
Bella heran melihat manajer Diki meminta maaf. Siapa sebenarnya Mike? Kenapa Manajer toko takut kepadanya?
Bella tidak pernah mendengar nama keluarga Aldi sebelumnya. Tapi jika manajer toko langsung meminta maaf hanya dengan mendengar nama lengkap Aldi, itu berarti keluarga Aldi bukan keluarga yang bisa diremehkan.
Hanya saja Bella tidak tahu Aldi memiliki keluarga selain Mike. Aldi pernah bercerita jika memiliki mama yang tinggal di luar negeri. Mamanya tidak mau kembali ke Indonesia karena masih ingin tinggal di rumah yang selama ini mendatangkan banyak kenangan dengan sang papa yang meninggal.
Selain itu tidak ada satu pun keluarga yang datang pada acara pernikahan Aldi dan Kiara, termasuk Mike. Aldi tampak seperti tidak memiliki apa pun selain nama besarnya sebagai programmer handal.
"Apa kamu kira setiap kesalahan bisa dengan mudah terhapus begitu saja dengan satu kata maaf?" Perkataan Aldi membuat Bella dan semua orang beralih kepada Aldi dan manajer Diki yang masih berhadapan.
"Tolong beritahu saya cara menebus kesalahan saya, tuan. Saya tidak mau dipecat dari pekerjaan saya."
"Pemecatan masih terlalu ringan buat pegawai seperti kalian." Baik penjaga toko maupun sang manajer menjadi semakin ketakutan.
"Mike, kamu urus saja mereka. Kiara tidak butuh menyaksikan drama di toko perhiasan ini lebih lama. Dia harus istirahat." Aldi sekilas menatap Kiara yang tangannya masih dia genggam.
Mike memahami maksud Aldi bahwa Kiara juga baru keluar dari rumah sakit. Menghadapi kejadian yang tidak menyenangkan dengan Bella sebagai pelaku utamanya pasti sangat menguras energi Kiara yang seharusnya masih membutuhkan banyak istirahat.
"Oke, Al." Mike mengangguk kepada Aldi, kemudian menatap para penjaga toko, "Jika kalian masih ingin pekerjaan kalian, segera kemas apa yang ingin Aldi beli untuk istrinya."
Para penjaga toko langsung sibuk mengemas tiga set perhiasan yang menjadi awal mula timbulnya masalah mereka sejak awal. Mike memberikan kartunya untuk pembayaran perhiasan. Menolak dibayar oleh Aldi.
"Aku yang membayar belanjaan kalian ini. Anggap sebagai permintaan maaf dari pelayanan yang kurang baik dari Mall ini." Mike menatap Kiara yang heran melihat Mike mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar.
Sementara Aldi hanya diam menatap semua berlangsung. Sedangkan Bella menjadi semakin geram karena tidak dipedulikan. Tapi Bella tidak ingin bicara sembarangan lagi ketika tidak tahu dengan siapa dirinya berhadapan.
__ADS_1
Bella bisa menanyakan kepada Bima mengenai keluarga Wijisasongko ini terlebih dulu sebelum berbalik menyerang mereka atau menindas mereka. Bella tidak sebodoh itu bertarung dengan musuh yang tidak dipahami.
Untuk menyelamatkan wajahnya di hadapan penjaga toko dan manajer, Bella mengambil satu set perhiasan lain yang asalnya akan diberikan kepada Aldi.
Satu set perhiasan ini terlalu sederhana. Terlalu jauh berbeda dengan yang tadi dia pilih. Tapi Bella harus menahan egonya untuk sementara.
Untuk menghindari konfrontasi dengan Aldi, Kiara dan Mike, Bella membayar perhiasannya tanpa banyak drama. Berusaha dengan tenang menyelesaikan belanjanya di toko itu dan diam-diam pergi.
Tapi tidak akan bisa Bella melakukan hal itu dengan mudah. Aldi telah memperhatikan gelagat Bella sejak awal yang ingin pergi diam-diam seolah tidak terjadi apa-apa. Kapan lagi Aldi bisa melihat sisi lain dari saudaranya itu.
"Kiara, kamu tidak melupakan sesuatu?" Aldi tiba-tiba memulai aksinya ketika melihat Bella sudah siap pergi dari toko dengan tas belanjaannya.
"Apa itu Al?"
Kiara menatap Bella yang berhenti karena mendengar perkataan Aldi. Bella paham bahwa yang dimaksud tidak berpamitan maupun menyapa saudaranya itu adalah diri Bella sendiri. Bella menanti jawaban Kiara. Berhenti tak jauh dari pintu keluar toko perhiasan.
"Terakhir kali aku bertemu, dia bilang tidak memiliki adik sepertiku. Aku kan hanya anak panti asuhan." Wajah Kiara masih tampak tidak baik-baik saja ketika menatap mata Aldi sambil mengatakannya.
Mendengar itu, Bella mengepalkan tangannya sambil berlalu pergi begitu saja. Ya, dia tidak lagi mengakui Kiara sebagai adik. Dia hanya ingin Kiara tidak pernah bahagia lagi. Karena meski Bella kini sudah menjadi nyonya muda Atmaja, Bella juga tidak bahagia. Kiara seharusnya juga tidak boleh bahagia bersama Aldi.
Bella menghembuskan nafas panjang. Merasa lelah. Mengecek ponselnya seperti biasa. Dan seperti biasa pula, pesan yang dinantikan tidak kunjung datang. Bima masih belum mengirim pesan apa pun hari ini. Seperti hari-hari biasanya sejak mereka menikah.
Bella memutuskan pulang saja. Barangkali Bima sudah pulang. Bella merindukan pria itu. Bella rindu kepada Bima, sang suami yang tidak dia temui sama sekali sejak pertengkaran mereka mengenai Kiara malam itu.
Bima berpamitan pergi melakukan perjalanan bisnis melalui sepucuk surat yang ditinggalkan di kamar mereka di rumah Mommy Diandra. Bima meninggalkan sebuah kartu kredit supaya Bella bisa bebas belanja apa pun yang diinginkan selama Bima pergi.
__ADS_1
Tapi setelah dua hari Bima pergi, tidak ada satu pun telefon maupun pesan yang dikirimkan kepada Bella. Bella hanya bisa melampiaskan rasa frustasinya dengan belanja dan menggunakan uang Bima tanpa peduli habis berapa pun.
Bella berharap mendapat kabar dari Bima meski itu berisi kemarahan Bima karena Bella telah boros dengan kartu kredit Bima. Tapi hingga kini tak ada satu pun kabar. Padahal Bella yakin Bima pasti mendapat pemberitahuan jumlah uang yang dibelanjakan oleh Bella. Jumlahnya juga tidak sedikit. Bella sengaja mengincar barang-barang mahal.
Yang lebih membuat Bella semakin sakit hati, pagi ini Bella mendengar obrolan Mommy dan Daddy yang merasa marah kepada Bima. Anak mereka belum mau kembali ke Indonesia karena pergi ke Paris. Tidak ada perusahaan keluarga di sana. Paris adalah tempat tujuan bulan madu Bima dan Kiara.
Mendengar fakta keberadaan Bima membuat Bella semakin marah. Hanya ada satu pelampiasan yang bisa Bella lakukan, belanja menghabiskan uang Bima seperti biasa. Sambil berharap mendapat tanggapan baik itu hanya sekedar pesan singkat dari Bima.
Tapi Bella menjadi semakin sangat marah melihat Kiara sedang berada di toko perhiasan bersama Aldi, suaminya. Mereka berdua tidak hanya belanja bersama, tapi juga berpegangan tangan. Aldi yang dingin bersedia bersikap baik kepada Kiara.
Bella tidak bisa membayangkan apa yang ada pada diri Kiara hingga bisa mendapatkan perhatian Aldi yang dingin itu. Sementara Bella sendiri tidak pernah disentuh oleh Aldi. Jangankan pegangan tangan, bersentuhan kulit pun tidak pernah. Aldi selalu menjaga jarak.
Bella tidak tahu apa yang ada pada diri Kiara hingga masih dicintai Bima. Sementara Bella ditinggalkan oleh Bima. Suaminya pergi meratapi Kiara seorang diri di tempat yang jauh.
Sementara itu Mike sedang menentukan hukuman untuk seluruh pegawai 'Queen of Art Jewelry'.
Mike menghukum toko itu untuk meningkatkan omzet penjualan bulan ini dua kali lipat dari pada bulan lalu. Jika tidak bisa, maka Mike mengancam akan memecat manajer Diki. Mike juga mengecek CCTV toko untuk menentukan siapa saja yang kurang ajar.
Dua penjaga toko yang dari awal melayani Aldi dan Kiara langsung dipecat saat itu juga. Sementara penjaga toko lain dihukum dengan potong gaji sebesar 50% di bulan berikutnya jika masih ingin tetap bekerja di toko perhiasan tersebut.
Mike berusaha bersikap profesional sebagai pengelola Mall. Mike masih memberikan manajer toko kesempatan untuk meningkatkan penjualan yang menguntungkan toko sekaligus Mall. Mengenai penjualan yang tidak masuk akal itu, Mike tidak peduli. Berhasil ataupun tidak, sang manajer akan terkena siksaan batin dan beban kerja yang tidak masuk akal.
Aldi juga sudah pergi dari Mall dan dalam perjalanan mengajak Kiara pulang.
"Al, kenapa Mike tampak begitu berkuasa dan ditakuti oleh pegawai di toko perhiasan itu?"
__ADS_1