
Aldi dalam perjalanan menuju alamat yang diberikan oleh Adelia. Tapi Bima sudah berada di kota yang Aldi tuju itu. Tidak hanya Bima bersama para pengawalnya, Bella juga ada di sana. Bella menyusul Bima ke kota Ç tanpa seijin Bima.
Bima memperoleh lokasi Ferdi dari sindikat rahasia yang membebaskan Ferdi dari penjara. Bima membayar dengan harga yang mahal untuk hal ini. Dua kali lipat dari harga yang ia bayarkan untuk membebaskan Ferdi. Rupanya sindikat rahasia itu memasang pelacak di tubuh Ferdi tanpa diketahui oleh sang pemilik tubuh.
Akan tetapi, selama seminggu ini sinyal dari pelacak itu memang tidak pernah bisa ditangkap. Sindikat rahasia yang disewa Bima ini bahkan sempat menduga Ferdi telah mengetahui pelacdak yang dipasang ke tubuhnya, sehingga Ferdi telah lama membuang pelacak itu dari tubuhnya.
Tapi opsi mengenai hal ini terbantahkan karena sinyal pelacak Ferdi sempat tertangkbeberapa kali ketika dia pergi ke pusat kota C. Tapi ketika sindikat itu mengirim orang menuju sinyal itu, dengan tiba-tiba sinyal Ferdi menghilang.
Sejak mendapatkan kabar itu, Bima pun akhirnya pergi ke kota C dan menyelidiki keberadaan Ferdi di sana. Anak buah Bima banyak yang di tempatkan di lokasi terakhir Ferdi berhenti, yaitu di sebuah pusat perbelanjaan yang cukup ramai.
Bima beserta sindikat rahasia itu bahkan sampai heran betapa beraninya seorang buronan seperti Ferdi muncul di keramaian seperti pusat perbelanjaan di kota C yang cukup besar. Mereka terus saja menunggu hingga pagi ini kembali menangkap sinyal keberadaan Ferdi di kota itu. Tapi kali ini Ferdi tidak ke pusat perbelanjaan yang mana tim Bima sedang menunggu kemunculannya.
Sinyal pelacak Ferdi kali ini menunjukkan sebuah lokasi pasar kota yang cukup ramai. Karena ramainya pengunjung pasar itu di saat pagi hari seperti ini, maka mereka hanya bisa menanti Ferdi berada di luar pasar ketika hendak berpindah lokasi.
Setealah satu jam mengintai, sinyal Ferdi menunjukkan pergerakan menuju ke luar dari pasar. Ferdi tampak bergerak dengan kecepatan tetap menuju pinggiran kota. Mereka terus membuntuti sinyal itu hingga memasuki sebuah perumahan mewah yang masih dalam tahap perkembangan. Banyak lahan kosong di area perumahan itu. Ferdi pun berbelok ke salah satu blok perumahan. Tapi begitu dia berbelok, sinyal pelacak Ferdi kembali hilang.
Bima yang mengikuti proses pelacakan sinyal sekaligus membuntuti Ferdi ini menjadi geram. Ferdi menghilang di ujung blok perumahan yang paling mewah. Banyak rumah mewah di satu blok itu. Mereka kebingungan bagaimana caranya sinyal pelacak itu langsung menghilang ketika memasuki blok perumahan paling elit di sana.
__ADS_1
Butuh waktu lama bagi Bima untuk mengecek kepemilikan rumah di seluruh blok itu. Dan yang membuat dia heran, nama pemilik masing-masing rumah di blok perumahan itu berbeda-beda. Bima berusaha menduga di rumah yang manakah Ferdi menghilangkan jejak sinyal pelacak di tubuhnya, tapi data yang mereka dapatkan malah tidak memberikan petunjuk yang berarti.
Tapi Bima tidak menyerah, setelah melihat nama-nama permilik rumah, Bima meminta penyelidikan bakground dari nama-nama pemilik perumahan di blok itu. Di sini lah Bima mendapatkan titik terang. Nama mereka bukan berasal dari jajaran orang yang cukup kaya untuk memiliki rumah di sana. Itu adalah nama-nama pegawai biasa di beberapa perusahaan. Mereka semua tidak memiliki gaji maupun jabatan yang bisa membuat mereka mampu membeli rumah di blok itu.
Dugaan Bima menjadi semakin kuat bahwa Ferdi lah pemilik semua rumah di satu blok itu. Ferdi cukup punya uang untuk mewujudkan pembelian rumah mewah satu blok itu. Kekasih gelap seorang Adelia yang saat itu masih menjadi nyonya besar keluarga Wiji Sasongko pasti lebih dari mampu membeli rumah mewah sebanyak itu.
🌸🌸🌸🌸
Di saat BIma seharian sibuk menebak rumah mana yang menjadi tujuan Ferdi sekaligus menjadi tempat penyekapan Kiara, Bella sedang dalam perjalanan ke kota C menyusul Bima.
Bella akhir-akhir ini sering menguping dan mencari tahu pembicaraan bisnis Bima yang selalu mengenai pencarian Kiara. Bella mengetahui bahwa seminggu ini Bima pergi ke kota C untuk menemukan Kiara. Bella merasa lelah menanti kabar pencarian Kiara dari jauh begini. Hari ini Bella bertekad menyusul Bima dengan alasan apapun agar di terima berada di sana. Bella berharap bisa di dekat Bima untuk mencari tahu tentang kondisi terakhir Kiara yang sedang dicari oleh suaminya.
🌸🌸🌸🌸
Bima sedang marah karena pengawalnya melapor telah mendengar jeritan wanita. Bima khawatir Kiara disiksa. Tapi dengan tiba-tiba Bella datang di mobil van dimana Bima berada. Mobil van itu menjadi pusat kendali sekligus tempatnya beristirahat Bima di malam hari. Seminggu ini Bima tinggal di mobil van yang terus berpindah mengintai keberadaan Ferdi itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" Bima bertanya dengan dingin kepada Bella.
__ADS_1
"Aku ingin mengajak kamu pulang." Bella tidak berani menatap Bima. Tapi Bella yakin dengan apa yang dia ucapkan.
"Aku masih ada urusan. Hari ini aku akan pulang. Aku harus menyelesaikan hal penting di sini hari ini." Bima berusaha bicara baik-baik agar Bella segera pergi dan Bima bisa menuju rumah yang diyakini menjadi tempat Kiara berada.
"Kalau begitu ijinkan aku menunggu kamu di sini hingga urusan kamu selesai. Aku akan diam di van ini menunggu kamu." Bella berdebar mengatakannya. Bella takut Bima kembali marah kepadanya.
Bima diam sejenak menatap Bella yang menghindari tatapannya. Bima berusaha berpikir dengan tenang sebelum menjawab keinginan Bella.
"Aku harus segera pergi, terserah kamu mau menunggu atau tidak." Dengan kalimat itu, Bima pergi meninggalkan Bella di dalam van itu.
🌸🌸🌸🌸
Hai Readers. Lagi-lagi saya hanya bisa meminta maaf karena lama menghilang.
Seminggu ini kecantol menyelesaikan baca novel terjemahan yang punya 1000 lebih chapter. Author Khilaf. Di setiap ada waktu luang selalu balik untuk baca novel itu. Saking asiknya berjuang menyelesaikan membaca novel itu, keinginan menulis yang menggebu-nggebu sampai tergantikan oleh keinginan menamatkan novel itu.
Butuh banyak waktu supaya author move on dari kisah mereka dan kembali ke kisah Kiara.
__ADS_1
Dimaafkan yaaak... Ini mulai nulis Kiara dan Aldi lagi kok.
_Dinda^^