Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
CCTV


__ADS_3

Aldi merasa Bella keterlaluan sekali kali ini. Bella dimasukkan ke kantor ini oleh Aldi. Bella juga mendapatkan gaji lebih tinggi dari pegawai dengan jabatan yang sama karena Aldi.


Tapi Bella mengundurkan diri dengan cara yang tidak sopan begini. Dia hanya menelfon Daniel, atasan langsungnya, untuk mengajukan pengunduran dirinya. Dia anggap apa WS Tech ini.


Tunggu saja besok bagaimana reaksi Bima setelah melihat video yang Aldi kirim.


Aldi mengingat esok tadi ketika Kiara menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, Juga ada bekal makan siang yang sudah Aldi habiskan tapi kotak bekal makanannya Aldi letakkan di atas meja di hadapannya.


Kotak bekal dari Kiara menjadi sandaran ponsel Aldi ketika Kiara tadi menelfon. Membuat Kiara tidak bisa melihat bagaimana Aldi menyukai kotak makanan itu berada di meja kerjanya.


***


Ini adalah pagi baru bagi Kiara. Tempat kerja baru, baju baru dan 'suami baru'.


Kiara tersenyum memikirkan hal baru yang terakhir. Aldi memang tidak banyak bicara, tapi Kiara merasa nyaman berinteraksi dengannya.


Aldi juga selalu ada saat Kiara berada dalam masalah. Atau dalam bahaya seperti ketika tenggelam serta ketika harus menghadapi Bella dan Bima.


Pagi ini Kiara awali dengan memasak sarapan untuk dirinya dan Aldi. Tapi karena Kiara kini sayu kantor dengan Aldi, Kiara tidak menyiapkan bekal makan siang.


Kiara berencana makan siang bersama Aldi saja. Berangkat dan pulang pun mereka bersama dengan mobil Aldi, kok. Jadi sepertinya dalam 24 jam hidup Kiara, mulai hari ini kebanyakan berisi Aldi.


"Kamu naik lift hingga lantai paling atas. Kamu melapor kepada pak Daniel." Instruksi Aldi begitu mereka tiba di kantor.


Mereka berdua berangkat lebih pagi. Satu jam sebelum jam masuk, keduanya sudah tiba di kantor.


Saat ini mereka sedang di lift. Aldi hendak berhenti di lantai kantornya. Sementara Kiara harus naik ke lantai paling atas.


Daniel ternyata sudah menanti kedatangan Kiara. Dia datang hampir sama paginya dengan Kiara dan Aldi. Kiara melapor sesuai instruksi Aldi dan menempati meja yang ternyata masih memiliki barang-barang pribadi Bella.


Kiara tertegun melihat foto Bella bersama dengan Bima di meja kerjanya. Nampak seperti foto prewedding.


'Sempat-sempatnya mereka berfoto prewedding seperti ini. Padahal persiapan pernikahan mereka hanya seminggu. Apa kabar dengan fotonya bersama Bima di butik gaun pengantin dulu?' Pikir Kiara.


Kiara menutup bingkai foto yang tidak menyenangkan itu.

__ADS_1


Daniel mendekati meja Kiara dengan sebuah boks di tangan.


"Masukkan barang pribadi pemilik meja ini sebelumnya ke sini. Kamu bisa menempatkan barang pribadi kamu." Ucap Daniel.


Kiara penasaran apa yang terjadi dengan Bella.


"Jadi ini sebelumnya meja kerja Bella, pak Daniel?"


"Benar. Dia cuti menikah. Tapi saat waktu cuti habis, dia mengundurkan diri. Itupun melalui telfon. Jadi ya barang-barang pribadinya pun masih di kantor ini."


"Oh, ya." Kiara heran. Bella sungguh bersikap seenaknya. Menjadi nyonya muda Atmaja mengubah banyak hal dari wanita yang dulu sering Kiara panggil kakak.


Sementara itu, Aldi di kantornya sedang mengirimkan potongan video CCTV yang diinginkan Bima. Melalui email pribadi Bima, Aldi mengirimkan video yang sebelumnya telah Aldi potong dan atur hingga membuat Bima langsung memahami apa yang terjadi dalam video itu.


Bima sendiri baru membuka video itu setelah tiba di ruang kerjanya. Menunggu hingga Bima sendiri di ruang kantornya.


Mulai hari ini Bella adalah sekretaris Bima. Mereka masih berkantor di hotel Marriott, jadi Bella menempati meja sekertaris yang diletakkan di luar ruang kantor Bima.


Dalam video yang dikirim Aldi, nampak Bella sedang berangkulan dengan Kiara. Tapi di video itu terlihat jelas bahwa Bella mengambil sebuah kartu yang nampak seperti sebuah kunci kamar hotel. Bella memasukkan kartu itu ke sakunya sendiri.


Di video itu, nampak Bella mengeluarkan kartu untuk memasuki kamarnya. Bella sendiri yang memasuki kamarnya.


Bima tertegun. Potongan video ini menjelaskan hal yang cukup jelas. Bima tidak mengajak Bella masuk ke kamarnya seperti perkiraannya sejak awal. Tapi Bella sendiri lah yang datang.


Maka Bella bukan korban Bima. Bella menyerahkan dirinya sendiri kepada Bima. Seperti semua gadis yang pernah Bima rasakan kehangatannya.


Sementara Bima larut dalam pemikirannya sendiri, video di layar handphone nya telah berganti dengan kejadian Bella yang keluar dari kamar hotel sendiri.


Tak lama kemudian, Kiara datang. Mereka berbicara dan Bella tampak menangis dan merangkul Kiara. Tapu saat Bella merangkul Kiara, kartu kunci kamar suite room kembali masuk ke saku Kiara. Seolah tak pernah meninggalkan saku Kiara sama sekali tanpa Kiara sadari.


Bima tertegun. Bima merasa dipermainkan oleh Bella. Dan Bima teramat sangat marah saat ini.


"Sejak kapan kamu tahu isi video ini?" Bima sedang bertanya kepada Aldi melalui telfon. .


"Menurut kamu sendiri sejak kapan?" Aldi masih senang mempermainkan Bima. Ingin membuat pria di ujung telfon sana semakin marah tak berdaya.

__ADS_1


"Kamu tidak mungkin baru mengetahui nya.".


"Tentu saja."


"Kami sejak awal tahu Bella mempermainkan aku dan ingin merebut diriku dari Kiara, Aldi?"


"Kamu benar lagi."


Aldi menutup telfon Bima. Tidak menghiraukan lagi panggilan Bima. Biar Bima tertelan oleh amarahnya sendiri dan membuat hari pertama Bella sebagai sekretaris Bima menjadi neraka hidupnya.


Bima yang tiba-tiba diputuskan panggilan nya oleh Aldi benar-benar semakin marah.


Kini Bima juga paham kenapa dirinya sama sekali tidak ingin menyentuh Bella selain malam itu. Bima memanggil Bella.


"Ya, Pak Bima." Bella dalam mode sekertaris berusaha tampak profesional meski hanya ada mereka berdua di ruangan itu.


Bima memutar video di handphonenya dan mengarahkannya ke Bella untuk dia lihat. Bima enggan berbicara sedikit pun.


Bella sendiri hanya diam melihat dirinya berada dalam video yang sedang diputar oleh Bima itu. Bella masih ingat dengan apa yang dia lakukan malam itu. Bella seharusnya mulai mengurus CCTV hotel ini sejak lama. Tapi saat ini sudah terlambat baginya untuk menyesal tidak melakukan langkah pencegahan.


"Ada apa dengan video ini, pak?" Bella berusaha tidak panik.


"Kamu sangat ingin menjadi istriku hingga bersedia naik ke ranjangku?"


"Benar. Siapa yang tidak mau menjadi kaya."


Bima meraih handphone yang masih ditangan Bella dan menamparnya sekuat tenaga hingga bibir Bella mengeluarkan darah segar.


Tapi meski pipinya terasa sangat panas dan sakit, Bella tidak menunduk dan merasa bersalah. Hati Bella lebih sakit dengan tamparan ini.


Belum usai tamparan dia terima, kini Bima mencekik leher Bella dan mendesaknya ke dinding kantor.


Bella mulai sesak nafas akibat cekikan Bima. Bella berusaha bernafas dan meraih tangan Bima agar berhenti menekan lehernya dengan telapak tangannya. Tapi tenaga Bella tidak ada apa-apanya dibanding Bima.


Bella yang tercekik mulai mengeluarkan air mata dan pasrah jika hari itu menjadi akhir hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2