
Begitu selesai sarapan, Mike undur diri. Mike tidak berencana sama sekali untuk berangkat kerja bersama Aldi.
"Apa tidak ada komentar sedikitpun mengenai sarapan yang ku siapkan pagi ini?" Kiara dan Aldi masih di meja makan. Kiara belum menyelesaikan makannya. Sementara Aldi baru mengelap bibirnya usai makan.
"Maaf, aku lupa sedang makan sama kamu."
"Iya, aku tahu kamu sedang sibuk memikirkan rencana penting hari ini. Aku paham kok. Aku juga nggak ingin ikut campur sama hal yang bukan bidang aku. Aku cukup percaya kamu bisa menangani semua hal ini."
"..." Aldi tak tahu harus menjawab apa. Pikirannya masih agak terpecah.
"Aku ingin tanya satu hal. Apa aku boleh keluar jika mengajak pengawal untuk menemaniku?"
"Kamu ingin kemana?" Aldi kini fokus kepada Kiara setelah mendengar keinginan Kiara untuk berjalan-jalan keluar.
"Aku belum ingin kemana-mana. Hanya sekedar bertanya saja. Barangkali nanti aku ingin keluar rumah sekedar berjalan-jalan."
"Kiara. Jika hanya untuk jalan-jalan, tunggulah aku pulang. Aku akan temani kamu berjalan-jalan kemana saja yang kamu inginkan."
"...", Sesuai dugaanku. Tidak diijinkan. Batin Kiara. tapi Kiara diam saja tidak menanggapi Aldi.
"Jika kamu ingin keluar untuk suatu hal yang penting, aku mengijinkan. Bawalah pengawal yang cukup. Tapi kabari aku juga kamu mau kemana. Dan ingat, jangan lama-lama ya." Nada bicara Aldi semakin lembut.
__ADS_1
Kiara tidak menyangka Aldi mau mengijinkannya keluar rumah meski dengan beberapa syarat. Kiara tersenyum mendengarnya.
"Terima kasih, Al. Kamu berhati-hati ya."
Aldi hanya tersenyum kemudian berangkat ke kantornya di WS TECH.
Begitu tiba di kantor, Aldi disibukkan dengan pelacakan Adelia. Di ruangan CEO yang luas, kini telah dipasang beberapa Alat dan set komputer terbaru yang super canggih untuk digunakan oleh Aldi bereksperimen. Aldi hari ini bersama dua orang dari tim IT. Mereka berdua membantunya mengetik banyak koding program.
Tujuan dari koding program yang panjang itu hanya satu, membobol kartu Debit, kartu kredit maupun tabungan Adelia. Kemudian melacak sinyal M-Banking Adelia. Dan yang terakhir adalah melacak lokasi transaksi e-money Adelia.
Adelia adalah orang kaya yang tidak pernah hidup susah. Nafsu belanja Adelia tidak akan berhenti meski berada di tempat terpencil sekalipun. Karena nomor ponsel Adelia yang biasa Aldi lacak sudah dinonaktfikan, maka tiga opsi inilah satu-satunya kesempatan Aldi.
Sejak tiba di kantor, Aldi dan dua orang lainnya hanya sibuk mengetikkan koding program dan meretas keuangan online Adelia dari tiga jalur tersebut.
Aldi belum berhenti mengetik di keyboardnya dengan kecepatan yang hampir tak tampak oleh mata selama berjam-jam. Sudah mau jam istirahat makan siang. Kedua orang dari Tim IT juga sudah pamit untuk break istirahat sejenak. Tapi Aldi masih belum berhenti.
Tiiba-tiba, ponsel pribadi Aldi berbunyi. Kiara yang memanggil. Tidak biasanya Kiara menelepon pada jam segini. Tapi jika Aldi mengangkat teleponnya, program yang tinggal sedikit lagi selesai ini akan lenyap. Daniel juga sedang tidak ada di sampingnya untuk membantunya mengangkat telepon Kiara.
Akhirnya Aldi putuskan untuk tidak mengangkat telepon Kiara. Sedikit lagi programnya sempurna. Setelah itu Aldi tinggal menanti peretas melakukan tugasnya setiap Adelia melakukan transaksi pembayaran belanjanya baik secara online maupun dengan kartu banknya. Aldi mencoba berpikir Kiara hanya iseng karena menganggur di rumah. Aldi yakin Kiara aman di rumah. Tidak akan ada sesuatu yang mencelakainya bersama seluruh pegawai yang ada di rumah.
Setelah setengah jam dari panggilan Kiara, Aldi menyelesaikan programnya. Aldi sudah selelsai meretas akun keuangan Adelia. Aldi tinggal menanti Adelia dengan bodohnya melakukan pembayaran di setiap transaksi apapun. Hanya dibutuhkan satu transaksi untuk menemukan Adelia. Aldi tinggal berharap Adelia melakukan kebiasaan belanjanya.
__ADS_1
Aldi bernapas dengan lega. Rencananya berjalan di lajur yang benar. Aldi tinggal menghubungi Kiara balik. Ada apa tadi Kiara meneleponnya. Tapi Aldi terkejut membaca pesan dari Kiara.
*Al, Aku akan bertemu dengan kak Bella. Aku awalnya ingin menelepon untuk meminta ijin, tapi kamu sepertinya sedang sibuk. Pesan ini mewakili ijinku ya. Tenang saja. Aku membawa dua orang pengawal dan pergi bersama supir.
Wajah Aldi tampak dingin. Aldi merasa sangat marah. Kiara tidak dalam kondisi aman. Bella berarti Bima. Bisa saja Bima melakukan sesuatu untuk membalas perusahaannya. Ini tidak boleh terjadi.
Sementara itu, kiara sedang bersama Bella di salah satu kafe yang jaraknya hanya 10 menit dari rumah. Kiara tidak tahu Bella sudah mengetahui apa saja mengenai Aldi dan BLUE CORP. Jadi tidak mungkin Kiara menyuruhnya datang ke rumahnya saat ini.
Bella sedang menatap Kiara. Mengamati baju bagus yang Kiara kenakan. Juga menatap pengawal yang berjaga di kanan dan kiri Kiara.
"Katakan, kak. Apa yang kak Bella mau bicarakan. Kenapa kakak lagi-lagi menangis dan tampak kasihan begini lagi? Bukannya kakak sudah mendapatkan hidup yang bahagia seperti keinginan kakak?"
Kiara tidak bisa lama-lama pergi meninggalkan rumah seperti keinginan Aldi. Kiara tidak tahan melihat Bella yang hanya bengong menatap dirinya dari tadi.
"Aku ingin meminta maaf, Kiara. Aku mengaku salah. tolong kakak, Kiara. Tolong selamatkan kakak, Kiara." Tiba-tiba Bella bertindak agresif dan memohon-mohon tanpa henti begini.
Kiara diam menanti apa yang ingin disampaikan oleh Bella. Kiara seolah teringat awal mereka saling mengenal.
"Tolong bujuk Aldi untuk menyelamatkan Atmaja Grup, Kiara. Aku mohon. Bantu kami." Bella masih memohon-mohon dengan wajah memelasnya. Kiara hanya merasa aneh dan tidak enak hati. Ada apa sebenarnya ini?
Tunggu, kak Bella bilang Atmaja grup dan Aldi. Kiara tahu Aldi pasti membalas dendam kepada Bima. Tapi Kiara tidak peduli apa yang Aldi lakukan kepada mereka.
__ADS_1
"Kak. Jika mengenai perusahaan, aku tidak tahu dan tidak punya kuasa apapun. Jika mengenai Bima, aku rasa Bima mendapatkan apa yang layak baginya. Bima yang telah lebih dulu menjebak Aldi, kak! Bima yang memang telah berselingkuh di belakang kamu! Bisa-bisanya kakak membela dan malah memohon-mohon begini demi Bima!"
"Kakak tahu, Kiara. Kakak tahu Bima sudah salah. Karena itulah kakak datang memohon ampun kalian, Kiara. Tolong bantu perusahaan, Kiara. Kakak rela kamu melakukan apapun sama kakak untuk menebus kesalahan kakak dan Bima sama kalian. Tapi tolong selamatkan perusahaan, Kiara. Selamatkan Atmaja Grup, Kiara. Kakak mohon sama kamu, Kiara" Bella bangkit dari kursinya, memegang kaki Kiara dan berlutut di tempat umum. Memohon ampun dan bantuan Kiara demi cintanya kepada Bima Atmaja.