
Rasanya masih sulit bagi Mike untuk memahami bahwa alasan Aldi mempertahankan Verlita di perusahaan ini adalah karena dirinya. Perasaan bersalah sejak tadi merayap dalam pikirannya. Dia tidak pernah mengira bahwa keberadaannya yang diam-diam memperhatikan Verlita akan menjadi faktor penentu dalam keputusan Aldi terhadap Verlita.
'Aku akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk memperbaikinya,' Mike kembali mengulangi kalimat ini dalam hatinya.
Mike mengambil keputusan itu dengan hati yang penuh ketegasan. Dia tahu bahwa perjuangan akan sulit, tetapi dia siap menghadapinya. Apalagi dia telah gagal selama bertahun-tahun untuk menghapus perasaan cintanya kepada Verlita.
Mike kini harus menguasai perasaannya dan menghadapi Verlita dengan penuh tekad. Aldi dan Kiara sedang membutuhkannya. Aldi telah mempertahankan Verlita di perusahaan ini demi Mike. Maka Mike akan melakukan hal yang perlu dilakukan agar Aldi memindahkan Verlita dari perusahaan ini.
"Ingat, Mike. Aku tidak mau kamu pergi dari perusahaan ini karena kepergian Verlita. Hanya dia yang harus pergi. Kamu akan tetap berada di sisiku menjalankan Blue Corp bersama-sama hingga kita mewariskannya kepada anak cucu kita nantiya."
Mike berusaha tertawa mencemooh Aldi. "Aku belum berencana meninggalkan perusahaan ini.
Mike pun beranjak dan hendak pergi meninggalkan ruangan kantor Aldi.
"Aku akan berbicara dengan Kiara dan berusaha menjelaskan kesalahpahaman di antara kami. Aku akan berusaha meyakinkannya bahwa Verlita bukanlah ancaman bagi hubungan kami," tambah Aldi sebelum Mike beranjak pergi.
"Itu bagus." Sahut Mike.
"Aku juga akan membuat Verlita dimutasi dari kantor pusat kita. Aku akan membuat Verlita tak lagi tampak di sekitar kita. Aku harap kamu sudah menyelesaikan apa yang perlu kamu selesaikan dengan Verlita, Mike." Hal ini harus Aldi perjelas kepada Mike.
__ADS_1
'Gunakan kesempatan terakhir ini dengan baik, Mike.' Lanjut Aldi di dalam hatinya sendiri.
Mike mengangguk mengerti, lalu pergi begitu saja. Mike merasa lega bahwa Aldi terdengar bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan Kiara. Tapi Mike masih diliputi perasaan bersalah dan perasaan terhadap Verlita yang selama ini membuat hatinya tertekan karena tidak bisa tersampaikan.
Mike tampak akan berjalan ke kantornya, tapi Mike malah menuruni tangga ke lantai di bawah kantornya. Mike menelusuri lorong dimana kantor Verlita berada dengan berbagai alasan seperti biasa untuk sekedar ingin melihat wajah Verlita meski sekejap saja. Apalagi Aldi sebentar lagi akan membuat dirinya tidak lagi bisa melihat Verlita di kantor ini.
Mike merenung saat menuruni tangga menuju lantai di bawah kantornya. Pikirannya melayang-layang ke masa lalu, ketika awal-awal pertemuannya dengan Verlita di Singapura. Meski pun keluarga Aldi merawat dan menerimanya dengan sangat baik, tapi tidak jarang Mike merasa kesepian dan terasing setelah mamanya mengakhiri hidupnya sendiri dengan tragis. Ditambah dengan rasa bencinya kepada Papa Damien beserta istri mudanya, Adelia, yang merenggut posisi mama Mike.
Di tengah semua itu, ada satu hal yang membuat perasaannya tidak lagi terasa sepi: Verlita. Wanita itu datang seperti angin segar di tengah musim panas. Keberadaannya membuatnya merasa diterima dan dihargai. Verlita juga nampak merasakan hal yang sama, mereka berdua seperti jiwa-jiwa yang terhubung melalui kesamaan mereka.
Mike dan Verlita telah menjalin hubungan manis mereka cukup lama dengan sembunyi-sembunyi. Tak satu pun yang tahu bahwa keduanya sedang menjalin hubungan kekasih. Mike dan Verlita pun merasa nyaman dengan hal itu. Bagi Mike maupun Verlita, tak perlu membuat orang lain tahu bahwa mereka sangat dekat dan saling sayang satu sama lain.
Beda dengan Mike yang hingga kini sekalipun tak bisa melupakan bagaimana rasa hangat hubungan yang mereka berdua jalin. Meski sudah bertahun-tahun mereka tak saling mengenal, tapi Mike cukup mengenal Verlita luar dan dalam. Setiap ekspresi senang, sedih, marah, hampa, maupun kesepian, semua selalu Mike ingat dengan jelas. Verlita yang tidak sampai setahun menjalin hubungan dengannya itu telah menguasai seluruh hati Mike hingga kini.
Mike melewati lorong menuju kantor Verlita. Mike berjalan perlahan dengan hati msih saja berdebar. Hatinya bergejolak dan berusaha menebak-nebak apakah bisa bertemu dengan sang pujaan hati. Mike pun menoleh ke arah kanan di mana kantor Verlitanya berada.
"Deg" Jantungnya seolah berhenti berdetak. Sepasang mata lugu verlita menatapnya langsung ke arah matanya. Dalam sepersekian detik, Mike merasa seolah tatapan itu milik Verlita yang dulu mengenal dirinya. Tatapan dari Verlita yang mencintainya sebesar Mike yang masih sangat mencintainya.
Mike tertegun dan terdiam menatap sepasang mata Verlita yang menatapnya dari balik jendela ruangan kantornya. Ingin rasanya Mike berlari menembus jendela itu dan memeluk Verlita. Tapi tatapan itu tidak berlangsung lama, Verlita lebih dulu memalingkan tatapannya dari Mike dan bergerak dengan kikuk. Mike bisa tahu bahwa Verlita salah tingkah setelah tatapan mereka barusan.
__ADS_1
Sebuah harapan kecil menyala dalam hati Mike, 'Mungkinkaah Verlita mengingat perasaannya untuk Mike dulu? atau bahkan mengingat sedikit saja bayangan Mike di masa lalunya?' Harapan kecil ini tiba-tiba memijar dalam hati Mike.
Mike berdiri di lorong, terpana oleh momen singkat itu. Meskipun terkadang ragu, namun harapannya muncul kembali, membuatnya yakin bahwa mungkin masih ada jalan untuk memulihkan hubungan mereka. Dia merasa dorongan kuat untuk menghadapi Verlita, berbicara dengannya, dan mungkin mengingatkan Verlita pada kenangan indah yang mereka bagikan.
Dengan hati yang berdebar, Mike berjalan menuju pintu kantor Verlita. Dia mengetuk pelan, tapi suara itu mengagetkan Verlita dan terdengar seperti guntur di telinganya. Pintu terbuka, dan Verlita berdiri di sana, ekspresi campuran antara kikuk dan penasaran.
"Apakah ada yang bisa saya bantu?" tanya Verlita dengan sopan. Verlita menjaga kesopanan, bagaimana pun juga, Mike masih atasannya.
"Oh, maaf mengganggu. Apa kamu sedang sibuk?" Mike sedang mencari alasan untuk berbicara dengan Verlita. otaknya berusaha berpikir keras agar bisa mengajak Verlita mengobrol di tempat lain dan memastikan apa mungkin Verlita mengingat Mike.
"Sebenanrnya memang sedang ada yang dikerjakan pak. Tapi jika bapak ada yang ingin disampaikan atau diperintahkan, silahkan saja." Verlita terdengar formal dan profesional. Tapi Mike muak dengan nada bicara Verlita yang ini. Mike semakin merindukan sosok Verlita kekasihnya.
"Ya, sebenarnya memang saya butuh bantuan kamu dengan beberapa hal. Jadi tolong ke kantor saya jika kamu sudah nggak terlalu sibuk dengan apa yang kamu kerjakan." Mike merasa perintah atasan akan lebih ampuh dari pada mengajaknya bicara berdua dengan alasan pribadi. Dan Verlita pun menyanggupi.
Kini Mike kembali ke ruang kerjanya dengan hati seringan kapas dan harapan yang melambung tinggi.
🌸🌸🌸🌸
_Dinda^^
__ADS_1