
Aldi berusaha tidak memikirkan alasan Kiara ingin bekerja di perusahaannya. Aldi berusaha sebisanya hanya memenuhi keinginan istrinya. Tapi rasa penasaran Aldi mengenai alasan Kiara yang masih ditutupi ini terus saja mengganggu pikirannya.
Kiara sendiri merasa senang karena Aldi mau mengijinkannya bekerja di Blue Corp tanpa harus Kiara beri tahu alasan yang sebenarnya kenapa dia ingin bekerja di sana. Apalagi ketika Aldi fokus memikirkan alasan Kiara yang sebenarnya tadi, Aldi tidak sadar telah memegang tangan Kiara dari taman belakang rumah hingga ke ruang kerja. Aldi yang berpikir keras tidak sadar telah menggenggam tangan Kiara sejak tadi. Sementara senyuman Kiara tak kunjung lepas dari wajahnya.
Usai berada di ruang kerja, Aldi baru sadar telah berpegangan tangan dengan Kiara terus sejak tadi. Aldi pun langsung duduk di meja kerjanya. Sementara Kiara memilih duduk di sofa yang ada di ruang kerja itu. Kiara memutuskan duduk di sana dengan memainkan ponselnya saja. Mengajak ngobrol Aldi yang akan sibuk dengan pekerjaannya bisa saja mengganggu.
Aldi melihat Kiara mengeluarkan ponsel dan fokus dengan apa yang dia pegang. Melihat hal itu membuat Aldi tidak terlalu memikirkan apakah Kiara akan bosan hanya duduk di sofa sambil menunggunya menyelesaikan pekerjaan.
Pekerjaan yang pertama harus Aldi bereskan tentu mengenai dimana Kiara akan ditempatkan. Wanita ini tidak ingin jabatan yang tinggi. Maka staf biasa akan pas. Tapi jabatan staf yang bisa membuatnya berada di sisi Bima hanya asisten. Apa Kiara diberi jabatan asisten saja? Bersama dengan Daniel?
Tapi pekerjaan asisten akan menjadi terlalu berat bagi Kiara. Apalagi jika itu adalah asisten Aldi. Kiara harus serba bisa untuk menjadi asisten Aldi seperti Daniel dan para bawahannya.
Kalau Kiara tidak menjadi asisten Aldi, apa Kiara menjadi bawahan Mike saja? Aldi terus memikirkan penempatan Kiara di kantor. Aldi terus memikirkannya cukup lama dengan mengamati peta Analisa Jabatan yang ada di layar laptopnya.
Ketika Aldi sudah selesai menentukan posisi Kiara dan berkoordinasi dengan pegawainya mengenai pegawai baru yang statusnya dirahasiakan ini, Aldi mendekati Kiara yang masih setia menanti Aldi dengan duduk di sofa.
"Kamu nggak bosan nungguin aku kerja?" Sapa Aldi.
"Nggak. Aku bisa berselancar di dunia maya sambil melihat-lihat foto kita. Menurut kamu foto yang kita ambil di lobi hotel tadi pagi bagus nggak? Ini sudah aku edit tampilan warnanya agar tampak lebih segar." Kiara menunjukkan layar ponselnya kepada Aldi.
"Ya, bagus sekali." Aldi menyetujui pendapat Kiara mengenai foto berdua mereka yang cukup estetik.
Begitu Aldi juga menyukai foto itu, Kiara akhirnya memposting foto mereka berdua di media sosial Kiara. Isi captionnya:
...'Adakah yang lebih menyenangkan melebihi bersama dengan cowo di sebelahku selama 24/7? Jika ada, coba deh kalian komen di bawah.'...
"Kamu begitu senang ya bisa bersama aku selama 24 jam seminggu?" Tanya Aldi dengan tatapan intensnya yang menyesakkan dada Kiara. Jika Aldi menatapnya dengan seperti itu, Kiara sering lupa bernafas dan terus saja memandang paras tampan suaminya.
"Tentu saja aku senang. Maka dari itu aku nggak pengen kamu tinggal di rumah sementara kamu sendiri seharian kerja. Jadi apa aku bisa ikut ngantor mulai besok?"
__ADS_1
"Ya, besok kita berangkat kerja bareng. Di sana kerja bareng. Pulangnya pun bareng-bareng. Dan ketika di rumah, kita tetap bareng. 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Sesuai apa yang bikin kamu senang." Aldi berbicara dengan setengah berbisik. Membuat Kiara menginginkan kedekatan yang lebih lagi.
Kiara diam menanti apa yang akan Aldi lakukan selanjutnya. Kiara mengira mereka berdua akan menjadikan malam ini berubah seperti malam mereka ketika di Singapura. Tapi Aldi tidak ada tanda-tanda akan melakukan lebih dari kedekatan ini. Aldi malah membahas kelanjutan rencana besok.
"Besok kamu akan berangkat sebagai nyonya bos atau dengan identitas lain?" Pertanyaan Aldi membuat fantasi Kiara seketika buyar.
'Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku berpikir ke arah hal itu terus? Pekerjaan Aldi masih banyak, dan tentu saja kami harus merencanakan banyak hal mengenai hari pertama aku bekerja besok.' Pikir Kiara
"Ra, kamu nggak jawab pertanyaan aku. Apa kamu belum menentukan akan kerja sebagai nyonya bos ataukah bukan?"
"Aku sedang memikirkan identitas lain itu, Al. Tentu saja aku nggak mau terlihat sebagai Kiara istri kamu ketika di kantor." Kiara dengan cepat membuat alasan yang tidak akan membuat Aldi curiga mengenai kediamannya barusan.
"Jadi kamu akan menggunakan identitas lain? Kamu mau menutupi identitas sebagai Kiara, sang nyonya muda Wiji Sasongko?"
"Tentu saja. Jadi aku akan berdandan dengan berbeda untuk menutupi identitas aku besok" Ungkap Kiara.
"Berdandan dengan berbeda?" Aldi sudah memperkirakan ini. Tapi Aldi suka memancing Kiara untuk bercerita lebih banyak.
"Kenapa kaca mata tebal? Lalu make up seperti apa yang mau kamu pake? Tiap hari kan kamu juga udah pake make up." Aldi masih saja memancing Kiara agar mengungkap pemikiran dan rencananya.
"Tentu aja buat nutupin wajah cantikku. Aku akan pake make up yang bisa bikin aku tampak jelek dan juga kaca mata tebal yang akan menutupi sebagian besar wajahku." Kiara seolah mengungkap jawaban yang semua orang pasti tahu jawabannya.
"Tapi aku ingin sering melihat wajah cantik istriku di kantor. Masak ditutupi gitu?" Aldi protes dengan cepat.
"Yang kamu suka itu aku apa wajah cantikku sih, Al!" Kiara tampak ingin marah mendengar Aldi tidak setuju dengan idenya.
"Tentu saja keduanya." Sahut Aldi.
"Trus jika aku berubah nggak cantik gimana?"
__ADS_1
"Ya nggak gimana-gimana. Kan tetep istriku."
"Yaudah. Artinya kan nggak masalah jika aku nggak terlihat cantik ketika di kantor."
"Gimana ya. Kok aku nggak suka liat kamu jadi nggak cantik sih, Ra."
"Lalu gimana caranya aku ke kantor tanpa dikenali sebagai nyonya bos?"
"Kamu dandan lebih cantik aja kalo gitu."
"Kamu jangan ada-ada aja deh." Kiara masih tidak terima dengan usulan Aldi ini.
"Mengenai penampilan kamu besok, aku akan atur Make Up Artist dan Stylist untuk merubah penampilan kamu agar berbeda dan nggak dikenali sebagai nyonya bos. Aku mau mamu bakal tetap terlihat cantik tapi tidak dapat dikenali."
"Kamu jangan mengada-ada. Masak ada yang seperti itu?" Kiara meragukan Aldi.
"Tentu harus bisa begitu. Percaya saja deh sama aku." Ucap Aldi dengan mantap.
'Aku sudah kasih foto kamu ke Make Up Artist terbaik yang sanggup merubah penampilan kamu menjadi semakin cantik tapi terlihat seperti orang lain.' Ucap Aldi dalam hati.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers
Kiara bakal berubah tambah cantik nggak ya?
Kira-kira gimana hari-hari Kiara di kantor baru bersama Aldi?
Dibikin banyak romantisnya apa salah faham trus nih?
__ADS_1
_Dinda^^