Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Tentang Fahad


__ADS_3

"Fahad Ja'far" Aldi bersalaman dengan pria yang wajahnya sama persis dengan Ferdi dalam rapat resmi di kantor Blue Corp. Perkenalan antar pimpinan ini hanya formalitas semata. Keduanya sudah saling mengenal.


Semua karyawan Blue Corp yang melihat Fahad merasa terkejut. Mereka mengira Ferdi yang saat ini masih menjadi buronan kembali datang ke kantor mereka. Tapi jika dilihat lebih seksama, tampilan berpakaian mereka sedikit berbeda. Jas dan sepatu yang dipakai oleh pria yang mirip Ferdi ini terkesan bermerk dan mahal. Ferdi memang berkecukupan dan suka memakai pakaian mahal sekelas direktur maupun CEO, tapi pakaian yang dikenakan pria ini lebih mahal lagi, sebab yang dikenakan saat ini adalah karya desainer internasional.


Blue Corp menggaji karyawannya dengan cukup tinggi. Pakaian dengan merk ternama adalah pakaian mereka sehari-hari. Tidak ada pakaian dengan merk terkenal yang luput dari mata mereka. Baik laki-laki maupun perempuannya, mereka sama-sama sangat memperhatikan pakaian dan merk yang mereka kenakan.


Fahad yang tampil di Blue Corp ini sangat murah senyum. Dia tidak tampak dingin seperti Aldi yang tak tergapai oleh siapapun selain Rara.


Rara kini cukup terkenal di Blue Corp. Aldi akan berubah menjadi pimpinan rapat yang kejam ketika Rara tidak hadir. Tapi ketika Rara ada di sampingnya, segala pekerjaan terasa lebih mudah dan semua rapat terasa lebih cepat. Kali ini ntah kenapa Rara tidak mendampingi Bos Aldi di sampingnya ketika menyambut CEO perusahaan Minyak yang mirip Ferdi ini. Akibatnya, hawa dingin menusuk tulang bisa dirasakan oleh semua karyawan dan petinggi Blue Corp yang saat ini hadir di ruang rapat.


Aldi sengaja memberikan Rara pekerjaan bersama Mike agar tidak mengikuti rapat kerjasama dengan Fahad pagi ini. Ada rasa enggan menunjukkan istrinya kembali di hadapan orang dengan wajah Ferdi ini. Meskipun Kiara telah berpenampilan sebagai Rara, tetap saja Aldi tidak mau pria ini menatap istrinya. Meskipun Kiara sendiri juga telah bercerita tidak ada trauma yang terpicu ketika melihat wajah Ferdi dalam pria ini, Aldi tetap tidak mau mengambil resiko.


Akan tetapi rencana Aldi tidak berjalan sesuai keinginannya. Rara mendapat kabar akan suasana rapat yang menegangkan. Para karyawan biasa yang sedang mengikuti rapat bergosip ria di grup khusus karyawan. Kiara diam-diam berada dalam grup itu tanpa mereka ketahui. Bahkan Aldi pun tidak tahu jika Kiara memantau obrolan dalam grup karyawannya.


'Apa ini? Kenapa Bos tampak marah hanya karena berjabat tangan dengan klien.' Tulis salah satu karyawan wanita.


'Ntahlah, aku hanya bisa menunduk dan melampiaskan ketakutan kepada kalian dengan diam-diam menuliskan ini.' Sahut karyawan wanita lainnya.


'Semalam aku sampai lembur untuk menyelesaikan bahan rapat kerjasama pagi ini. Apakah kerjasama ini akan gagal? Bos tampak tak suka dengan kliennya.' Tulis salah satu supervisor pria.


Kali ini Kiara mulai kasihan dengan para pegawainya dan ingin berlari ke ruang rapat untuk menenangkan Aldi.


'Aku sudah pasrah. Jika memang kerjasamanya akan gagal ya biarlah. Tapi jangan sampai kita pun kena marah karena kegagalan kerja sama ini. Atasan langsungku sedang tidak hadir dan aku yang mewakilinya. Jika kedatanganku mewakilinya tidak membuahkan hasil, kesalahan akan dilimpahkan kepadaku.'


'Iya, benar. Bos kan selalu benar. Aturan dasar, ya. Meski bawahan benar, Bos tetap akan selalu lebih benar, yang salah ya tetap kita bawahannya.'


Rara menutup chat di ponselnya dan menghadapi Mike.


"Mike, ijinkan aku ikut rapat ya. Please." Rara hanya bisa memohon agar dirinya bebas tugas kepada Mike.


"Pak Mike, sekretaris Rara." Sahut Mike tidak senang.


"Ayolah Mike, sedang tidak orang sekarang. Apa masih perlu aku panggil pak?"

__ADS_1


"Perlu. Sebab yang butuh bantuan kan kamu. Memanggil dengan hormat saja nggak mau, jangan harap saya mau bantuin kamu dan lepaskan kamu." Mike tampak marah dengan tangan bersendekap di dada.


"Come on, Mike. Kamu sadar kan kalo aku nggak ada di sisi Aldi saat ini, kerjasama kali ini terancam batal. Biarkan aku ke ruang rapat, Mike."


"You know, Kiara. This meeting is not as important as you." Ketika Mike sudah marah dan tidak bisa mengatur perkataannya begini, maka keluarlah kosa kata kesehariannya yang dalam bahasa inggris ini.


"So, stay here! I will be watching you!"


Keputusan Mike sudah final dan tidak bisa ditawar lagi. Kiara hanya bisa tetap di ruangan Mike.


"Sebaiknya kamu baca file mengenai Fahad ini, aku sudah membacanya berulang kali tapi tidak bisa mendeskripsikan apapun selain yang tertulis di sana."


Kiara membaca map bertuliskan Fahad Ja'far di sana. Begitu Kiara membuka map tersebut, sebuah data identitas seperti pada umumnya terpampang. Pria ini memiliki nama Fahad, karena ayahnya bernama Ja'far, maka nama lengkapnya di Indonesia menjadi Fahad Ja'far. Orang arab hanya memiliki satu kata sebagai nama, kata kedua adalah nama ayah mereka.


Fahad memiliki adik kembar yang diculik ketika sedang berlibur di Malaysia. Keluarganya selama ini fokus mencari adiknya yang hilang itu di Malaysia. Tidak menduga sama sekali jika ternyata adik Fahad dijual kepada pasangan berkebangsaan Indonesia. Pasangan orang tua adopsi ini awalnya hidup di Malaysia, tapi kemudian pindah ke Indonesia karena pekerjaan ayahnya.


Di Indonesia, adik Fahad mengalami kecelakaan bersama orang tuanya sehingga kehilangan ingatan. Kedua orang tua adopsi nya meninggal dan Fahad diberikan kepada panti asuhan oleh keluarga yang di Indonesia.


"Ya, menurut penyelidikan memang begitu."


"Sejak kapan kamu dan Aldi mengetahuinya."


"Satu bulan yang lalu. Verlita yang memberikan informasi ini kepada Aldi."


"Apa yang diinginkan wanita itu dengan memberikan informasi seperti ini. Aku yakin informasi ini tidak gratis."


"Ya, kamu benar. Verlita menginginkan sesuatu untuk ditukar dengan informasi ini." Sahut Mike


"Katakan."


"Aldi hendak memindahkan Verlita ke kantor Blue Corp Singapura, tapi Verlita masih ingin berada di kantor ini. Aldi menyetujui keinginan Verlita untuk ditukar dengan lebih banyak informasi tentang Fahad Ja'far."


"Bagaimana Blue Corp bisa hendak menjalin kerja sama dengan Fahad? Apa ini bagian dari rencana Aldi? "

__ADS_1


"Are You kidding, Kiara? No Way!" Sahut Mike.


Dengan ini Kiara yakin Aldi merasa marah karen kemunculan Fahad di Indonesia secara tiba-tiba. Itu pun di kantor Blue Corp untuk kerjasama.


"Mereka lah yang menginisiasi kerja sama ini. Aldi masih berusaha mengumpulkan informasi lebih banyak mengenai pihak mereka, tapi dengan tiba-tiba mereka muncul di hadapan Aldi dengan menawarkan kerja sama. Aldi juga tidak bisa menembus pertahanan digital perusahaan mereka dengan cara biasa. Satu-satunya cara adalah menajdi hacker ilegal yang beresiko. Mereka terbentengi dengan cukup baik. Ada banyak kecurigaan yang Aldi miliki, tapi tidak memiliki bukti. Jadi Aldi hanya bisa bertindak waspada terhadap kamu, Kiara."


"Bukankah Aldi sudah sering melakukan hacking secara ilegal?"


Mike terkekeh mendengarnya. "Ya, di Indonesia hal ini tidak terlalu bermasalah. tapi perusahaan yang sedang kita hadapi berbasis di Arab Saudi. Mereka memiliki kerja sama dengan pihak Amerika Serikat. Pelanggaran dengan menjadi hacker semacam ini cukup beresiko. Aldi tidak akan dengan ceroboh menjadi hacker ilegal hanya untuk data yang belum tentu berguna bagi kita."


"Oke, jadi langkah yang kita lakukan hanya menyembunyikan aku?"


"Belum ada langkah yang akan ditempuh selain bertahan dan mengamati keinginan lawan. Kita belum tahu siapa kawan dan siapa lawan kita. Bersabarlah Kiara, kerja sama kali ini memang tidak dimaksudkan agar berhasil."


"Baiklah, aku akan dengan tenang berada di sini hingga rapat usai. Terima kasih sudah membagi informasi ini denganku, Mike. Apa kamu menceritakan ini kepadaku atas sepengatahuan Aldi?"


"Aldi yang memintaku menceritakannya jika kamu nggak mau diajak kerja sama untuk tetap berada di sini bersama ku."


"Okey, Mike. Aku tetap di sini. Bisa pesankan aku makanan? Ini sudah mendekati jam makan siang dan aku sudah lapar."


Mike tersenyum. "Suami kamu sudah tahu kamu akan lapar. Makanan kamu sudah berada di lobby. Sabarlah menanti makanan take away kamu datang."


Kiara tersenyum senang mendengarnya.


"Kamu tuh ya, makan banyak tapi badan tetap aja kurus begini. Kayak nggak ada yang kasih makan sama sekali."


"Bagus, dong. Banyak loh yang sampek nggak makan supaya jadi kurus. Tapi aku tetap kurus meski makan aku banyak."


"Tok.. Tok.. Tok.." Kiara tersenyum lebar mengetahui makanannya datang.


🌸🌸🌸🌸


_Dinda^^

__ADS_1


__ADS_2