamu... kamu kenapa masih di sini" Kiara yang terkejut tidak bisa berbicara dengan normal. Kiara tergagap sambil menunjuk-nujukkan telunjuknya ke arah Aldi.


Aldi yang mendengar Kiara sedang bersuara tidak mau mempedulikannya. Program yang ditulis Aldi akan segera selesai. Aldi butuh konsentrasi lagi. Biarkan gadis itu bicara semaunya.


Mendapat respon yang tidak ada sama sekali membuat Kiara ingin marah, Tapi Kiara tahu Aldi tak akan peduli meski sekarang Kiara marah-marah di hadapannya. Biarkan saja pria ini sibuk dengan pekerjaannya. Kiara akan melanjutkan mengambil minum kemudian lanjut tidur.


Ketika Kiara kembali dari mengambil minum di dapur, Aldi sudah menutup laptopnya. Sepertinya sudah selesai.


"Kalau pekerjaan kamu sudah selesai, sebaiknya kamu pulang." Kiara mengucapkan itu tanpa menoleh ke arah Aldi. Kiara lanjut berjalan ke arah kamar tidurnya.


Tapi Kiara berhenti berjalan ke kamarnya karena Aldi malah berdiri dan berjalan ke arahnya. Aldi berhenti tepat di depan Kiara. Membuat Kiara menahan nafas gugup karena Aldi begitu dekat.


Aldi menatap wajah Kiara yang masih pucat dengan seksama. Mencari tanda-tanda sakit Kiara. Karena wajahnya hanya terlihat pucat dengan mata sembab bekas menangis, Aldi mengulurkan tangannya ke dahi Kiara. Mengecek suhu tubuhnya.


Kiara masih demam. Badannya masih saja panas.


"Kamu punya dua pilihan. Kita ke rumah sakit sekarang biar kamu dapat perawatan langsung. Atau yang kedua saya menginap dan tidak pulang hingga kamu sembuh." Aldi melipat tangan di dada. Menampakkan ekspresi sungguh-sunggguh dengan ucapannya.


Kiara heran dengan pria asing di hadapannya. Tapi Kiara tak ambil pusing. Kepalanya sudah pusing. Biarkan saja pria ini melakukan apapun semaunya. Kiara memillih masuk kamar melanjutkan tidur saja lagi.


Karena tak mendapatkan respon jawaban dan malah ditinggal tidur, Aldi menginap di apartemen itu. Memilih tidur di sofa. Mengecilkan AC ruangan itu dan berbaring.

__ADS_1


Aldi juga menyempatkan menyusun rencana kerja untuk besok. Juga rencana untuk Kiara esok. Dari menu makanan hingga baju ganti untuknya, semua Aldi atur saat itu juga dengan meminta seseorang mengantar ke apartemen Kiara.


__ADS_2