
'Aku tidak akan pernah lagi memaksakan diri sama kamu. Kamu bisa menolak ku jika tidak menginginkannya.' Bella masih saja mengingat pernyataan Bima ini. Bima memperlakukan dirinya dengan begitu manis.
Pagi ini Bella terbangun dengan perasaan senang. Bella hari ini ingin menghubungi Kiara. Membagi rasa senangnya bersama Kiara. Mengajak Kiara makan di luar mungkin akan menyenangkan.
Bella menempelkan ponsel di telinganya untuk menelepon Kiara.
"Ra, apa kabar?"
"Hai, kak. Aku baik. Kakak lagi senang ya?" Terdengar suara Kiara yang menggoda Bella.
"Iya. Kamu kok tau."
"Tau dong. Dari sapaan kakak saja sudah sangat terdengar kalo lagi bahagia. Mau cerita nggak nieh ada apa?"
"Itu dia alasan aku telefon kamu. Kita ketemuan yuk."
Kiara tidak langsung meng-iyakan ajakan Bella. Tampaknya Kiara masih berpikir.
"Aku agak repot kak. Gimana ya?"
"Kamu keluar aja sama Bella. Off sehari nggak apa2." Bella mendengar suara pria di sisi Kiara. Tampaknya itu Aldi.
"Tuh, Aldi aja ijinkan kamu keluar jalan sama aku. Kita nongkrong yuk." Sahut Bella. Kesempatan yang tak boleh disia-siakan mumpung Aldi juga memberikan ijinnya.
"Okey deh." Kiara akhirnya menyetujui.
🌸🌸🌸🌸
Kiara menutup telepon dari Bella dengan berat hati. Kiara menatap punggung Aldi yang sedang bersiap-siap mau ke kantor.
Aldi sendiri merasakan tatapan intens Kiara di belakangnya. Aldi pun berbalik menatap Kiara dan mendekatinya.
"Enggan off dari kantor, sayang?" Seperti biasa, nada bicara Aldi begitu lembut dan penyayang. Kiara mana bisa marah terlalu lama jika dihadapkan dengan sikap prianya yang seperti ini.
"Kemarin kan Bella tampak ingin berbicara sama kamu. Kapan lagi ada waktu buat ketemu sama kakak kamu kalo nggak off dulu dari kantor. Hari Minggu kan menjadi hari buat aku. Nggak boleh keluar Ama yang lain." Aldi duduk di sisi Kiara yang masih duduk di ranjang.
Kiara masih hanya diam. Ada satu hal yang Kiara khawatirkan ketika tidak pergi ke kantor bersama Aldi. Tapi tidak mungkin Kiara menyampaikan itu kepadanya. Kiara hanya bisa memendam rasa tidak senangnya untuk saat ini.
__ADS_1
Aldi tidak tahu kenapa Kiara hanya diam. Hanya kecupan di kening Kiara yang bisa Aldi berikan sebelum beranjak dari sisinya dan pergi ke kantor. 1 jam lagi Aldi ada rapat, jadi Aldi tidak bisa berlama-lama menanti Kiara mau berbicara kepadanya. Toh nanti malam Aldi bisa mengajak Kiara membahas hal ini lagi.
"Aku berangkat ya sayang. Selamat bersenang-senang sama Bella."
Kiara hanya menatap punggung Aldi yang menjauh. Berharap kekhawatirannya tidak akan terjadi hari ini.
🌸🌸🌸🌸
Bella sedang senang sekali hari ini. Tadi malam segalanya berjalan baik bersama Bima. Dan pagi ini dia dan Kiara keluar makan untuk pertama kalinya sejak kembali memperbaiki hubungan di antara mereka.
"Kak, cari hotpot ekstra pedas yuk." Ajak Kiara begitu mereka bertemu di cafe lantai 1 Mall terbesar Jakarta.
"Pagi-pagi apa ada yang buka, Ra?" Bella heran dengan keinginan Kiara.
"Nggak ada." Jawab Kiara lemas.
"Kamu kenapa? Masih pagi sudah ingin makan pedas." Bella merasa Kiara sedang tidak baik-baik saja.
"Nggak apa-apa kak. Pengen aja. Anggap aja buat rayakan kita yang akhirnya keluar makan bareng."
"Yasudah. Cafe ini lumayan enak. Aku pesankan cemilan ya. Kita duduk di sini bentar sambil mikirin mau kemana setelah ini." Bella tidak menunggu persetujuan Kiara untuk pesan beberapa cemilan yang disuka. Kiara pecinta coklat dan kopi, jadi dengan referensi itu Bella memesan cake dan cookies dengan base coklat maupun tiramisu.
"Tentu saja. Sama siapa lagi?" Bella tidak menyadari ekspresi takjub di mata Kiara melihat banyaknya makanan di meja.
"Ini terlalu banyak kak. Bahkan kita berdua ditambah Aldi dan Bima nggak akan bisa habiskan makanan ini."
"Oh, ya. Aku pesan kebanyakan rupanya." Bella menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Akhirnya mereka hanya menghabiskan waktu hingga jam makan siang untuk berada di cafe itu sambil menghabiskan banyak kie dan cookies yang dipesan Bella. Itupun mereka tidak bisa menghabiskannya.
Kiara pun meminta pelayan cafe untuk membungkus kan sisanya. Akan sangat sayang jika makanan ini terbuang.
"Ra, kita mau kemana lagi enaknya?" Kiara yang ditanya hanya diam menatap sesuatu di kejauhan.
"Kiara" Panggil Bella lagi. Bella pun melihat ke arah pandangan Kiara.
Aldi memasuki restoran bersama beberapa orang pria. Tapi ada satu wanita yang berada tepat di belakang Aldi kemudian duduk di samping Aldi.
__ADS_1
"Ra, kamu baik-baik saja?" Bella memegang bahu Kiara. Berusaha menyadarkan Kiara yang masih saja diam menatap kejauhan. Mereka masih berada di dalam Mall. Restoran yang mereka lihat ada di seberang, bisa saja mereka berdua ke sana jika Kiara mau.
"Apa kita ke sana, Ra?"
"Nggak perlu. Kita pergi saja." Kiara berbalik dan berjalan cepat. Ada yang mengganjal di hatinya. Aldi sengaja pergi bersama Verlita ketika Kiara jelas-jelas tidak ke kantor bersamanya. Memikirkan itu membuat dada Kiara semakin sesak hingg terasa nyeri.
Kiara berjalan dengan begitu cepat hingga menabrak seseorang.
"Bruk." Kiara terjatuh menabrak tubuh kekar pria di hadapannya. Kiara berjalan terlalu cepat dan bertenaga, sehingga tubrukan nya dengan pria di hadapannya ini membuat nya terjatuh.
Wajah Bella tampak kaget. Pria yang Kiara tabrak ini membuat Bella gemetar ketakutan.
Kiara sendiri tidak langsung melihat pria itu, "Maaf, saya berjalan tanpa melihat jalan hingga menabrak anda."
Tampak sebuah uluran tangan diberikan ke hadapan wajah Kiara. Tanpa melihat wajah pemilik tangan, Kiara ditarik berdiri oleh pria yang dia tabrak. Bella sendiri masih diam mematung dengan gemetaran melihat pria yang kini mau membantu Kiara berdiri. Bella tidak bisa bergerak untuk sekedar membantu Kiara yang terjatuh.
Kiara akhirnya berhasil berdiri dari jatuhnya dan berdiri di hadapan pria itu. Kiara pun ikut terkejut seperti Bella melihat pria di hadapannya.
"Ferdi" Ucap Kiara sambil melangkah mundur dan menutup mulutnya.
"Maaf. Apa nona menyebut Ferdi? Nona kenal dengan saudara saya?" Suara pria di hadapannya tampak sopan dan terlihat senang mendengar Kiara menyebut nam Ferdi.
"Saudara?" Kiara masih tidak percaya bahwa pria di hadapannya ini adalah Ferdi.
"Benar. Kami saudara kembar. Saya hidup di luar negeri sejak kecil. Kami belum pernah bertemu sejak kecil. Apa benar nona kenal dengan saudara kembar saya? Apa nona tahu dimana dia sekarang tinggal?"
Pertanyaan demi pertanyaan pria di hadapannya ini membuat Kiara bingung. Kejutan yang dia terima hari ini cukup banyak. Barusan Kiara melihat aksi Verlita yang masih saja bisa dekat dengan Aldi. Kini Ferdi yang ingin Kiara lupakan malah memunculkan sosok saudara dengan wajah yang sama persis.
Kiara memang sempat membaca laporan bahwa Ferdi memiliki saudara kembar yang hidup di daerah Timur Tengah. Tapi Kiara tidak menyangka bahwa dunia begitu kecil sehingga Kiara dengan kebetulan bertemu dengan saudara kembarnya. Kiara tidak akan mudah percaya bahwa ini kebetulan. Kiara tidak bisa termakan begitu saja dengan semua perkataan pria ini.
"Maaf. Kami berdua terburu-buru." Kiara hendak beranjak pergi dengan menggandeng Bella.
"Tunggu nona. Maaf sudah mengganggu waktu nona. Tolong ambil kartu nama saya. Jika nona ada waktu dan punya informasi mengenai keberadaan saudara saya, tolong hubungi saya di nomor ini." Dengan cepat pria itu mengambil kartu nama dari dompetnya dan memberikannya kepada Kiara.
🌸🌸🌸🌸
Malam ini lanjut update lagi nggak ya?? Komen dunks yang banyak biar saya semangat nulis lagi malam ini.
__ADS_1
_Dinda^^