
"Kiara telah salah paham akan beberapa hal." Aldi mengucapkannya lebih kepada dirinya sendiri. Kalimat ini bukan tertuju kepada Mike dan Daniel yang saat ini ada di hadapannya. Keduanya hanya diam menanti Aldi mengungkapkan hal-hal yang baru saja dia sadari.
"Kiara menyamar sebagai Rara di sini karena mencurigai perasaanku terhadap Verlita belum sepenuhnya hilang." Aldi kali ini membelalakkan matanya kepada Mike. Gagasan ini sungguh tidak masuk akal jika kemarin Mike tiba-tiba mengatakannya kepada Aldi. Sebab Aldi tahu dengan jelas bagaimana perasaannya kepada Verlita. Juga bagaimana perasaannya yang begitu dalam kepada istrinya. Tapi alasan ini terdengar sangat masuk akal hari ini.
Mike maupun Daniel hanya diam mendengar kesimpulan demi kesimpulan yang ditarik oleh Aldi.
"Kamu merasa alasan Kiara itu masih belum cukup untuk membuatnya sampai menyamar sebagai orang lain dan berada di sisimu?" Mike masih merasa alasan Kiara menyamar ini masih agak terdengar konyol. Aldi adalah orang yang begitu yakin akan pilihannya. Dia telah memilih Kiara karena tahu dengan jelas bagaimana perasaan sayangnya untuk Kiara.
"Ya, kenapa dia meragukan perasaan aku ke dia. Kenapa Kiara sampai bisa berpikir aku akan bisa berpaling dari dia hanya karena keberadaan Verlita di sekitarku?" Aldi terlihat frustasi karena diragukan perasaannya oleh Kiara.
"Apa kamu tidak pernah meragukan Kiara sekalipun, Al?" Mike kembali membalikkan pendapat Aldi dengan analogi yang sama.
"Aku..." Aldi tidak bisa menjawab. Aldi sadar telah ragu akan anak itu. "Aku punya dasar atas apa yang telah membuatku ragu. Kiara tidak pernah menceritakan apa yang sudah terjadi selama penculikan itu dengan jelas."
"Lalu apakah Kiara tidak boleh punya dasar dan alasan yang membuat dia ragu akan perasaan kamu yang bisa saja berubah kembali menyukai Verlita? Kiara pasti punya alasan yang kuat. "
"Kiara pantas untuk meragukanku. Aku telah lama menahan diri untuk menyentuh Kiara. Kiara telah lama merayuku untuk menyentuhnya. Tapi aku selalu menahan diri dan memberikan beberapa alasan. Lalu muncul sosok Verlita dengan sosok seperti kemarin dan pesan-pesannya yang mengarah ke hal yang panas." Aldi menatap layar laptopnya dimana kiara sedang nampak duduk dengan tenang. Aldi nampak sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Sementara Mike dan Daniel kembali dibuat terkejut dengan pernyataan Aldi. Keduanya sama-sama tak memiliki pasangan. Tapi Mike dan Daniel tahu bahwa Aldi yang biasanya tidak akan sampai mengungkapkan hal pribadi semacam ini kepada siapapun.
__ADS_1
"Kamu bertindak terlalu jauh, Al. Sejak kembali dari bulan madu dan penculikan itu, kalian tidak pernah melakukannya?" Mike berusaha memastikan kebenaran dari apa yang dia dengar. Bisa saja Mike salah memahaminya.
"Kami masih tidur sekamar dan di ranjang yang sama. Tapi aku tidak melakukan hubungan layaknya suami istri sejak Kiara selamat dari penculikan itu."
"Aku tidak menyangka orang yang paling cerdas di ruangan ini bisa melakukan hal yang begitu bodoh." Sahut Mike. Kemarahan kini menyelimuti Mike.
"Aku hanya berhati-hati Mike. Awalnya aku khawatir Kiara masih memiliki trauma dengan hal semacam itu karena apa yang sudah dialami ketika penculikan itu. Aku tidak bisa meminta Kiara bercerita apa saja hal buruk yang sudah dia alami. Itu sama saja dengan melukainya untuk kedua kalinya." Aldi juga ingin marah mendengar Mike begitu semakin menyalahkan dirinya.
"Bapak kok bisa kuat menahan rayuan dan godaan istri yang begitu cantik seperti nyonya? " Daniel kali ini bersuara dengan nada yang begitu datar. Daniel sendiri takut akan membuat atasannya semakin marah. Tapi pertanyaan ini sudah muncuk di benaknya sejak tadi.
"Nah, itu juga pasti sudah sempat melintas dalam benak Kiara. Dia pasti bertanya-tanya akan apa kekurangan dirinya hingga kamu tidak mau lagi menyentuhnya." Mike menatap Daniel dengan tatapan terima kasih karena telah diberikan amunisi untuk kembali menyerang Aldi.
"Kamu juga telah salah paham akan satu hal penting mengenai Kiara." Mike terus saja menodong Aldi. Mike ingin memarahi pria jenius ini terus-terusan. Mike tidak habis pikir bagaimana mungkin pria yang begitu pintar ini menjadi begitu sangat bodoh dalam hubungan cintanya.
"Ya, aku rasa kamu salah paham." Mike teguh dengan pendiriannya.
"Aku juga tidak begitu yakin, Mike. Tapi siapa pun ayah dari anak itu, aku tidak mempermasalahkannya. Sekalipun itu adalah anak dari pria lain, dia tetap anak dari wanita yang aku cintai. Aku pasti akan berusaha memberikan kasih sayang yang sama layaknya ayahnya."
Daniel kini merasa semakin shock mendengar pembicaraan kedua bos besar yang ada di sampingnya dan juga di hadapannya. Kenapa begitu banyak permasalahan yang rumit dalam rumah tangga yang tampak tentram dan terlihat baik-baik saja.
__ADS_1
" Ha,, ha,, ha,," Mike tiba-tiba menertawakan Aldi.
"Apa yang kamu tertawakan, Mike?!" Aldi tidak terima ditertawakan oleh Mike.
"Saat ini saja kamu belum bisa menunjukkan rasa sayang kamu kepada anak itu. Bagaimana mungkin kamu bisa menyayangi anak itu jika sampai nanti dia lahir. Kamu terlalu berlebihan dalam membual, Al. Dari mana kamu belajar membohongi diri kamu sendiri. Kamu sendiri tidak bisa membohongi diri kamu sendiri. Apa lagi membohongi Kiara. Kamu sama sekali belum bisa menerima keberadaan anak itu. Kamu masih yakin dibukan anak kamu. Itu lah yang membuat kamu semakin tidak bisa menyentuh Kiara lagi"
"Cukup Mike!" Aldi tidak bisa mendengar Mike lagi.
"Aku tidak akan berhenti menyadarkan kamu, Al! Kamu telah kelewatan memperlakukan istrimu sendiri. Kamu sampai tidak tahu alasan dia menyamar dengan susah payah sebagai orang lain. Kamu juga masih saja memelihara Verlita di perusahaan ini ketika semua orang Adelia sudah kamu pecat dan kamu mutasi ke tempat lain. Aku saja merasa aneh dengan keputusan kamu mempertahankan Verlita di sini. Bagaimana dengan pikiran Kiara? Dia pasti juga merasa ada yang aneh dengan keputusan kamu ini!" Mike tidak mau peduli dengan wajah frustasi Aldi. Mike bertekad menyadarkan Aldi akan semua kesalahannya.
"Aku punya alasanku sendiri Mike. Apa aku perlu mengatakannya kepada kalian mengenai keputusanku akan arah jalannya perusahaan?"
"Tentu saja perlu, Al. Apakah ada yang tahu apa alasan kamu mempertahankan Verlita di sini?"
"Aku belum menceritakannya kepada siapapun."
"Nah, itu dia. Karena kamu tidak memberi tahu siapapun, maka Kiara berinisiatif mencari tahu sendiri dengan lebih dekat dengan kamu ketika di perusahaan. Paling tidak Kiara akan tahu jika kamu ternyata memang mempertahankan Verlita karena perasaan pribadi kamu sendiri."
Aldi diam menatap Mike. Kemudian menatap Kiara yang ada layar laptopnya secara bergantian. 'Ra, benarkah yang Mike katakan itu? Kenapa kita menajdi saling mencurigai begini, Ra?'
__ADS_1
🌸🌸🌸🌸
_Dinda^^