Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Rumah Pengantin Kiara


__ADS_3

Aldi berjalan keluar dari rumah kediaman Bima dan Bella bersama dengan Kiara di sebelah kirinya. Ingin rasanya Aldi mengenggam tangan Kiara yang bergerak seirama dengan langkah kakinya. Tapi tentu saja hal itu tidak akan Aldi lakukan. hal itu hanya akan membuat Kiara semakin marah kepadanya.


Kiara tidak membawa mobil sendiri, jadi tentu saja Aldi akan berusaha mengajak Kiara naik ke mobilnya.


"Ra, ikut mobilku ya?" Ingin sekali Aldi memerintahkan Kiara seperti biasa. Tapi kali ini itu pun tidak bisa dilakukan. Maka Aldi harus menanyakan dan meminta baik-baik kepada Kiara.


Kiara berhenti berjalan dan hendak menjawab, tapi Aldi buru-buru menambahkan beberapa hal agar Kiara mau naik ke mobilnya.


"Aku akan antarkan kemana pun kamu mau. Apapun syarat yang kamu inginkan, Kiara." Aldi berharap Kiara tidak menolaknya.


"Apapun?" Aldi sudah keburu senang karena Kiara sepertinya mau semobil dengan Aldi apapun syaratnya.


"Apapun yang kamu inginkan. Ijinkan aku mengantarkan kamu ke tempat tujuan kamu." Aldi harus membuat Kiara mau untuk diantarkan.


"Oke, tapi ada beberapa syarat yang harus kamu penuhi."


"Tentu saja. Apapun yang kamu mau, Ra." Aldi semakin senang Kiara mau berbicara kepadanya.


"Syarat pertama. Kamu sendiri yang menyetir." Kiara hanya menyedekapkan tangannya di dada.


"Oke. Aku akan mengirim supirku pulang. Ada lagi?"


"Tujuannya aku beri tahu di mobil. Yang jelas aku tidak mau pulang ke rumah besar keluarga kamu."


"Baiklah. Tidak masalah. Kemanapun kamu mau pergi, sayang. " Aldi mendahului berjalan ke arah mobilnya dan mengondisikan supirnya untuk kembali.

__ADS_1


Usai supir Aldi keluar dari mobilnya, Aldi membuka pintu penumpang bagian depan untuk Kiara. Akan tetapi Kiara mengabaikan tindakan Aldi yang seperti supir membukakan pintu sang majikan. Kiara malah membuka pintu penumpang di bagian belakang dengan tangannya sendiri kemudian duduk di sana.


Aldi tidak menyangka akan penolakan Kiara ini. Tapi Aldi buru-buru menghilangkan keterkejutannya dan masuk ke kursi kemudi. Aldi siap melajukan mobilnya tanpa tujuan sekalipun bersama Kiara. Tapi karena Kiara tidak memberitahu ingin kemana, maka Aldi hanya melajukan mobilnya sesuka hati saja. Yang terpenting kini Aldi bersama dengan Kiara.


Kiara hanya diam sambil menutup mata. Aldi tidak tahu apakah Kiara sedang beristirahat ataukah memejamkan mata untuk memikirkan sesuatu.


"Ra, bisakah kita berbicara? Ijinkan aku menjelaskan kesalahpahaman di antara kita, Kiara." Aldi tidak akan menyerah untuk mendapatkan kembali istrinya.


"Menyetirlah dengan benar." Kiara masih memejamkan matanya.


"Kamu ingin kemana, Kiara?" Aldi tentu siap menyetir dengan benar sesuai keinginan Kiara.


"Ke rumah pertama kita." Kiara tetap memejamkan matanya.


Aldi pun tidak segan melajukan mobilnya ke rumah yang mereka tinggali untuk pertama kalinya usai menikah.


"Apakah kamu merindukan rumah pengantin kita karena melihat Bima dan Bella seperti pengantin baru di rumah pengantin barunya?"


Kiara kaget dengan Aldi yang tiba-tiba mengetahui apa yang membuatnya memilih rumah ini sebagai tujuan. Tapi Kiara memilih diam saja. Kiara masih tidak ingin berbicara dengan Aldi.


Melihat Kiara yang tidak ada keinginan untuk berbicara dengannya, Aldi pun memilih diam kembali. Aldi turun dari mobil untuk membuka kunci pagar yang sudah berteknologi tinggi. Pagar rumah itu dilengkapi teknologi digital yang membuat Aldi hanya perlu memasukkan kode angka ketika lupa membawa kunci manual.


Usai membuka pagar, Aldi kembali masuk ke mobil dan hendak melajukan mobilnya masuk ke rumah. Tapi Kiara rupanya sudah turun dari mobil dan masuk ke halaman rumah. Kiara bahkan sedang memasukkan kode untuk membuka pintu rumah ketika Aldi sedang meluruskan mobil yang sedang parkir.


Kiara mengira rumah ini akan sedikit kotor dan berbau tidak menyenangkan. Tapi rupanya Aldi telah mengatur supaya rumah ini rutin dibersihkan. Bau harum rumahnya yang dulu memenuhi indera penciuman Kiara. Aroma ini begitu menenangkan hati Kiara. Meski tidak semewah dan estetik kamar hotel yang tadi dia tinggalkan, tapi ada rasa senang begitu memasuki rumah sederhana ini.

__ADS_1


Kenangan kebersamaan Kiara dan Aldi di rumah ini pun kembali memenuhi benak Kiara. Aldi yang dulu pendiam dan acuh terhadap Kiara kembali bisa Kiara lihat bayangan-bayangannya di rumah ini. Kenangan akan sosok Aldi yang suka membantu Kiara bersih-bersih ketika Kiara menyiapkan makan pagi atau makan malam untuk mereka berdua. Juga sosok Aldi yang suka duduk di karpet ruang tamu untuk membuka laptop di meja. Aldi bisa berjam-jam fokus ke layar laptopnya dengan bahasa pemrograman yang tak Kiara mengerti satu pun.


"Aku mengatur agar rumah ini dibersihkan secara rutin. Untuk berjaga-jaga jika kamu sewaktu-waktu ingin menginap di sini atau sekedar main ke sini." Aldi tiba-tiba sudah berada di samping Kiara usai memarkirkan mobilnya.


"Ya, rumah ini bersih dan rapi seperti sebelum kita pindah."


"Mau pindah ke sini kembali, sayang?" Tiba-tiba Kiara merasakan rangkulan tangan Aldi di pundaknya.


Kiara menoleh ke arah Aldi. Begitu pula dengan Aldi yang menatap kedua mata Kiara.


"Ya, malam ini aku ingin menginap di sini." Kiara melepaskan diri dari rangkulan Aldi dan berjalan ke arah tangga. Kiara dengan perlahan menaiki tangga ke lantai dua tanpa menghiraukan Aldi. Kiara kemudian masuk ke kamar tidur lamanya. Kamar dimana Kiara dulu tidur terpisah dari Aldi.


Kiara mengunci kamarnya dan duduk di ranjangnya. Kiara kembali termenung mengingat kenangan di rumah ini.


Kiara duduk tanpa memikirkan apapun. Tapi hatinya kembali terasa sakit karena Aldi. Kiara teringat semua rasa sakitnya tadi malam saat di hotel. Kiara teringat bagaimana Aldi masih ada indikasi mencintai Verlita. Juga bagaimana Aldi ternyata tidak percaya bahwa anak dalam kandungannya ini anaknya. Kiara merasa begitu sakit hingga air mata menetes begitu saja di pipinya. Kiara menangis tanpa bersuara. Merasakan sakit tanpa bisa bercerita akan rasa sakitnya kepada siapapun, termasuk kakaknya, Bella.


Tadinya Kiara sudah akan menceritakan masalahnya kepada Bella. Tapi Kiara teringat bagaimana Bella dulu menderita rasa sakit yang lebih besar karena mencintai Bima dengan sebelah pihak. Kiara teringat bagaimana kakaknya begitu kuat dan bersabar menghadapi setiap sikap buruk Bima kepadanya.


Kiara megurungkan niatnya untuk curhat kepada Bella. Kiara tidak ingin membuka aib suaminya. Kiara bertekad untuk mencari solusi dari permasalahannya dengan Aldi tanpa melibatkan orang lain. Tapi kemunculan Aldi yang begitu tiba-tiba ini membuat Kiara tidak tahu harus bersikap bagaimana. Kiara tidak bisa memarahi Aldi di depan Bella dan Bima. Itu akan membuat nama Aldi buruk di mata orang lain. Tapi Kiara masih belum bisa menerima dan memaafkan Aldi. Hati Kiara masih terasa sakit.


"Oh Tuhah.. Bagaimana aku harus bersikap terhadapnya.." Rintih Kiara.


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers yang baik.

__ADS_1


Like dan komen agar menjadi penyemangat saya untuk rutin update, ya..


_Dinda^^


__ADS_2