Bertukar Pengantin

Bertukar Pengantin
Meluapkan amarah


__ADS_3

Bella mengira dunianya berakhir di tangan Bima. Tapi Bima melepaskan cekikan di leher Bella.


Bima mundur selangkah dan menampar Bella lagi dan lagi.


"Kamu sangat ingin menjadi istriku?" Kini Bima menarik rambut Bella dan berbisik di telinganya.


"Sangat ingin merasakan ranjang hangatku?" Bima menggigit leher Bella. Tapi tidak ingin memberinya kenikmatan sedikit pun seperti malam di suite room.


Sebuah rencana untuk Bella tersusun di benaknya.


Dengan semakin kasar, Bima menarik Bella. Menelungkupkan tubuhnya di meja kerjanya. Mengikat kedua tangannya di belakang tubuhnya dengan dasi miliknya.


Bella yang tidak tahu akan diapakan lagi oleh Bima hanya bisa berharap kemarahan Bima segera reda dan penindasan ini hanya untuk hari ini saja.


"Aku akan memberikan apa yang sangat kamu inginkan." Bisik Bima di telinga Bella.

__ADS_1


"Jangan berani berteriak atau menolehkan wajah buruk kamu ke belakang." Bima menempelkan lakban hitam ke mulut Bella. Lakban itu dia ambil dari meja sekertaris. Meja kerja Bella mulai hari ini.


Bima mulai menyingkap rok Bella yang amat pendek. Kemudian merobek satu-satunya penghalang terakhir Bima untuk menyiksa Bella.


Dengan kasar, Bima memasuki Bella dengan satu jari tengahnya. Membuat Bella teramat kaget dengan apa yang akan dia dapatkan setelah ini.


"Kamu akan selamanya menggantikan Kiara dalam hidupku. Tapi hanya untuk urusan ranjang." Dengan kasar kini Bima mengoyak pusat diri Bella yang selama ini tak pernah dirasakan oleh Bima sama sekali sejak malam pertamanya sebelum menikah.


Bima melakukannya terhadap Bella dengan kasar meski miliknya berukuran amat besar dari pada ukuran normal lainnya. Bima menginginkan Bella merasakan sakit dan perlakuan kasarnya yang sama sekali tidak ditahan sedikit pun.


Bima bisa memperlakukan wanita manapun dengan lembut. Memberikan kenikmatan kepada pasangan ranjangnya selama ini, termasuk kepada Bella.


Dengan menikmati sensasi yang lama tak dirasakan oleh Bima, tentu bergerak dengan kasar dan menyiksa inti tubuh Bella adalah hal yang akan dia lakukan hingga kepuasan Bima dapatkan.


Kaki Bella sudah mulai lemas. Bagian intinya sudah sangat perih. Tapi Bima belum ada tanda-tanda akan berhenti menyiksanya dengan cara yang tak pernah Bella bayangkan sebelumnya.

__ADS_1


Bella hanya pernah tahu bahwa hal seperti ini akan terasa nikmat. Tidak pernah Bella bayangkan bahwa menunaikan kewajiban pertamanya sebagai istri akan sangat sakit seperti ini.


Air mata Bella juga sejak tadi terus mengalir seiring dengan rasa sakit yang Bima berikan. Tidak ada sedikitpun kenikmatan yang Bella rasakan seperti sebelumnya. Bima terus saja menyiksa Bella.


Bima seperti kesetanan memaksakan miliknya kepada Bella. Dengan posisi dari belakang Bella begini membuat milik Bima semakin terjepit dengan rasa yang lebih nikmat. Tapi tanpa adanya rangsangan awal, Bella hanya akan merasa perih.


Pria manapun yang pernah merasakan kenikmatan milik seorang wanita akan paham akan teori ini. Tapi Bima akan memanfaatkannya untuk menyiksa wanita yang saat ini Bima jajah miliknya tanpa ampun.


Tidak sedikit pula Bima menampar Bella. Memberikan sensasi lebih nikmat kepada dirinya. Tapi membuat Bella yang tertampar semakin perih.


Area yang Bima tampar tidak berubah. Membuat bekas tamparannya semakin merah dan tampak mengerikan. Juga sangat menyakitkan si pemilik tamparan.


Jika biasanya Bima ingin membuat pasangannya senang, maka tamparan itu menjadi alat menuju puncak kenikmatan. Tamparannya memiliki ritme dan terus berganti area.


Ntah berapa lama Bima sudah menyiksa Bella. Amarah di dadanya perlahan-lahan surut begitu benih Bima tabur ke rahim Bella. Bima tidak peduli apakah Bella akan hamil atau tidak. Yang jelas, Bima akan terus menyiksa Bella dengan cara seperti ini.

__ADS_1


Menunggangi kuda betina barunya yang masih nikmat karena baru dua kali terjamah ini bisa meredakan sedikit kemarahan Bima. Tentu Bima akan memanfaatkannya.


Bima sejak awal memang bukan pria baik. Kiara lah yang menjadikannya baik. Tidak ada Kiara hanya membuatnya menginginkan hal buruk yang selama ini Bima tinggalkan, seperti menjelajahi tubuh wanita yang bersedia memberikan dirinya dengan sukarela seperti Bella.


__ADS_2