
Aldi hari ini ingin menikmati me time di salah satu kafe yang cukup sepi di sore hari. Begitu waktu pulang tiba, Aldi melajukan mobilnya ke kafe tersebut.
Tiba di kafe yang dituju, Aldi seperti biasa memilih duduk di dekat jendela. Nampak pemandangan hijau dari taman dengan air mancur yang berada di luar kafe. Memandang kehijauannya akan menyejukkan mata.
Aldi memiliki ketampanan wajah yang di atas rata-rata. Jarang sekali Aldi bisa menikmati waktu luangnya tuk berada di tempat umum dengan tenang seperti ini. Sebab selalu banyak gadis yang meliriknya, berbisik-bisik mengenai dirinya, bahkan juga tidak jarang mereka berani duduk semeja dengannya dan mengajak berkenalan dengan terus terang.
Jika sudah sampai ada yang mendekat mengajak berkenalan, Aldi pasti akan sangat kerasa terganggu. Awalnya Aldi bisa menghalau mereka hanya dengan bersikap dingin.
Tapi kemudian dia sering bertemu pengagum yang kebal dengan sikap dinginnya. Mereka tetap ingin mendekati Aldi di tempat umum meski Aldi sudah tidak menghiraukannya.
Hal itu sangat mengganggu Aldi, jadi dia hanya akan pergi mencari tempat lain yang tidak terlalu banyak memiliki pengunjung yang akan mengganggu waktu santainya.
Puas menyesap cappucino hangatnya dan mencicipi croffle renyah yang baru selesai dipanggang membuat hatinya puas.
Seharian ini Aldi berkutat dengan laptopnya sambil diiringi lagu favoritnya yang diputar melalui earphone. Mendengarkan lagu melalui earphone seperti itu sebenarnya cukup melelahkan dan tidak nyaman jika dilakukan dalam waktu cukup lama. Akan tetapi Aldi adalah tipe Audio ketika bekerja.
Aldi butuh mendengarkan lagu yang dia senangi untuk bisa bekerja cepat. Pikirannya terasa buntu dan kosong tanpa mendengarkan lagu-lagu favoritnya.
Sementara itu di ruangan tempat dia bekerja, Aldi tidak sendiri. Ada beberapa teman kerjanya yang lain di ruangan itu. Jika Aldi menyalakan lagu dengan speaker yang cukup keras, teman-temannya akan merasa terganggu. Jika mereka terganggu, pekerjaan satu tim Aldi juga akan melambat. Maka dari itulah Aldi memilih mengalah dengan membuat dirinya fokus bekerja dengan lagu yang diputar dari earphone.
Sebenarnya Aldi juga bisa saja meminta bekerja di ruangan tersendiri. Permintaannya pasti dikabulkan. Tapi Aldi tidak akan bisa mengawasi kinerja teman-temannya jika tidak berada satu ruangan dengan mereka seperti ini.
Seharian tadi Aldi sudah dibantu menangani interface atau tampilan dari program yang sedang Aldi buat, tapi masih banyak hal yang perlu dikerjakan langsung oleh Aldi. Desain gambar dari teman-temannya yang sudah selesai juga butuh sentuhan koding program dari Aldi supaya gambar itu hidup.
Aldi sedang merancang visual dari sebuah AI (Artificial Intelligent). AI adalah sebuah program kecerdasan buatan yang saat ini sedang tren di seluruh dunia. Banyak peralatan elektronik yang mengklaim menggunakan teknologi AI dalam produk mereka.
__ADS_1
Aldi sendiri sudah mempunyai sebuah program AI yang serba bisa. Tapi Aldi menginginkan AI miliknya memiliki bentuk sosok seperti hologram. Timnya kini membantunya mendesain AI milik Aldi. Tapi juga masih mengerjakan proyek WS TECH yang. bekerjasama dengan bermacam-macam klien seperti hotel dan perusahan lain yang butuh jasa keamanan digital.
Aldi sedang melamun sekaligus memikirkan banyak hal mengenai pekerjaannya ketika tiba-tiba kesunyian yang dirasakan Aldi berubah. Ada pelanggan kafe yang duduk di meja belakang kursi yang Aldi tempati.
Dua orang gadis sedang berbincang sambil menanti makanan mereka. Awalnya perbincangan kedua gadis itu tidak terlalu mengganggu Aldi. Mereka berdua juga tidak berbicara dengan volume yang heboh. Aldi tetap bersabar duduk di belakang mereka tanpa menghiraukan apa yang diperbincangkan di belakangnya.
Tapi alangkah terkejutnya Aldi setelah mengetahui suara yang dari tadi terasa familiar itu adalah suara calon istrinya. Dan kenapa pula mereka membicarakan pernikahan calon istrinya dengan pria bernama Bima.
Saking terkejutnya dengan isi obrolan mereka, Minuman yang dia pegang lolos jatuh dan pecah. Sedikit membuat kegaduhan.
Meski begitu mereka berdua hanya terganggu sejenak. Mereka berdua masih asyik mengobrol. Dan yang mereka berdua bahas saat ini mengenai dirinya.
Aldi cukup seneng calon istrinya ini menolak menikah dengan Bima karena sudah menjadi calon istri Aldi. Tapi gadis di depan sang calon istri seperti tidak mau kalah. Sangat memaksakan supaya Bella, calon istrinya, mau menikah dengan pria bernama Bima.
Ingin rasanya Aldi menampakkan diri dan meminta penjelasan dari obrolan keduanya. Tapi Aldi agak enggan berbicara dengan Bella.
Huft. . . Memikirkannya sungguh membuat Aldi frustasi. Laptop dan koding program yang dia kuasai tidak dapat menyelesaikan masalah yang satu ini.
Aldi semakin fokus mendengar jawaban gadis di depan Bella ketika Bella menyatakan tidak bisa menikah dengan Bima karena sudah menjadi calon istri Aldi.
"Kak, apa yang terjadi tadi malam tidak bisa dirubah. Apa calon suami kakak bersedia menerima kakak setelah hal itu terjadi pada kakak?" Kiara masih tidak mau kalah membujuk kakaknya menikah dengan Bima.
"Dia akan tetap menikahiku. Apapun keadaannya."
"Kenapa kakak seyakin itu?"
__ADS_1
"Tentu aku yakin. Dia hanya ingin perjodohan ini berjalan hingga ke pelaminan. Aku cukup menjadi istri sahnya." Bella kembali menyesap minumannya.
Aldi tidak terlalu terkejut dengan hal ini. Aldi telah mengeluarkan banyak uang untuk membuat Bella bersedia menikah dengannya.
Mencari Bella dan keluarganya juga cukup merepotkan bagi Aldi. Selain karena papa Bella telah meninggal, mereka juga telah berpindah tempat tinggal beberapa kali.
Bella memang cukup pintar. Dengan apa yang telah terjadi antara Aldi dan Bella selama ini, Bella paham bahwa Aldi hanya menginginkan pernikahan yang sah. Aldi sama sekali tidak menginginkan Bella. Juga tidak mau repot dengan apapun keadaan Bella.
Tapi kini Aldi penasaran dengan gadis yang memanggil Bella dengan sebutan kakak terus menerus itu. Apa mungkin gadis itu adik Bella?
Lalu kenapa juga gadis itu sangat menginginkan Bella menikahi Bima karena kejadian semalam? Ada apa dengan tadi malam? Aldi yakin ini berkaitan dengan Bella lagi.
"Menyerahlah, ra. Pernikahan kita tinggal dua minggu lagi."
"Aldi hanya ingin kami menikah. Aku cuma bisa menikahi Aldi seorang." Bella menatap keluar Kafe.
"Apa tidak ada cara supaya Aldi mau melepaskan kakak?" Kiara masih saja belum menyerah.
"Ada. Tapi ini melibatkanmu." Bella masih menatap keluar kafe. Ke arah air mancur yang mulai diterangi lampu-lampu. Hari sudah mulai gelap.
"Apa itu kak?"
"Jika kamu menggantikan kakak menikah dengan Aldi, dia akan bersedia." Bella kini menatap mata Kiara.
Kiara pun ikut terkejut. Sementara Aldi hanya tersenyum. Bella melakukan apa yang Aldi perkirakan. Mungkin karena ini Aldi selalu tidak nyaman berada di sekitar Bella. Tapi gadis di hadapan Bella ini nampaknya adalah adik kandungnya.
__ADS_1
Lalu muncul dari mana adik kandung Bella ini? Aldi sudah menyelidiki latar belakang keluarga Bella dengan menyewa detektif yang harganya mahal.