Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Jalan Buntu


__ADS_3

Begitu tiba di lokasi yang disiapkan Daniel, Aldi langsung menghubungkan berbagai peralatan satu sama lain hingga ada satu kabel yang terhubung ke ponsel Bima. Aldi memulai proses peretasan ponsel Bima tanpa menyentuh isinya melalui ponselnya secara langsung.


Di layar laptop berukuran 16 inchi di hadapannya, terpampang berbagai macam kode program sekaligus data yang Aldi inginkan. Dalam waktu 15 menit Aldi menyelesaikan apa pun yang dia inginkan dengan ponsel itu kemudian mereset ulang ponselnya. Dengan me-restart ke pengaturan pabrik. maka akan membuat pelacakan dari pihak manapun terhadap ponsel itu tidak berhasil.


Urusan terhadap ponsel itu usai. Aldi mulai mengecek isi data ponsel yang berhasil dia ambil. Analisa terhadap kondisi Atmaja Grup berhasil Aldi dapatkan. Juga beberapa salinan perintah Bima kepada asistennya.


Tapi yang membuat Aldi amat terfokus adalah file video penyekapan Kiara. Bima memasang CCTV tersembunyi dan memantau keadaan Kiara selama disekap.


Aldi menghabiskan waktu sepanjang malam untuk mengamati setiap video CCTV berisi Kiara di dalamnya. Tidak ada satu pun hal yang terlewatkan dari pengamatannya. Aldi menatap istrinya, pujaannya, yang sebenarnya bisa dia temukan jika sedikit saja lebih cepat mengetahui bahwa Bima yang merencanakan semua drama penculikan ini.


🌸🌸🌸🌸


Bima lagi-lagi dikalahkan oleh Aldi. Tapi yang membuat Bima semakin menderita adalah perasaan kehilangan Kiara yang tadinya tinggal sejengkal saja sudah bisa dia jangkau.


Jika saja Bima tadi membawa kabur Kiara saat masih di rumah persembunyian yang dia atur, maka Bima pasti bisa membawa kembali Kiara ke dalam hidupnya.


"Aku sudah berencana meninggalkan semua hal untuk bisa bersama kamu, Ra. Aku tidak peduli mau itu pewaris Atmaja atau pun harta, aku sudah akan melepaskan semua itu supaya bisa kabur bersama kamu. Tapi kesempatan itu kembali hilang dari genggamanku."


Bima terduduk di ranjang tidurnya menatap langit malam yang terlihat dari kamarnya. Dia kira sedang sendirian di sana, meratap seorang diri. Tapi di balik pintu kamar tidur itu, Bella mendengar semua perkataan Bima.


Bella sejak tadi berada di pintu kamar. Dia ragu untuk masuk ke kamar tidur mereka atau tidak. Bella diberi tahu bahwa Bima pulang dalam kondisi terluka seperti habis berkelahi. Perasaannya ingin melihat keadaan sang suami dan merawat luka-kukanya. Tapi dalam kegalauan untuk masuk atau tidak ke kamar itu, Bella malah mendengar perkataan Bima yang masih saja membuat hati Bella sakit.


Bella merasa sakit dengan perasaan Bima yang masih saja mengharap Kiara. Tapi Bella juga lega mengetahui Kiara lepas dari tangan Bima. Bella mengira Kiara telah berhasil diselamatkan oleh suaminya.


🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Satu Minggu berlalu dalam sekejap mata bagi Bella. Perasaan Bella terasa ringan karena masih merasa Kiara telah lolos dari penculikan yang direncanakan oleh Bima. Tapi tidak halnya bagi Bima maupun Aldi.


Tanpa Bella sadari, Bima masih mengerahkan anak buahnya untuk mencari kemungkinan persembunyian Ferdi sekaligus tempat penyekapan Kiara. Bima merasa semakin frustasi tidak menemukan petunjuk apapun mengenai keberadaan Ferdi. Dia seolah menghilang begitu saja pada malam itu.


Sementara Aldi yang menganalisa video penyekapan Kiara dari CCTV di ponsel Bima juga tidak dapat petunjuk keberadaan Ferdi meski telah tiga hari menganalisa isi video nya.


Aldi menyerah dengan video itu setelah tiga hari dan mengalihkan fokusnya menyelidiki hal lain dari kehidupan Ferdi.


Semua aspek kehidupan Ferdi pun diselidiki oleh Daniel maupun oleh Aldi sendiri. Tapi tak kunjung ada titik terang hingga seminggu berlalu.


Tidak ada kontak dari Ferdi dalam satu Minggu itu. Ferdi tidak menginginkan uang ataupun harta keluarga Wiji Sasongko seperti perkiraan awal semua orang. Ferdi hanya bersembunyi dengan baik bersama Kiara.


Aldi pun semakin tidak bisa berpikir jernih dan berfokus seperti sebelumnya. Satu Minggu tanpa ada hasil membuat Aldi semakin merasa tak berdaya. Hawa di sekitarnya jadi semakin dingin. Tak ada satu pun yang berani mendekati Aldi selain Daniel atau Mike yang sesekali datang ke rumahnya untuk melaporkan keadaan perusahaan.


🌸🌸🌸🌸


Usai menandatangani beberapa dokumen, Mike beralih ke masalah penculikan Kiara. Aldi tampak butuh teman berbagi kebuntuan pikirannya mencari keberadaan Kiara.


"Al, aku selalu yakin kamu dapat menyelesaikan segala hal yang tidak dapat aku tangani. Aku yakin Kiara juga percaya kamu akan bisa menemukan dia."


"Ini sudah seminggu, Mike. Tujuh hari berlalu. Kiara bersama psikopat semacam Ferdi yang bisa melakukan apapun kepadanya. Psikopat itu menganggap Kiara sebagai Tante Adelia dan aku takut Kiara diperlakukan seperti tante Adelia." Aldi meremas rambutnya dan menunduk frustasi.


Mike baru tahu mengenai informasi ini. Mike rasa mulai tahu kenapa Aldi mengalami kebuntuan.


"Al, aku ingin bertanya sama kamu. Jawab dengan jujur. Kamu yakin ingin menemukan Kiara meski apapun kondisinya?"

__ADS_1


Aldi menatap Mike. "Maksud kamu apa? Jangan berbicara dengan berputar -putar."


"Kamu yakin tidak takut menemukan Kiara yang telah diapa-apain oleh Ferdi? Maksudku, apa kamu takut memperoleh kembali Kiara yang telah di.. di..."


"Cukup. Aku tahu maksudmu" Aldi tahu apa yang susah dikatakan oleh Mike.


"Jadi? Jawaban kamu adalah?" Mike masih ingin meluruskan hal ini.


Aldi terdiam dan kembali memikirkan pembicaraan mereka barusan.


"Aku rasa kamu sudah tidak dibutuhkan di sini Mike. Kembalilah ke kantor. Termi kasih untuk pembicaraan ini. Aku jadi menemukan ide harus melangkah kemana lagi." Aldi menutup pembicaraan mereka dan mengusir keberadaan Mike dengan halus.


Usai Mike tidak tampak, Aldi meneriakkan satu nama dengan lantang. "DANIEL!"


Pemilik nama itu langsung masuk ke ruang kerja Aldi dengan kecepatan penuh.


"Persiapkan orang kita! Aku mau menemui Tante Adelia saat ini!"


🌸🌸🌸🌸


Hai Readers..


Segini dulu ya... penasaran nggak Kiara dimana? hehe.


Tenang dulu ya. Abis nie dikasih tau kok.

__ADS_1


_Dinda^^


__ADS_2