
Mike mengetahui apa saja yang Aldi lakukan kepada Adelia dan Ferdi karena Mke juga turut andil dalam penyiksaan keduanya. Tapi Mike tidak menjelaskan detail dari seluruh penyiksaannya kepada Kiara. Hal-hal yang terlalu kejam, tidak Mike beritahukan kepada Kiara. Hati wanita ini terlalu baik. Hati Kiara tidak akan sanggup mendengar hal-hal yang terlalu sadis.
"Aldi memperparah trauma dan kegilaan Ferdi karena melihat trauma yang kamu miliki. Sementara Adelia yang memang sudah sakit secara fisik juga dilukai jiwanya olehku dan Aldi. Aku tidak bisa menceritakan kekejaman kamu berdua sama kamu. Yang jelas, keduanya kini telah kehilangan akal mereka dan sangat layak masuk rumah sakit jiwa. Kami sudah akan melepas mereka berdua di rumah sakit jiwa. Tapi keberadaan Fahad membuat hal itu kami tunda. Kami khawatir Fahad berubah menjadi jahat seperti saudaranya jika tahu apa yang telah kami lakukan kepada saudara kembarnya."
Kiara hanya diam. Tidak menanggapi sama sekali cerita Mike
" sekarang maukah kamu bercerita mengenai hal buruk yang terjadi di antara kamu sama Aldi?"
"Maaf Mike. Menceritakannya hanya akan memperburuk keadaanku. Aku butuh memulihkan diri."
"Tentu, Kiara. Kamu harus baik-baik saja. Keadaan Aldi akan menjadi lebih buruk jika kamu tidak baik-baik saja."
Kiara kembali terdiam. Perkataan Mike memang benar. Aldi selalu berusaha memastikan dirinya baik-baik saja. Aldi terlalu baik kepada dirinya. Hingga Aldi berusaha menutupi keraguannya kepada anak mereka. Meski pun Aldi merasa anak ini bukan miliknya, tapi Aldi tetap menginginkan Kiara berada di sisinya.
"Aku lelah Mike. Kita sudahi dulu ya. Aku butuh memikirkan ulang beberapa hal."
Keduanya pun mengakhiri panggilan mereka.
🌸🌸🌸🌸
"Panggil Mike kemari." Perintah Aldi kepada Daniel yang masih ada di hadapannya. Aldi telah mendengar semua percakapan Mike dengan Kiara.
Sementara Daniel melakukan tugasnya, Aldi kembali fokus kepada sadapannya kepada beberapa orang lain., terutama Verlita.
🌸🌸🌸🌸
"Mike, aku telah menemukan bagaimana Verlita bisa punya beberapa informasi yang tidak seharusnya dia tahu. Aku mau kamu dan Daniel merebut sandra yang cukup penting. Verlita menyembunyikannya di sebuah rumah sakit." Mike baru masuk ke kantor Aldi dan belum sempat duduk ketika mendengar perintah Aldi untuk dirinya dan Daniel yang berada di sampingnya.
"Tunggu, Al. Aku tidak akan melakukan apapun sebelum kamu menjelaskan kepadaku apa yang terjadi. Aku ini bukan asisten kamu yang begitu saja bisa kamu perintah. Kamu harus menceritakan kepada terlebih dahulu apa yang sudah terjadi di antara kamu dan Kiara!" Mike memang tidak menunjukkan wajah marahnya. Bahkan Mike tidak sampai meneriaki Aldi. Tapi Mike menatap tajam Aldi sambil duduk dengan tegas di hadapan Aldi.
Hal ini membuat Aldi sadar akan kelakukan gilanya barusan. Aldi memang tidak seharusnya main perintah begini kepada Mike. Bagaimana pun juga Mike adalah saudara sepupu yang begitu dekat dengannya layaknya kakaknya sendiri. Mana pantas Aldi bersikap seperti barusan.
__ADS_1
"Maaf." Ucap Aldi singkat kepada Mike.
"Baik, maaf diterima. Duduklah, Daniel. Kita akan mendengar penjelasan Aldi dengan tenang untuk memahami situasi yang akan kita hadapi nantinya." Mike menoleh kepada Daniel yang masih berdiri terpaku karena tidak ada satu pun dari bos di ruangan itu yang memerintahkannya untuk duduk.
Usai Daniel duduk di samping Mike. Aldi langsung menceritakan apa yang harus Mike tahu. Aldi masih merasakan krisis dalam hidupnya yang membuatnya ingin terburu-buru dalam banyak hal.
"Verlita membuat masalah dan Kiara mempercayai ucapan Verlita." Aldi menunjukkan pesan Verlita agar Mike membacanya secara langsung.
Aldi menanti tanggapan Mike usai membaca pesan itu berulang kali.
"Ini pesan yang ditujukan kepadaku ketika masih di kantor kemarin siang. Aku lupa menghapus pesan-pesan bodoh itu karena ingin melacak pengirimnya. tapi sepertinya Kiara menyadari itu Verlita dan mengira aku dengan sengaja menyimpan pesan itu karena pengirimnya adalah Verlita. Kiara masih percaya aku memiliki sedikit perasaan kepada mantanku satu-satunya itu."
"Kiara lalu melihat pesan yang dikirimkan ketika aku sedang mandi. Kiara pun membaca semua pesan kaleng itu dan menjadi marah dan sakit hati. Dia percaya dengan semua isi pesan itu begitu saja. Dia tidak memberikan aku kesempatan untuk berbicara atau menjelaskan sedikitpun. Dia mengusirku. Dia juag tidak ingin aku mengirim pesan untuknya apalagi muncul di hadapannya. Jika aku melakukan itu, Kiara yang akan pergi kabur menghilang."
Aldi sudah tidak memiliki hal yang ingin dia sampaikan lagi kepada Mike dan Daniel. Tapi keduanya tidak kunjung mengatakan sesuatu. Seolah masih menanti Aldi menceritakan hal lain.
" Al, cerita kamu masih terlalu janggal. Pesan ini memang menyakitkan. Tapi Kiara tidak akan begitu saja mempercayai pesan kaleng tanpa pengirim yang jelas begini. Ada hal lain apa yang terjadi?"
"Kami berdua bertemu dengan Verlita yang sedang mabuk di parkiran." Aldi menceritakannya dengan tenang kemudian membelalakkan matanya karena menyadari sesuatu.
"Verlita mendekatiku di parkiran dengan sempoyongan seperti sedang mabuk, lalu membisikkan sesuatu di telingaku yang membuatku marah. Tidak hanya itu, Verlita menempatkan tubuhnya di antara Aku dan Kiara dengan begitu berani, sebab dia mengira Rara bukanlah istriku."
" Bapak sudah menikah lagi? Sudah resmi menikahi sekertaris Rara?" Daniel tidak tahan memotong penjelasan Aldi.
" Apa maksud kamu? Mana mungkin Aldi menikah lagi dengan wanita yang sudah menjadi istrinya." Sahut Mike kepada Daniel.
" Dia tidak tahu bahwa Kiara dan Rara adalah orang yang sama." Sahut Aldi.
" Jadi di kantor ini hanya aku yang tahu siapa Rara sebenarnya?" Mike merasa senang menjadi satu-satunya orang yang tahu rahasia penting itu.
" Kini bukan satu-satunya. Daniel juga kini tahu. " Sahut Aldi. Keduanya mengabaikan kekagetan Daniel akan fakta baru yang masih berusaha dia cerna mengenai nyonya Kiara dengan sekertaris Rara yang ternyata adalah orang yang sama.
__ADS_1
" Baiklah, kita kembali ke cerita Verlita. Jadi kemarin Kiara melihat Verlita merayumu dengan terang-terangan di hadapannya, Al?"
"Ya, tapi dia juga menyaksikan sendiri bahwa aku tidak tergoda. Malahan aku marah dengan apa yang Verlita lakukan."
"Boleh aku tahu kamu marahnya seperti apa, Al?" Sahut Mike.
"Marah ya marah, Mike. Apa ada marah yang seperti yang lain?"
"Apa menurut kamu Kiara tahu kamu sedang marah?"
"Tentu saja tahu."
"Lalu apa menurut kamu Kiara tahu apa yang membuat kamu marah kepada Verlita?"
Kali ini Aldi diam. Aldi memikirkan pertanyaan Mike cukup lama sebelum menjawabnya. "Verlita membisikkan ucapannya langsung ke telingaku. Aku kira Kiara tidak mendengar ucapan Verlita."
"Kira-kira apa yang Kiara pikirkan mengenai isi bisikan Verlita yang membuat kamu marah? Bisikan sayang atau bisikan lainnya? "
Kini Aldi yang membelalakkan mata karena terkejut. Aldi kehilangan kata-kata. Mana mungkin Aldi tidak memikirkan ke arah sana. Aldi hanya memikirkan mengejar Verlita. Tapi tidak berusaha mendalami apa yang Kiara pikirkan tentang Aldi.
" Menurut kamu untuk apa Kiara menyamar di perusahaan sebagai Rara dan hampir selalu berada di sisi kamu?" Mike memberikan pertanyaan yang tidak membutuhkan Aldi mengiyakan jawabannya
"Verlita menulis mengenai hubungan ranjang dan provokasi supaya kamu bersedia mencoba berhubungan dengannya. Bagaimana jika Kiara mengira kamu juga telah membalas pesannya dan menghapus riwayat pesan kamu?"
Aldi masih diam mengiyakan dugaan Mike.
"Bagaimana jika Kiara juga menduga bahwa kamu tampak marah ketika bertemu Verlita semalam karena ada Kiara saat itu? Bisa saja Kiara mengira kamu marah kepada Kiara karena berada di waktu yang tidak tepat, yaitu saat ada kesempatan bisa melakukan suatu hubungan yang ditawarkan Verlita?" Mike masih saja mencoba membangun kesadaran Aldi.
Aldi merasa bahwa logika Mike sangat masuk akal. Kesadaran baru ini membuat Aldi tertampar. Banyak hal yang bisa saja disalah pahami oleh Kiara. Aldi kini merasa begitu bodoh dalam memahami hati Kiara.
🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
_Dinda^^