Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Papa tidak Menyesal


__ADS_3

"Al, tiba-tiba aku ingin dipeluk." Kiara menyandarkan kepalanya ke bahu Aldi.


Aldi merangkul pundak Kiara dan membelainya.


"Kok ada ya wanita Setega Tante Adelia." Kiara merasa ngeri membayangkan setiap perkataan Adelia.


"Dia terlalu memikirkan dendam. Setelah membalas dendam pun, hatinya belum puas. Tidak ada yang bisa mengganti rasa kehilangan yang dia rasakan kalo dia tidak mau ikhlas dengan semua yang telah terjadi. Meski dendamnya telah terbalaskan pun, hatinya belum bisa puas dan berbahagia."


Kiara hanya bersandar ke bahu Aldi dan dengan tenang mendengarkan sang suami.


"Tante Adelia sudah memiliki suami yang penyayang seperti om Damien, memiliki kakek yang dulu menyayanginya. Juga harta berlimpah yang tak ada habisnya. Seharusnya dia mensyukuri itu dan berbahagia masih memiliki mereka yang mencintainya dengan tulus. Tapi dia tidak ada puasnya. Dia seolah tidak butuh orang yang mencintainya. Dia hanya ingin melampiaskan rasa sakit hatinya kehilangan anak dan tidak bisa memiliki anak selamanya."


Aldi menatap ke depan dengan pikiran menerawang. Tangannya masih membelai lembut pundak Kiara.


"Kalau begitu kamu juga harus menyelesaikan rasa dendam di hati kamu sama Tante Adelia. Jangan menyakitinya lagi. Percayalah, dia juga akan mendapat balasan dari rasa sakit yang dia berikan kepada keluarga kita. Balasan itu akan datang kepadanya meski kita hanya diam saja."


"Ya, aku juga berencana menyerahkan dia ke polisi. Tapi aku akan mengobati luka-lukanya dulu. Agar tidak ada tuntutan apa pun dari pihak Tante Adelia atas kasus penyiksaan di rumah ini. Setelah dia sembuh baru aku menyerahkannya ke polisi beserta bukti pengakuannya." Aldi menatap Kiara yang masih bersandar kepadanya.


"Kelihatannya dendam kamu sudah selesai meski tanpa kamu menuntut balas."


"Aku merasa tidak perlu menuntut balas. Tante Adelia selama ini telah merusak hidupnya sendiri meski aku tidak melakukannya. Dia telah memiliki luka seumur hidupnya yang tidak akan pernah sembuh."


"Ya. Dia sudah hidup dengan penderitaannya selama ini. Dia merasa terlalu menderita hingga suka sekali menarik orang lain agar sama menderitanya seperti dia."


Keduanya terdiam cukup lama. Hati keduanya masih agak terkejut dengan tayangan CCTV Mike dan Adelia.

__ADS_1


"Oh iya, Al. Bukannya Mike masih memakai ear phone?"


"Ya. Dia mendengarkan obrolan kita barusan. Tangisan dan teriakan histerisnya sudah berhenti berkat kata-kata bijak kamu."


Kiara terkejut mendengarnya. Dengan cepat dia menegakkan kepalanya yang bersandar kepada Aldi dan menatap raut wajah Aldi yang tampak senang.


"Seingat ku yang berkata dengan bijaknya itu kamu deh." Kiara tersenyum lebar.


"Ayo kita temani Mike. Kemana dia?" lanjut Kiara


"Biarkan dulu dia menyendiri. Dia butuh waktu untuk sendiri."


Mike mendengar obrolan Aldi dan Kiara. Pikiran Mike membenarkan ucapan mereka, tapi hatinya masih belum bisa menerima kenyataan yang diucapkan oleh Adelia. Mike masih tidak terima atas penderitaan mamanya. Ada yang ingin sangat Mike temui saat ini, papanya.


"Al, aku ingin bertemu papa. Tapi aku takut jika keluar dari rumah ini, aku akan melakukan hal bodoh. Aku saat ini ingin sekali melampiaskan amarahku dengan memukul siapapun." Mike masih berbicara kepada Aldi melalui ear phone yang sedang dia pakai.


Aldi menonaktifkan fungsi mikrofon dari ear phone nya. Aldi sengaja masih memakainya untuk mengetahui kondisi Mike yang sangat terguncang. Bagaimana pun juga, Aldi hidup bersama Mike sejak kecil. Mike sudah seperti kakak kandungnya meski Aldi tidak pernah mau memanggilnya kakak.


"Kiara, bersiaplah menyambut Om Damien." Aldi menoleh kepada Kiara yang masih setia duduk di samping Aldi membantu melakukan apapun yang Aldi butuhkan. Kiara hanya memperbolehkan Aldi berpikir dan makan. Selain itu, semua akan Kiara lakukan bersama Daniel dan para pelayan.


"Apa yang harus aku persiapkan"


"Tidak ada. Cukup siapkan mental kamu mendengarkan hal yang mungkin tidak kamu perkirakan sebelumnya."


Kiara hanya diam mencoba mencerna teka-teki dari perkataan Aldi yang terkadang Kiara pun susah memahami.

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸


"Mike" Damien memanggil Mike dari arah belakang. Mike masih duduk di tepi kolam sambil menatap air kolam yang tenang tanpa satu pun gelombang.


Cukup lama Damien menanti reaksi Mike. Tapi Mike diam tak bergerak. Tak ada satu pun kata yang Mike ucapkan. Sehingga Damien mendekati Mike dan duduk di sampingnya.


"Maafkan papa, Mike." Damien menatap Mike dengan wajah sedihnya. Tapi Mike tetap saja diam.


Damien telah menyaksikan video CCTV dimana Adelia mengakui telah membunuh Novia, istri pertamanya. Damien sama sekali tidak terkejut Adelia telah melakukannya. Damien sudah memperkirakan bahwa Novia tidak bunuh diri.


"Papa minta maaf sama kamu. Papa tidak berusaha membujuk kakek supaya kamu bisa tetap tinggal bersama mama Novia. Papa telah salah kepada kamu dan mama kamu."


"Papa tidak pernah menyesal telah menikah dengan wanita gila istri muda papa itu?" Mike akhirnya bicara. Meski dengan nadanya yang dingin.


"Maafkan papa." Damien hanya menunduk dan merasa bersalah. Tidak ada jawaban yang diucapkan oleh Damien mengenai pertanyaan pertama Mike.


"Aku sangat membutuhkan kejujuran papa saat ini. Aku bingung dengan ucapan wanita gila itu yang tidak begitu jelas antara mana kebohongan dan kenyataan. Jangan membuatku semakin tidak tahu arah dan kenyataan yang sebenarnya, pa!" Mike kini menatap Damien dengan matanya yang sudah memerah.


Damien terkejut melihat wajah sedih Mike. Kemarin siang mereka masih bertemu. Tapi dalam semalam, wajah anak satu-satunya ini memperlihatkan begitu banyak rasa sakit. Damien merasakan nyeri di dadanya melihat anak lelakinya yang tangguh menjadi seperti ini.


"Mike, sebelumnya papa ingin meminta maaf. Tidak menjawab pertanyaan kamu ini. Apalagi dalam kondisi kamu yang saat ini sedang rapuh. Tapi jika kamu ingin papa jujur, sebenarnya papa tidak menyesal menikah dengan tante Adelia. Dia telah banyak membahagiakan papa sejak masuk dalam hidup papa. Yang membuat papa menyesal adalah kamu dan mama kamu yang tidak bisa bahagia seperti papa."


Mike terkejut dengan jawaban Damien. Tidak ada lagi air mata yang keluar di pipi Mike, tapi matanya semerah darah. Mike berusaha menahan amarahnya. Dia berusaha menahan kepalan tangannya yang ingin mendarat ke wajah sang papa.


"Apa kurangnya mama dibanding wanita gila itu, pa?" Mike mengalihkan pandangannya ke titik terjauh dari air kolam renang di hadapannya. Masih banyak yang ingin Mike ketahui dari papanya. Mike harus menahan diri untuk memukuli papanya.

__ADS_1


"Papa tidak bisa menceritakan kekurangan mama kamu, Mike. Yang kamu perlu tahu hanya satu hal. Tante Adelia selalu membuat papa bahagia ketika bersama dengannya." Damien berhenti. berusaha memilih kata yang selanjutnya akan dia ucapkan agar Mike tidak emosi atau sedih.


__ADS_2