
Bima lupa mengubungi Bella karena sibuk berusaha membujuk Aldi untuk membantunya.
Ketika Bima pulang, Bella tampak sudah tidur di kamar. Bima memanggil para pembantu untuk mengecek bagaimana Bella selama seharian dirinya tidak di rumah. Bima ingin tahu detail mengenai Bella selama dirinya tidak di rumah. Apa Bella masih saja suka menangis sendirian, berapa lama Bella menangis, kapan Bella terlihat tenang, atau kapan Bella menatap foto-foto anak kecil yang ada di media sosialnya.
Bima sendiri baru tahu jika Bella memiliki kebiasaan suka melihat-lihat foto bayi atau anak-anak lucu yang ada di media sosialnya. Bella benar-benar kehilangan anak mereka. Penyebab utamanya adalah Bima. Selalu ada rasa nyeri di hatinya setiap mengingat hal ini.
Usai mengumpulkan para pembantu, Bima mendekati Bella yang terlelap. Bima menatap lama wajah Bella. Tapi ketika Bima hendak membelai pipinya, Bima menemukan jejak air mata yang mengering. Bima tertegun.
'Nyonya tadi memasak dengan riang dan juga berdandan dengan berbeda. Kami tidak pernah melihat nyonya mengenakan baju tidur ketika makan malam. Tapi nyonya tadi hanya duduk di meja makan dengan hp di tangannya. Tidak memakan hidangan yang dimasak sama sekali. Lalu jam 10 nyonya masuk ke kamar dan mematikan lampu kamar. Jadi kami kira nyonya langsung tidur.'
Bima mengingat apa yang pembantunya laporkan tadi. Bima kira Bella hari ini lumayan senang dan tak akan menangis. Tapi sepertinya Bima menyebabkan Bella kembali menangis.
"Jadi kamu tadi memasak makan malam untuk ku dan berdandan untuk menyambut ku, ya Bel." Bima membelai lembut rambut Bella.
"Maafkan aku. Sudah lupa menghubungi kamu. Kamu kenapa enggan menghubungi aku terlebih dulu, Bel? Kamu kenapa nggak ingetin?" Bima merasa sedih. Ntah berapa lama Bella menangis menunggu Bima hingga tertidur begini.
Bima beranjak dari sisi Bella untuk mandi. Pikiran dan tubuhnya butuh penyegaran. Sebelum membawa Bella yang terlelap itu ke dalam dekapannya, Bima harus membersihkan diri dulu.
Usai mandi dan merasa segar, Bima terlelap di sisi Bella yang juga masih tidur. Tapi Bella malah terbangun karena Bima yang berada di sisinya.
Bella mengerjapkan matanya dan membuka mata. Ada Bima yang sudah meletakkan tangannya di perut Bella yang ada di balik selimut tebal. Bima sudah memejamkan mata, sehingga tidak tahu bahwa Bella telah bangun. Bella kemudian menoleh ke jam digital yang ada di meja nakas yang di samping tempat tidurnya. Jam menunjukkan pukul 1 dini hari. Ada rasa lega melihat Bima yang tampak segar habis mandi ini. Tanpa Bella sadari, tangannya meraba pipi Bima yang masih lembab sehabis mandi. Ada rasa dingin yang Bella sukai ketika kulit telapak tangannya yang hangat menyentuh kulit pipi Bima.
Bima merasa ada yang menyentuh pipinya, membuat Bima ingin membuka mata dan melihat wajah dari pemilik telapak tangan yang halus ini.
"Maaf sudah membangunkan kamu." Bella seketika menarik tangannya karena Bima tiba-tiba membuka mata. Bella kaget Bima bangun begitu saja. Tapi lebih kaget lagi karena Bima meraih tangan yang berusaha Bella tarik dari pipi Bima.
"Tetaplah seperti ini. Aku suka." Suara Bima serak seperti baru bangun tidur.
__ADS_1
"Tidurlah lebih lama, kamu lelah bekerja sampai larut malam." Bisik Bella dengan lemah.
Suara Bella terdengar menarik perhatian Bima. "Aku sudah terlanjur bangun, kamu juga sudah bangun. Gimana kalau kita makan malam? Kamu belum makan kan?"
"Aku nggak lapar. Kamu belum makan malam?"
"Sudah. Tapi saat ini merasa sangat kelaparan."
"Ya sudah, aku temani kamu makan."
"Tentu, aku nggak akan bisa makan malam tanpa kamu, Bel." Dengan tiba-tiba Bima mendaratkan ciumannya ke bibir Bella tanpa terduga.
Bima hanya mendaratkan kecupan singkat ke bibir Bella. Tapi Bella terkejut dan hanya diam. Membuat Bima melakukannya lagi dengan lebih lama dan lebih dalam. Dengan keahlian Bima yang berpengalaman dalam hal seperti ini untuk waktu yang lama, tidak susah bagi Bima untuk membuat Bella menginginkan hal yang sama dengan Bima.
Bima cukup ahli untuk membuat para wanita yang ingin dia taklukkan menjadi senang. Mereka bahkan rela memberikan diri mereka kapan pun Bima mau.
Seingat Bima, Bella tidak pernah dia berikan perasaan bahagia ketika melakukan kegiatan malam mereka begini. Bima dengan sadar selalu menyebut nama Kiara. Bima memang menginginkannya dengan Kiara, bukan Bella. Bima hanya menganggap Bella alat pengganti kehadiran Kiara.
Kini Bima sangat menyesal. Bima telah berbuat tidak adil pada wanita ini. Bima akan membayar perbuatan buruknya dengan memperlakukan Bella dengan baik malam ini. Bella harus Bima buat ketagihan bersama dengannya seperti ini.
Bima sudah berniat memberikan malam yang tak terlupakan kepada Bella malam ini. Sudah sejak di rumah sakit siang tadi Bima ingin melakukannya. Tapi urusan kantor yang di luar dugaan membuatnya lupa akan rencananya ini.
"Sayang, Bella." Bima menyebut nama Bella di sela-sela pertautan lidah mereka. "Aku ingin memakan kamu. Boleh ya Bel."
Bima menanti jawaban Bella yang masih tidak bisa fokus dengan apa yang Bima ucapkan. Bella terlalu fokus dengan belitan lidah Bima yang tiada henti bergerak memberikan rasa panas dalam diri Bella.
"Bel, jawablah. Boleh kah aku makan malam sekarang?" Bima berusaha membuat Bella menjawab apa yang Bima inginkan. Bima ingin mendengar persetujuan Bella.
__ADS_1
"A.. aku... aku nggak lapar, Bima."
Bima melepaskan bibirnya dari Bella. Ternyata Bella tidak memahami hidangan apa yang ingin Bima makan sebagai makan malam.
"Aku lapar. Ingin melahap kamu sebagai hidangan makan malamnya. Kamu bener nggak lapar?" Bibir Bima melengkung di bagian ujung. Membentuk senyuman separuh yang geli melihat Bella yang tampak merona.
"Apa aku bisa menolak kamu yang sudah meminta dengan seperti ini?" Bella berusaha mengumpulkan pikirannya yang berserakan. Berusaha memberikan jawaban yang Bima inginkan.
"Aku tidak akan pernah lagi memaksakan diri sama kamu. Kamu bisa menolak ku jika tidak menginginkannya." Pancaran kesedihan terlihat dari tatapan Bima.
Bella tertegun melihat hal itu. 'Benarkah Bima serius ingin berubah?'
"Kamu telah membuatku menginginkan kamu juga. Mana mungkin aku bisa menahan pesona kamu yang begini." Bella tersenyum kepada Bima dan mendekatkan wajahnya kepada Bima.
"Cium aku." Pinta Bella.
"Dengan senang hati, nyonya Bima Atmaja. Aku akan menyenangkan anda malam ini." Bima meraih Bella ke dalam pelukannya. Memberikan ciuman yang Bella inginkan.
Bima membuat Bella merasa sebagai ratu di ranjang Bima malam ini. Bima berusaha menghapus kenangan buruk yang selama ini dia berikan kepada Bella dengan kenangan indah mulai malam ini. Menjadikan Bella ratu di ranjang nya hampir setiap malam.
🌸🌸🌸🌸
Tetap semangat menanti lanjutannya Kiara kan? Yang masih, like, koment, gift n vote ya...
Makasih
_Dinda^^
__ADS_1