Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Menyiapkan Main Course


__ADS_3

Bima mendengar ada yang datang.


Membuka mata dan mengamati wajah yang dia harapkan. Kiara akhirnya datang memenuhi keinginan Bima.


"Sayang, kamu datang." Bima mendekati Bella yang disangka adalah Kiara. Lalu memeluknya erat. Memeluknya terasa sangat nyaman.


Tapi semakin lama Bima menghirup aroma wanita itu, maka api di dalam dirinya semakin tersulut.


"Sayang, kamu bersedia menjadi milikku hari ini?" Bima membisikkan pertanyaannya di telinga Bella. Api itu sudah membakar Bima dan menjadikannya amat tersiksa. Bima membutuhkan wanita di pelukannya untuk merasa lebih baik.


"Maksud bapak apa? Kenapa bapak seperti ini?Pakaian bapak dimana?"


"Sayang aku sudah tidak tahan. Jangan bergurau dengan kata bapak. Panggil namaku seperti biasa."


Bima mulai mencium dengan lembut wanita di dekapannya. Berusaha membakarnya dengan api yang ada di dalam dirinya.


Bagi Bella, ini pertama kali bibirnya dicium seorang pria. Rasa ini tidak buruk. Meski Bella sudah merencanakan dan memutuskan ini dengan cermat, tapi Bella gemetar memasuki kamar ini.


"Sayang, kenapa kamu bergetar? Kamu takut?" Bima menatap mata Bella yang masih dia anggap Kiara. Ada tatapan sayu tapi hangat dan mendamba di sana.


"Pak. Ini salah. Bapak kenapa seperti ini? Bisa lepaskan saya?" Bella memang masih takut. Suara Bella bergetar. Bella sadar bahwa yang akan dia lakukan ini adalah sebuah kesalahan. Tapi ini sudah menjadi pilihannya. Bella akan menyelesaikan apa yang sudah dia mulai. Bella tetap berusaha mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Cukup, sayang. Kamu sudah bersedia datang kemari. Itu artinya kamu akan menjadi milikku hari ini. Aku mohon jangan takut." Bima mengecup tangan Bella dengan kelembutan dan kasih sayang seperti yang biasanya dilakukan terhadap Kiara.


"Aku akan melakukan dengan sangat pelan dan hati-hati. Aku tahu ini pertama kalinya bagimu, sayang." Bima mengarahkan mereka berdua ke ranjang.


Suasana kamar memang Bella buat agak remang saat sebelumnya dia mengganti essential oil pada diffuser. Korden juga Bella tutup rapat untuk memberikan efek ruangan tertutup yang nyaman ketika mereka nanti melakukannya.


Minimnya cahaya kamar ini juga menjadi salah satu faktor yang membuat Bima mengira Bella sebagai Kiara. Kondisi Bima yang terpengaruh obat membuat penilaian Bima akan keadaan sekitar juga menurun. Apalagi Bima yakin satu-satunya yang bisa masuk ke suite room ini hanya Kiara.

__ADS_1


Obat yang Bella masukkan ke dalam diffuser hanya akan membuat Bima setengah sadar. Bima akan mengingat sebagian besar dari apa yang terjadi malam ini. Jadi Bella tetap berusaha menolak. Bima harus merasakan penolakan Bella di awal mereka melakukannya.


Bella memikirkan semua ini sambil menikmati kehangatan perlakuan Bima kepadanya. Tapi Bella tak lupa untuk kembali menyuarakan keberatannya.


"Pak Bima, ini sudah terlalu jauh. Hentikan, pak. Saya mohon."


"Kamu akan menikmatinya sayang. Aku jamin." Bima sudah tidak akan menerima penolakan.


Diperlakukan dengan hati-hati dan penuh pemujaan seperti ini, Bella amat bahagia. Rasa takut sudah lama pergi dari hatinya. Bella semakin yakin ingin mendapatkan cinta pria yang sedang memuja dirinya ini.


Bella semakin yakin tak akan menyesal melakukan ini. Memberikan apa yang Bella jaga selama ini untuk pria di hadapannya. Perlakuan Bima sangat hangat dan penuh pemujaan.


"Ini sudah saatnya. Aku tidak tahan lagi, sayang. Aku harus merasakan ini malam ini."


Bella merasakan sakit itu. Air mata mengalir di wajahnya yang memucat.


Menyadari wanitanya kesakitan, Bima mencium kekasihnya untuk membuatnya teralihkan. Beralih ke leher jenjangnya dan memberikan gigitan-gigitan pada satu titik paling sensitif kekasihnya.


Merasa sang kekasih sudah mulai tidak kesakitan, Bima mulai bergerak. Bergerak dengan perlahan.


Puas melihat ekspresi kesakitan pergi dari raut wajah sang pujaan hati, Bima mulai mempercepat temponya. Membuat teriakan lolos berkali-kali dari mulut Bella.


Sudah tidak ada lagi rasa sakit. Bella sangat bahagia dibawa terbang ke awang-awang oleh Bima. Rasa yang Bima berikan ternyata sungguh indah.


Bella sangat menikmatinya. Pria yang saat ini menyatukan dirinya dengan Bella memiliki wajah yang tampan. Kulitnya bersih dengan tubuh yang atletis. Bella merasa menjadi wanita yang sangat beruntung saat ini.


Bisa menikmati ketampanan pria seperti Bima dari jarak sedekat ini. Juga bisa mengalami penyatuan dengan pria gagah yang membuatnya merasakan indahnya surga dunia saat ini.


"Apakah aku jatuh cinta?" Bella bertanya kepada hatinya.

__ADS_1


Bima sendiri bukan hanya kali ini merenggut mahkota seorang gadis. Tapi yang Bima rasakan kali ini berbeda dengan gadis manapun yang mahkotanya pernah Bima ambil.


Apa karena rasa sayangnya untuk Kiara?


Setelah ini aku tak akan melewatkan kesempatan lagi untuk hampir setiap malam mengulangi hal ini dengan Kiara nya. Bima akan mengulanginya lagi dan lagi.


Kali ini Bima bertekad memuaskan Kiara hingga Kiara ketagihan melakukannya kembali.


Bima sudah merencanakan untuk mulai menginap di apartemen Kiara. Bima akan mengulang keindahan malam ini setiap malam hingga hari pernikahan tiba.


Malam sepi yang biasanya Bima lewatkan dengan membayangkan tubuh Kiara saja, kini akan menjadi malam yang terasa hangat dengan memeluk wanitanya ini.


Ah, Kiara. Aku sudah akan ingin keluar. Aku inginkan anakku tumbuh di rahimmu, sayang.


Semakin cepat tempo yang Bima berikan hingga semua yang tertahan untuk Kiara keluar dalam milik Bella. Bima biasanya selalu menggunakan pengaman. Meski pun wanita yang bersamanya masih perawan, Bima tetap selalu memakai pengaman. Bima tak ingin anaknya tumbuh dalam perut wanita yang tidak dia inginkan.


Tapi malam ini Bima bersama kekasih yang sudah lama Bima tunggu. Tidak ada pengaman jika bersama Kiara.


Bella ikut dibawa ke puncak kenikmatan bersamaan dengan teriakan Bima. Bella juga berharap anak akan tumbuh di rahimnya. Anak dari Bima Atmaja.


Bima puas mendapatkan keinginannya. Langsung tertidur di samping Bella. Sementara Bella masih menikmati sensasi yang baru kali ini dia rasakan. Ada Rasa senang yang membuncah mendapatkan perlakuan sayang Bima.


Bella berharap Bima akan tetap memperlakukannya dengan kasih sayang setelah dia tersadar nantinya. Meskipun itu hanyalah sebuah harapan kosong. Jika Bima sadar bukan Kiara yang barusan dia dapatkan, entah bagaimana reaksi Bima terhadap dirinya.


Bella jadi takut membayangkan reaksi Bima terhadap dirinya begitu terbangun nantinya. Mengetahui bukan Kiara tunangannya yang ada di ranjangnya. Memikirkan hal ini, Bella memutuskan untuk bangun dari ranjang besar ini. Bella akan menghindar dari Bima untuk sementara. Bella tak ingin menghadapi amarah Bima yang tadinya memuja dirinya hingga terbang ke awan.


Kenangan manis perlakuan Bima malam ini akan Bella kenang sebagai hal manis dan indah. Tidak untuk ternodai perkataan kasar maupun amarah ketika Bima mengetahui segalanya.


Bella mencari keberadaan handphonenya. Menghubungi teman yang sebelumnya telah membantunya mengambil foto makan malam Bima dan Bella. Sudah waktunya temannya itu menemui Kiara untuk memberikan Appetizer.

__ADS_1


Sebab Main Course telah siap.


__ADS_2